Info Sehat

Setop Gunakan Plastik untuk Membungkus Makanan Panas, Ini Bahayanya!

October 1, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Wadah makanan atau kantung yang mengandung plastik memang praktis. Akan tetapi, ada bahaya kesehatan yang mengancam kalau barang ini dipakai membungkus makanan yang panas, lho.

Plastik memang tidak bisa lepas dari fase produksi dan penyiapan makanan. Makanan yang diproses pasti dibungkus dan diedarkan dengan menggunakan kemasan plastik dan kaleng. Ketika di rumah, kamu pun akan menaruh makanan dan menghangatkannya di wadah plastik.

Baca Juga: Memahami Arti Simbol Segitiga pada Produk Plastik dan Manfaat Daur Ulang

Apakah aman menaruh makanan panas di plastik?

Paparan plastik terhadap makanan yang dikonsumsi membuat pertanyaan terkait aspek kesehatan mulai bermunculan. Beberapa studi, sebagaimana yang dilansir Harvard Health Publishing menyebut zat kimia tertentu dari plastik dapat tercampur di makanan dan minuman.

Beberapa zat kimia ini telah dikaitkan dengan masalah kesehatan seperti kelainan metabolisme, termasuk obesitas, dan penurunan fertilitas. Lepasnya material plastik akan lebih cepat dan banyak jumlahnya ketika bertemu dengan makanan panas.

Artinya, risiko paparan zat kimia dari plastik akan lebih tinggi ketika kamu menggunakannya untuk makanan panas atau sebagai wadah saat menghangatkan makanan di microwave. 

Paparan plastik terhadap makanan

Situs kesehatan WebMD menyebut tercampurnya potongan plastik yang sangat kecil dari kemasan ke makanan bukan hal yang luar biasa. 

Bahkan industri kimia sendiri menyebut semua substansi yang terkandung dalam kemasan makanan dapat berpindah ke makanan yang disentuhnya oleh kemasan tersebut.

Laura Vandenberg, PhD, postdoctoral fellow in biologi di Tufts University of Boston dalam laman tersebut mengatakan hampir semua wadah dan kemasan plastik dapat melepas kandungan kimianya dalam makanan.

Sayangnya, Vandenberg menyatakan sampai saat ini belum ada kajian yang dapat menerangkan berapa kandungan zat kimia dari plastik yang ikut berpindah ke makanan saat mereka bersentuhan.

Kandungan plastik yang berbahaya bagi tubuh manusia

Ada banyak tipe plastik yang penamaannya berasal dari komposisi utama mereka, seperti  polypropylene, polyethylene, polyethylene terephthalate dan polycarbonate. Masing-masing mengandung beberapa jenis zat kimia seperti plasticizer, antioksidan serta pewarna.

Secara umum, ada beberapa zat kimia dalam plastik yang membahayakan kamu jika terpapar dalam waktu yang lama. Pada awalnya, kamu akan terpapar zat kimia ini dalam jumlah yang sangat kecil.

Dr. Russ Hauser, Ketua dari Department of Environmental Health di Harvard T.H. Chan School of Public Health menyatakan paparan dalam jangka panjang itu akan menghasilkan masalah kesehatan serius, salah satu kelompok rentan adalah ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Kandungan plastik yang paling berbahaya adalah phthalate dan bisphenol A (BPA). “Keduanya merupakan substansi yang dapat mengganggu kerja hormon manusia,” ucap Dr. Hauser.

Phthalate

Komponen dalam plastik yang satu ini disebut oleh toxicologist sebagai substansi yang dapat membahayakan alat reproduksi pria. Meskipun demikian, kelompok zat kimia ini juga memiliki efek merusak bagi wanita.

Situs kesehatan WebMD menulis jika kandungan phthalate di dalam tubuh manusia dipercaya berasal dari makanan yang dikonsumsi. Akan tetapi, masih butuh riset lebih jauh bagaimana persisnya hal itu terjadi dan berapa kadar yang masuk dalam setiap makanan.

“Komponen ini dapat mengganggu kerja hormon testosteron di dalam tubuh sehingga organ pencernaan pria terganggu,” ucap Vandenberg dalam laman tersebut.

Bahkan, kandungan tinggi phthalate di dalam tubuh juga dikaitkan dengan rendahnya jumlah sperma pria.

Bisphenol A (BPA)

BPA yang berpindah dari plastik ke makanan dan menyebabkan beberapa kondisi serius serpti masalah reproduksi dan masalah kesehatan lainnya. BPA dipakai dalam plastik yang keras dan ringan atau polycarbonate, BPA juga terdapat dalam botol plastik atau susu anak.

Dilansir WebMD, mereka yang memiliki level BPA yang tinggi di dalam tubuh juga memiliki angka diabetes, penyakit jantung serta level keracunan di lever yang tinggi.

Vandenberg dalam laman tersebut mengatakan kalau ratusan penelitian terhadap hewan percobaan menunjukan jika level BPA yang tinggi juga mengganggu fungsi reproduksi.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Memanaskan Makanan Berkali-kali, Bisa Bikin Gizinya Hilang Lho!

Bahaya plastik untuk microwave

Penggunaan plastik khusus microwave juga tidak aman, lho. Dr. Hauser menyebut jika beberapa makanan dapat menyebabkan penyerapan zat kimia dari plastik lebih cepat, terutama daging dan keju.

“Saya rasa yang terbaik adalah sebisa mungkin hindari menghangatkan makanan dalam plastik,” ucap Dr. Hauser.

Demikianlah bahaya dari menggunakan plastik untuk makanan, terutama makanan panas. Sebisa mungkin hindari pemakaian plastik, ya!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Harvard Health Publishing (2019) diakses 30 September 2020. Is plastic a threat to your health?
  2. WebMD (2018) diakses 30 September 2020. Pots, Pans, and Plastics: A Shopper’s Guide to Food Safety
    register-docotr