Info Sehat

Waspada! Ini 6 Risiko Penyakit Akibat Kerja Lembur Berlebihan, Apa Saja?

June 27, 2020 | Husni Efendi
feature image

Penyakit akibat kerja lembur bukan ancaman semata, beberapa gangguan kesehatan bisa terjadi karenanya. Oleh sebab itu, kamu mulai lebih cermat lagi mengatur jadwal bekerja.

Segala sesuatu yang berlebihan tentu memiliki dampak yang tidak baik, begitu juga dengan kerja lembur.

Risiko penyakit akibat kerja lembur

Seperti disebutkan sebelumnya, ada beberapa masalah kesehatan dan risiko penyakit yang bisa terjadi. Ini karena saat kerja lembur, pola istirahat jadi terganggu.

Jika dilakukan terus-menerus, bukan tidak mungkin kesehatan tubuh pun bisa kena imbasnya. Berikut beberapa risiko penyakit akibat kerja lembur yang perlu kamu waspadai:

Kelelahan dan rentan terserang penyakit

Bekerja lembur sering membuat orang tidur pada saat larut malam atau bahkan dini hari, bisa juga karena kelelahan sebagian orang malah menjadi sulit tidur karena mengalami stres.

Tentunya kondisi ini tidak baik untuk kesehatan tubuh, jika kamu kurang tidur maka proses metabolisme yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh menjadi terganggu.

Hal ini bisa berakibat pada menurunnya daya tahan tubuh, sehingga akan mudah terserang penyakit.

Rasa lelah tersebut biasanya tidak dapat hilang dengan mudah, meskipun kamu telah memiliki waktu tidur yang cukup pada hari libur. Jika hal itu terus terjadi, bisa berakibat kepada produktivitas kerja.

Mengalami penyakit jantung

Hal yang bisa dialami jika sering melakukan kerja lembur adalah berisiko mengganggu kesehatan jantung. Kurangnya tidur dan kelelahan mungkin adalah pemicu awalnya.

Di samping itu, efek samping lembur yang buruk adalah makan yang tidak terkontrol dan bisa mengganggu fungsi jantung kamu. Ada kecenderungan orang-orang yang sering kerja lembur memiliki risiko terkena penyakit jantung lebih tinggi.

Risiko diabetes

Bahaya kerja lembur bagi yang lebih banyak waktu bekerja duduk di depan komputer, juga bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes. Hal ini juga bisa disebabkan karena pilihan makanan yang tidak sehat saat bekerja.

Kondisi tersebut bisa mengakibatkan seseorang yang sering bekerja berlebihan jadi lebih berisiko terkena diabetes.

Orang yang sering kerja lembur cenderung mengonsumsi makanan lebih banyak, aktivitas otak yang tinggi karena tuntutan kerja tanpa disadari telah membuat tubuh merasa lapar.

Akibatnya, asupan meningkat tetapi tidak diiringi peningkatan aktivitas fisik. Tanpa disadari kemudian bisa mengalami peningkatan berat badan yang lebih cepat.

Peningkatan berat badan ini juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi penanda awal mengalami diabetes.

Tingkat konsentrasi yang berkurang

Orang yang sering kerja lembur juga dipastikan berkurang waktu tidurnya, dan hal ini berdampak buruk juga terhadap tingkat konsentrasi. Ini dikarenakan otak kurang mendapatkan waktu rehat dan membuat fungsi otak menjadi kurang bekerja maksimal.

Tingkat konsentrasi saat melakukan pekerjaan tentu hal penting, karena konsentrasi juga bisa berpengaruh kepada keselamatan kerja. Apalagi jika jenis pekerjaan yang kamu lakukan adalah pekerjaan lapangan, yang mengharuskan adanya konsentrasi tinggi.

Tekanan darah yang tidak stabil

Risiko dari sering kerja lembur juga bisa membuat tekanan darah menjadi tidak stabil. Ini akan memperburuk kedaan jika kamu memiliki riwayat tekanan darah tinggi sebelumnya.

Kerja lembur terus menerus juga bisa mengalami risiko lebih besar terkena penyakit kardiovaskular.

Saat sering melakukan lembur dan kecenderungan bahwa kamu tidak memiliki waktu untuk menjalani gaya hidup sehat, hal tersebut bisa meningkatkan tekanan darah.

Kondisi buruknya, risikonya bisa dua kali lebih tinggi ketika kamu melakukan lembur dalam waktu yang lama.

Mengalami stres dan depresi

Tidak bisa dihindari, kondisi psikologis seperti stres dan depresi pasti dialami jika kamu sering lembur karena tekanan pekerjaan. Lembur tentu menambah jam bekerja dan otomatis mengurangi jam istirahat kamu.

Hal ini juga berarti waktu kamu untuk bersantai dan menikmati hobi menjadi berkurang. Saat kamu terus berkutat dengan pekerjaan dan bahkan harus mengalami lembur, dampaknya kamu bisa mengalami stres dan depresi.

Kondisi ini tidak baik bagi kondisi psikologis, karena akumulasi dari efek sering lembur acap kali membuat orang menjadi lebih mudah marah.

Risiko akibat seringnya lembur menjadi hal yang tidak baik baik bagi kesehatan fisik bahkan psikis kamu.

Pada akhirnya, jika kamu memiliki beban kerja yang tinggi dan sulit menghindari lembur. Coba komunikasikanlah kepada atasan dan mencoba mencari solusi lain yang lebih baik, supaya kamu tidak sering melakukan lembur.

Tapi jika memang kamu harus melakukan lembur, lakukanlah dengan durasi waktu yang tidak terlalu sering. Jangan lupa tetap memerhatikan pola makan, olahraga, dan gaya hidup sehat supaya tetap berjalan seimbang.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

– Healthline.com, 7 Red Flags You’re Working Too Much, diakses 23 Juni 2020

https://www.healthline.com/health/working-too-much-health-effects#2

 

– Ncbi.nlm.nih.gov, The Effect of Long Working Hours and Overtime on Occupational Health, diakses 23 Juni 2020

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6617405/

 

– Health.harvard.edu, Only the overworked die young, diakses 23 Juni 2020

https://www.health.harvard.edu/blog/only-the-overworked-die-young-201512148815

 

– Theguardian.com, Japanese woman ‘dies from overwork’ after logging 159 hours of overtime in a month, diakses 23 Juni 2020

https://www.theguardian.com/world/2017/oct/05/japanese-woman-dies-overwork-159-hours-overtime

 

– Health24.com, 5 health conditions you can pick up at the office, diakses 23 Juni 2020

https://www.health24.com/Lifestyle/Healthy-workplace/Health-in-the-workplace/5-diseases-you-can-pick-up-at-the-office-20170804

    register-docotr