Info Sehat

Waspada, Pekerja Malam Rentan Terkena Asma!

December 17, 2020 | Richaldo Hariandja
feature image

Jika kamu termasuk pekerja dengan shift malam, maka kamu harus waspada. Karena studi terbaru menyebut pekerja dengan shift malam rentan terkena asma ketimbang mereka yang bekerja normal atau dari pukul 09:00 – 17:00.

Asma sendiri didefinisikan oleh Kementerian Kesehatan sebagai penyakit tidak menular yang ditandai dengan serangan sesak napas dan mengi berulang. Saat asma menyerang, lapisan tabung bronkial membengkak sehingga saluran udara menyempit.

Hasil penelitian terbaru

Sebuah kajian di Inggris yang dipublikasi BMJ Journals menyebut pekerja shift malam memiliki kerentanan 3 kali terkena asma ketimbang pekerja shift pagi. Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 280 ribu pekerja di Britania Raya.

Para peneliti menyebut pekerja yang paling rentan terkena asma merupakan pekerja jam malam permanen. Mereka berisiko 36 persen lebih tinggi terkena asma. Risiko asma yang bisa menimpa mereka bervariasi dari sedang hingga parah.

Sementara pekerja dengan shift bergantian antara malam dan pagi memiliki memiliki peluang tinggi mengalami mengi dan sesak di dada mereka. Peluangnya mencapai 11-18 persen lebih tinggi. 

Dalam penelitian pun disebutkan jika pekerja yang jarang mendapat jam malam juga memiliki potensi penurunan fungsi paru-paru.

Apa kaitan antara shift malam dan asma?

Penelitian tersebut menyebut shift kerja yang bergiliran atau dirotasi mengganggu ritme alami sirkadian. Sebuah siklus 24 jam yang merupakan bagian dari jam biologis tubuh. Siklus ini mengatur fungsi-fungsi dan proses dasar dari tubuh kamu.

Pekerja dengan waktu kerja yang dirotasi ini, terlebih yang bekerja pada waktu malam, tidur dengan fase sirkadian yang tidak menent. Kondisi ini menyebabkan ketidakteraturan sirkadian antara tidur dan terjaga sehingga proses sirkadian lain terganggu.

Penelitian sebelumnya yang dimuat dalam laman nature.com menyebut kerja dengan sistem rotasi memengaruhi kesehatan manusia. Menyebabkan peningkatan penyakit kardiovaskular dan risiko diabetes. 

Sayangnya, penelitian dalam BMJ Journals ini belum mengungkapkan keterkaitan antara asma dan siklus sirkadian yang terganggu. Hanya saja, para peneliti berhasil menemukan hubungan peningkatanan asma yang bisa dialami oleh para pekerja shift malam.

Sebenarnya apa penyebab asma?

Laman National Health Service menyebut penyebab pasti asma masih belum diketahui. Mereka yang memiliki asma memiliki saluran udara yang bengkak atau inflamasi dan sensitif, yang bisa menyempit dan tersumbat dengan lendir yang lengket saat dipicu oleh beberapa faktor.

Masalah gen, polusi dan standar kehigienisan saat ini dicurigai menjadi penyebab asma. Tapi tidak ada cukup bukti untuk menyatakan secara pasti kalau faktor-faktor ini adalah penyebab asma.

Gejala asma

Orang yang memiliki asma akan kesulitan bernapas ketika penyakit ini menyerang. Gejala asma yang paling uum adalah:

  • Mengi
  • Kesulitan menarik napas
  • Dada yang sesak
  • Batuk-batuk

Pemicu asma

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, ada beberapa faktor yang bisa memicu asma. Di antaranya adalah:

  • Infeksi seperti pilek dan flu
  • Alergi pada pollen atau serbuk sari, tungau debu, rambut atau bulu binatang
  • Asap, uap dan polusi
  • Obat-obatan – terutama pereda nyeri dan antiinflamasi seperti ibuprofen dan aspirin
  • Emosi, termasuk stres atau tertawa terbahak-bahak
  • Udara, seperti perubahan mendadak suhu, udara dingin angin, kilat, panas dan kelembapan
  • Jamur
  • Olahraga

Kalau kamu penderita asma, maka cobalah untuk menghindari pemicu penyakit ini.

Cara mengatasi asma

Secara umum, mengatasi asma bisa dilakukan dengan menggunakan inhaler dan obat tablet. Sayangnya, dalam penelitian yang diterbitkan BMJ Journals menyatakan belum ada panduan klinis mengatasi asma di pekerja dengan jam kerja yang dirotasi.

Untuk itu, peneliti mengusulkan agar penjadwalan jam kerja bisa dimodifikasi dengan memerhatikan kecenderungan jam biologis para pekerja. Hal ini demi mengurangi risiko perkembangan penyakit inflamasi seperti asma.

Demikianlah informasi terkait asma dan bagaimana jam kerja malam bisa menjadi salah satu pemicunya. Selalu jaga kesehatanmu di tempat kerja, ya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  1. BMJ Journals, diakses 17 Desember 2020. Night shift work is associated with an increased risk of asthma
  2. Kementerian Kesehatan, diakses 17 Desember 2020. Infodatin Asma
  3. NHS, diakses 17 Desember 2020. Asthma

 

    register-docotr