Info Sehat

Waspadai Efek Menonton TV Lebih dari 3,5 Jam per Hari pada Otak

November 10, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Selama pandemi COVID-19, pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar rumah dan gencar dengan kampanye di rumah saja. Sementara itu, untuk menghabiskan waktu selama di rumah, menonton TV adalah salah satu kegiatan yang akan kamu pilih.

Apalagi saat ini sudah banyak layanan tayangan televisi berbayar yang bisa memanjakanmu, sehingga tanpa sadar membuatmu menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV. Tahukah kamu jika kebiasaan berjam-jam menonton TV itu bisa memengaruhi fungsi otakmu?

Penelitian tentang kebiasaan menonton TV

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports mengungkapkan bahwa dalam periode enam tahun, orang yang menonton TV lebih dari 3,5 jam per hari dapat menyebabkan penurunan fungsi otak. Lebih tepatnya dapat menurunkan kemampuan mengingat pada otak.

Hasil tersebut terlepas dari faktor lain, seperti status sosial, ekonomi, kesehatan fisik keseluruhan dan juga depresi.

“Mereka yang menonton lebih dari 3,5 jam per hari mengalami 8 hingga 10 persen penurunan memori verbal dalam waktu 6 tahun berikutnya,” kata Daisy Fancourt, PhD, ketua penelitian tersebut, dikutip dari Healthline.

Sementara untuk orang yang menonton TV kurang dari 3,5 jam per hari, juga dapat mengalami penurunan memori. Namun, dengan persentase yang lebih rendah, sekitar 4 hingga 5 persen dalam kurun waktu 6 tahun berikutnya.

Penelitian yang dilakukan English Longitudinal Study of Aging (ELSA) ini melibatkan 3662 peserta, yang merupakan penduduk Inggris berusia 50 tahun atau lebih, dengan rata-rata usia 67.

Kenapa menonton TV bisa memengaruhi penurunan memori otak?

Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan gambar, suara dan tindakan yang diproses oleh otak. Saat menonton otak hanya menangkap pesan tanpa adanya interaksi.

Hal tersebut, akan berbeda hasilnya jika adanya interaksi. Misalnya, pada orang yang memainkan game online atau sejenisnya yang melibatkan interaksi.

Kemungkinan lainnya, pengaruh pada otak terjadi karena adanya stres kognitif, yang bisa terjadi karena jenis tayangan yang ditonton, misalnya mengandung adegan kekerasan atau menegangkan.

Hasil penelitian ini dianggap mengkhawatirkan, karena saat ini kegiatan menonton bukan hanya dilakukan di depan TV, tapi juga bisa lewat perangkat lain seperti laptop atau ponsel.

Jika yang menjadi masalah adalah pasifnya seseorang saat menonton, maka perangkat apapun, selama orang tersebut pasif saat menonton, mungkin menghasilkan efek yang sama seperti menonton TV.

Selain memengaruhi otak, apakah ada efek lainnya?

Tina Hoang, MPH, peneliti di University of California, mengatakan bahwa masih banyak yang belum diketahui tentang efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan oleh binge-watching (menonton dalam waktu lama) pada otak.

Karena itu juga, ia menilai diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan mekanisme riset yang lebih jelas. Serta memahami efek lainnya. Karena menurutnya, menonton TV juga dapat membuang waktu.

“Seperti yang dituliskan, menonton TV dalam waktu lama adalah aktivitas pasif, tapi selain itu menonton juga membuatmu menghabiskan waktu hanya untuk duduk tanpa adanya kegiatan fisik lainnya,” ujarnya, seperti dikutip dari Healthline.

Apa yang harus dilakukan agar tidak mengalami efek tersebut?

Dilansir dari Brainlife.org, para peneliti menyimpulkan bahwa hasil penelitian tentang menonton TV, tidak berarti menonton TV adalah hal yang membahayakan. Hanya saja perlu diperhatikan pada pemilihan tayangan yang ditonton.

Seperti bukti yang mereka dapatkan tentang perbedaan tontonan. Pada orang dewasa yang menonton tayangan drama, lebih baik berinteraksi dibanding mereka yang suka menonton film dokumenter. Bisa saja karena drama membuat orang lebih memahami orang lain.

Selain itu, peneliti juga menyampaikan bahwa program atau tayangan pendidikan bisa menjadi alternatif tontonan. Tayangan seperti itu bisa menjadi media pembelajaran yang efektif jika dirancang dengan tepat.

Sementara itu, jika kamu ingin mengurangi durasi menonton TV, bisa memilih kegiatan lain untuk mengisi waktu. Misalkan mengerjakan teka-teki silang, atau memelajari keterampilan baru, akan lebih baik jika aktivitas tersebut melibatkan gerakan fisik.

“Aktivitas fisik baik untuk jantung, dan menjaga jantung adalah cara lain untuk menjaga otak kamu tetap bugar,” ungkap Tina Hoang.

Demikian ulasan mengenai pengaruh menonton TV lebih dari 3,5 jam perhari dapat memengaruhi fungsi otak untuk mengingat.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline, diakses 9 November 2020
Binge-Watching TV May Be Dulling Your Brain
Brainlife, diakses 9 November 2020
Watching Too Much TV is Linked to Poorer Memory in Older Adults

    register-docotr