Info Sehat

Kenali Apa Saja Perbedaan Prediabetes dan Diabetes

May 20, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kondisi prediabetes diartikan sebagai kondisi gula darah lebih tinggi daripada kondisi normal. Namun, belum cukup tinggi untuk dapat didiagnosis sebagai diabetes.

Seseorang dikatakan memiliki diabetes apabila memiliki kadar gula darah sewaktu >199 mg/dL atau HbA1c > 6,5%

Prediabetes bisa jadi momen vital yang menentukan apakah kamu terkena penyakit diabetes tipe 2, atau belum. Lalu apa penyebab prediabetes?

Penyebab gula darah naik

Penyebab gula darah naik karena sel tubuh tidak merespons normal terhadap insulin. Hormon insulin yang dibuat oleh kelenjar pankreas berperan penting mengizinkan gula darah ke sel tubuh untuk dipakai sebagai energi.

Sementara pankreas tetap saja memproduksi lebih banyak insulin untuk membuat sel tubuh meresponsnya. Sayangnya, pankreas kamu tidak bisa bertahan terus seperti ini.

Akibatnya, gula darah kamu akan naik, dan di sini lah kamu masuk ke dalam fase prediabetes. Dan jika tidak ada intervensi, maka yang ada di depan kamu hanyalah status penyandang diabetes tipe 2.

Nah, meskipun berada satu level di bawah diabetes, kondisi keduanya memiliki perbedaan dalam berbagai aspek, lho. Dirangkum dari berbagai sumber, inilah perbedaan prediabetes dan diabetes yang mesti kamu tahu:

Kadar gula darah prediabetes lebih rendah

Baik diabetes atau prediabetes merupakan kondisi di mana kondisi glukosa darah berada di atas normal. Tapi, prediabetes masih berada sedikit lebih rendah daripada diabetes.

Berdasarkan panduan Asosiasi Diabetes Amerika, jika menggunakan metode kondisi gula darah puasa (impaired fasting glucose/IFG), prediabetes akan menunjukan level 100-125 miligram per desiliter (mg/dl). Sementara diabetes berada di level lebih dari atau sama dengan 126 mg/dl.

Sementara untuk kadar gula darah 2 jam setelah pembebanan 75 gram glukosa (impaired glucose tolerance/IGT), level prediabetes berada di 140-199 mg/dl. Dengan metode yang sama, diabetes memiliki level sama dengan atau lebih dari 200 mg/dl.

Untuk kadar gula darah normal, metode IFG menunjukkan level di bawah 100 mg/dl sementara IGT menunjukkan level di bawah 140 mg/dl.

Baca juga: Bisa Sebabkan Komplikasi Serius, Kenali Diabetes Mellitus Sedini Mungkin

Prediabetes lebih mudah kembali normal

Jika kamu didiagnosis prediabetes, kamu jangan stres dulu. Banyak cara untuk membuat gula darahmu menjadi normal daripada jika sudah menderita diabetes.

Yang perlu dilakukan yakni mengendalikan pola hidup yang selama ini terkesan tidak sehat hingga bisa membuat gula darah kamu naik.

Kamu bisa menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 hingga 58% dengan melakukan tindakan berikut:

  • Kurangi 7% berat badan kamu
  • Olahraga dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat 30 menit sehari, 5 kali seminggu.

Jangan khawatir jika kamu belum bisa mencapai berat badan ideal yang kamu inginkan, tapi dengan berkurang 4-6 kg saja sudah merupakan pencapaian yang dapat memberikan dampak besar.

Semakin turun berat badan, maka kadar lemak juga ikut turun. Oleh karena itu resistensi insulin juga semakin berkurang, sehingga risiko diabetes juga berkurang.

Prediabetes bukan penyakit

Hanya karena memiliki kadar gula darah yang di atas normal, tapi masih terlalu rendah untuk dinyatakan menderita diabetes, membuat kondisi prediabetes diragukan untuk dianggap sebagai penyakit.

Baca juga: Tidak Boleh Rendah Apalagi Tinggi, Kadar Gula Darah Harus Normal

Prediabetes biasanya tidak bergejala dan hanya bisa diketahui setelah melakukan tes gula darah.

Karena itu, periksalah dengan rutin gula darah kamu setidaknya satu kali setahun, ya.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Pbperkeni.or.id (2015) diunduh 19 Mei 2020. https://pbperkeni.or.id/wp-content/uploads/2019/01/4.-Konsensus-Pengelolaan-dan-Pencegahan-Diabetes-melitus-tipe-2-di-Indonesia-PERKENI-2015.pdf
  2. Jnk.phb.ac.id (2019) diunduh 19 Mei 2020. https://jnk.phb.ac.id/index.php/jnk/article/download/478/pdf
  3. Apps.who.int (2006) diunduh 19 Mei 2020. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/43588/9241594934_eng.pdf?sequence=1&isAllowed=y
  4. Diabetes.org diakses 19 Mei 2020. https://www.diabetes.org/a1c/diagnosis
  5. Cdc.gov (2020) diakses 19 Mei 2020. https://www.cdc.gov/diabetes/basics/prediabetes.html
  6. Ncbi.nlm.nih.gov (2012) diakses 19 Mei 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3891203/
  7. Webmd.com (2019) diakses 19 Mei 2020. https://www.webmd.com/diabetes/what-is-prediabetes
  8. Medicalnewstoday.com (2019) diakses 19 Mei 2020. https://www.medicalnewstoday.com/articles/311240
  9. Ejurnal2.litbang.kemkes.go.id (2018) diakses 19 Mei 2020. https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jpppk/article/view/53/819
    register-docotr