Info Sehat

Sering Bawa Ponsel Saat BAB, Hati-hati Risiko Kesehatan yang Mengintaimu

October 8, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Apakah kamu selalu membawa ponsel saat ke kamar mandi atau saat buang air besar (BAB)? Jika kamu suka membawa ponsel ke kamar mandi, tenang saja, karena kamu tidak sendiri.

Dilansir dari Healthline, sebuah survei pada 2015 menunjukkan 9 dari 10 orang membawa ponsel ke kamar mandi. Dan tahukah kamu, ternyata kebiasaan ini memiliki pengaruh bagi kesehatan, loh. Apa saja pengaruh tersebut? Berikut penjelasan selengkapnya.

Membawa ponsel saat BAB memengaruhi kesehatan

Mungkin kamu berpikir bahwa memainkan ponsel pintar saat BAB bisa menjadi hal yang menyenangkan. Karena kamu bisa mengisi waktu, setidaknya dengan melihat update media sosial. Tapi tahukah kamu setidaknya ada dua hal yang terjadi dan itu memengaruhi kesehatanmu.

Meningkatkan risiko wasir

Ternyata membawa ponsel saat BAB dapat membuat kamu secara tidak sadar menghabiskan waktu lebih lama berdiam di kloset duduk. Meski belum pasti, namun ternyata kebiasaan berlama-lama di kloset duduk itu bisa meningkatkan risiko wasir.

Meski saat ini uji klinis masih terus dikembangkan, namun para ahli tetap prihatin dengan kemungkinan tersebut. Setidaknya kemungkinan tersebut dikaitkan karena duduk lama di toilet akan memberi tekanan lebih pada anus.

Kontaminasi bakteri

Tak cuma meningkatkan risiko wasir, membawa ponsel pintar saat BAB juga meningkatkan risiko kontaminasi. Seseorang mungkin tidak mencuci tangan dengan benar setelah BAB dan meninggalkan mikroba lain pada tangan.

Saat itu, ponsel adalah benda yang pertama kali kamu pegang dan tidak menutup kemungkinan bakteri tersebut berpindah ke ponsel pintarmu. Penelitian mengungkap bahwa ponsel juga dapat menampung bakteri E. Coli dan mikroba lainnya yang berisiko menyebabkan infeksi.

Bahkan fakta lainnya juga mengungkap rata-rata layar ponsel pintar lebih kotor daripada dudukan toilet. Jika bakteri tersebut kemudian ikut mengontaminasi benda lain atau bahkan makananmu, kamu mungkin akan mengalami infeksi.

Bakteri E. Coli dikenal sebagai penyebab infeksi usus dan dapat mengakibatkan diare, sakit perut dan demam. Bukan cuma itu, ponsel juga mungkin terkontaminasi bakteri seperti salmonella, shigella dan campylobacter. Kamu juga berisiko menyebarkan virus gastro dan staph.

Apakah BAB tanpa ponsel pintar akan menghilangkan kedua risiko tersebut?

Hal penting yang perlu diperhatikan adalah kamu hanya perlu duduk di toilet jika memang membutuhkannya. Jangan berlama-lama duduk di toilet, apapun alasannya. Karena main ponsel atau membaca atau kegiatan apapun yang membuatmu lebih lama duduk di toilet adalah kuncinya.

Menghindari risiko bengkaknya wasir

Dokter Karen Zaghiyan, seorang ahli bedah kolorektal mengungkapkan bahwa setiap orang memiliki wasir. Wasir adalah kumpulan pembuluh darah di dalam dan luar anus. Dan duduk terlalu lama di toilet dapat membuat wasir membengkak.

“Wasir yang membengkak menyebabkan gejala seperti nyeri, bengkak atau perdarahan,” ujarnya seperti dilansir dari Healthline. Jadi usahakan untuk tidak terlalu berlama-lama saat BAB. Karena normalnya seseorang menghabiskan waktu satu hingga 15 menit untuk BAB.

Menghindari kontaminasi

Sementara itu mengatasi kontaminasi bakteri, tentu saja harus diatasi dengan cara mencuci tangan yang bersih. Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik.

Sebagai catatan tambahan, untuk menghindari kontaminasi lainnya, kamu juga harus mencuci tangan setiap kali selesai menggunakan kamar mandi, bukan cuma setelah BAB, ya.

Kalau terpaksa membawa ponsel pintar saat BAB, pastikan kamu menutup dudukan toilet saat menyiram. Karena saat penyiraman partikel kotoran dapat terbang dan menempel di ponsel pintarmu atau di benda-benda sekitarnya.

Memastikan kebersihan ponsel pintar

Membawa ponsel pintar saat BAB dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan ponsel pintar milikmu. Pastikan rutin untuk membersihkannya. Kamu bisa menggunakan tisu basah yang mengandung disinfektan.

Beberapa tisu basah ada yang mengandung disinfektan jenis clorox ataupun lysol. Kamu bisa membelinya dengan bebas. Atau kamu bisa membersihkan ponsel pintar dengan bahan-bahan yang mengandung alkohol.

Demikian penjelasan risiko kesehatan jika membawa ponsel pintar saat BAB.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr