Info Sehat

Susah Tidur di Malam Hari, Apakah Saya Stres?

April 24, 2020 | Santi Andriani | dr Fahri Trisnaryan Pratama
no-image

Salah satu komponen terpenting pada manusia adalah kualitas tidur yang cukup. Hampir satu pertiga kehidupan kita adalah tidur. Gangguan tidur bisa menimbulkan masalah yang sangat besar bagi manusia, salah satunya susah tidur di malam hari.

Kondisi gangguan tidur ini bisa kita sebut sebagai insomnia. Keluhan mengenai kualitas dan kuantitas tidur ini sangat umum terjadi pada seseorang yang mengalami insomnia.

Baca Juga: 10 Tips Tetap Sehat Selama Puasa di Tengan Wabah Corona

Wanita paling banyak terkena susah tidur di malam hari

susah tidur di malam hari
Wanita paling sering alami susah tidur di malam hari. Foto: https://www.shutterstock.com/

Menurut International Classification of Sleep Disorder 2 (ICSD-2) ,insomnia ditegakkan apabila memenuhi beberapa kriteria seperti kesulitan memulai tidur, kesulitan untuk mempertahankan tidur sehingga sering terbangun dari tidur, bangun terlalu dini hari dan sulit untuk tidur kembali, tidur dengan kualitas yang buruk.

Pada beberapa penelitian, faktor risiko seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendapatan berpengaruh terhadap timbulnya insomnia. 

Sedangkan National Sleep Foundation mendapatkan 57% wanita mengalami insomnia paling tidak beberapa malam dalam seminggu.

Sulit tidur sebabkan gangguan fisik dan mental

susah tidur di malam hari
Susah tidur bisa sebabkan orang yang stres. Sumber foto : https://www.roberthalf.com/

Masalah insomnia tersebut dapat menyebabkan beberapa gangguan secara fisik dan mental. 

Gangguan fisik

Gangguan tidur pada malam hari akan berdampak besar pada aktivitas di siang hari, seperti

-Kelelahan, gangguan atensi, konsentrasi, dan menurunnya daya ingat. 

-Gangguan dalam hubungan sosial dan pekerjaan atau performa yang jelek di sekolah, gangguan mood, kekurangan energi inisiasi dan motivasi, sering melakukan kesalahan.

-Membahayakan diri sendiri seperti, kecelakaan saat bekerja atau menyetir.

-Menyebabkan gangguan kesehatan tubuh lainnya, seperti nyeri kepala, gangguan pencernaan. 

Gangguan mental

Beberapa orang dapat mendapatkan gangguan mental, seperti yang dialami mahasiswa akhir yang sedang menyusun skripsi atau tesis. Beberapa di antara mereka akan mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh tekanan dalam mengerjakan skripsi atau tesis tersebut.

Kehilangan jam tidur meskipun sedikit dapat menimbulkan gejala stres. Di mana stres merupakan kekuatan, ketegangan, tekanan dari suatu hal yang diberikan pada seseorang. Stres dikatakan transaksional saat adanya proses pengevaluasian dari sumber stres yang terjadi. 

Baca Juga: Jangan Hanya Pakai, Perhatikan Juga Cara Merawat Lensa Kontak yang Benar

Stres akibat susah tidur di malam hari picu penyakit lainnya

susah tidur di malam hari
Stres akibat susah tidur bisa picu gangguan jantung. Foto:https://www.verywellhealth.com/

Kondisi stres tersebut dapat menyebabkan gangguan jantung, tekanan darah tinggi ,sakit kepala, ketegangan pada otot, bahkan memperparah insomnia itu sendiri.

Stres dan susah tidur merupakan hal yang timbal balik, susah tidur dapat diakibatkan karena stres dan stres dapat mengakibatkan susah tidur. Untuk mengurangi stres antara lain kamu harus mengatur pola makan, olahraga teratur, dan atur kembali pola tidur.

Bila stres dan insomnia sudah sangat mengganggu, alangkah baiknya hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Tidak perlu menunggu, langsung konsultasikan keadaan kamu di Good Doctor hari ini!

Reference

Lumbantobing SM. Gangguan tidur. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Jakarta ; 2004. 

Berry RD. Insomnia. Dalam: Fundamentals of Sleep Medicine. Philadelphia. Elsevier Saunder; 2012. hlm.481-512.

National sleep foundation. Sleep in America poll. 2005 (diunduh September 2005). Tersedia dari: URL: HYPERLINK http://www.sleepFoundation. org/_content/hottopics/2005_sumary_of_findings

Nasib Tua Lumban Gaol : National Taiwan Ocean University (NTOU) ; Buletin Psikologi : 2016, Vol. 24, No. 1, 1 – 11

Sukadiyanto : Stress dan Cara Menguranginya : Cakrawala Pendidikan ; Yogyakarta : 2010

Wyatt JK, Crisostomo MI. Insomnias. Dalam: Smith HR, Comella CL, Hogl B, penyunting (editor). Sleep Medicine. New York: Cambridge University Press; 2008. hlm.97-112.

    Berita Terkait
    register-docotr