Info Sehat

Ini Perbedaan Pilek dan Flu yang Perlu Kamu Tahu

May 1, 2020 | Ahmad Ridwan | dr. Ghifara Huda
feature image

Apakah kamu pernah mendengar perbedaan pilek dan flu? Penyakit ini memang sudah tidak asing bagi kita dan tampak bagaikan saudara kembar atau pinang dibelah dua.

Sebagian dari kita juga berpendapat bahwa pilek itu adalah bagian dari flu dan orang dengan pilek pastillah kena flu begitupun sebaliknya.

Tapi, sebenarnya persepsi ini kurang tepat karena flu dan pilek adalah serupa tapi tak sama. Berikut perbedaan pilek dan flu yang perlu kamu ketahui.

Berikut perbedaan pilek dan flu

  • Badan panas

Gejala yang tampak pada seorang yang menderita flu adalah badan terasa panas. Flu akan menunjukkan gejala penyertanya berupa panas atau badan terasa meriang.

Penderita flu cenderung merasa badan seperti kedinginan, tubuh terasa sakit semua, takut terkena udara dingin meski sebelumnya suka sekali dengan udara dingin.

Sementara seseorang yang menderita pilek tidak selalu disertai dengan panas atau rasa menggigil, bahkan banyak juga orang yang menderita pilek masih minum minuman dingin dan bertahan dengan udara dingin yang menyelimutinya.

  • Sakit kepala

Sakit kepala cenderung akan muncul pada orang yang menderita flu. Dibandingkan dengan pilek gejala sakit kepala orang dengan flu jauh lebih menonjol dan biasanya lebih berat dibandingkan pilek.

  • Rasa lelah, lemah atau tidak bertenaga

Penderita flu sering merasakan badan terasa lelah tidak bertenaga serta tidak bersemangat untuk beraktifitas sedangkan penderita pilek jarang merasakan keluhan lelah, lemah dan lesu.

Meski memang tidak menutup kemungkinan penderita pilek merasakan hal yang sama dengan penderita flu yakni lemah letih dan tidak bertenaga.

  • Bersin

Penderita pilek sering mengeluh bersin berulang kali dan itu sangat mengganggu aktifitas sehari hari, bisa dibayangkan jika seseorang karyawan kantor pada saat meeting bersin berulang kali tentunya akan mengganggu jalannya meeting.

Timbulnya bersin pada penderita pilek dipicu oleh terjadinya peradangan pada rongga hidung sehingga timbul lendir dan tubuh berusaha mengeluarkan lendir tersebut sehingga tidak mengganggu jalan napas, sedangkan penderita flu jarang mengalami bersin-bersin.

  • Nyeri dada dan batuk

Keluhan ini sering kali juga dirasakan oleh penderita flu, beberapa orang bahkan menganggap nyeri dada ini kemungkinan disebabkan adanya sakit jantung.

Anggapan nyeri pada dada selalu sakit jantung adalah kurang tepat sebab pada penderita flu nyeri dada ini dipicu oleh gejala semisal adanya batuk berulang yang menyebabkan otot pernafasan dada tegang atau kontraksi sehingga dada terasa nyeri.

  • Nyeri tenggorokan

Nyeri tenggorokan adalah keluhan tersering timbul pada penderita flu. Beberapa orang menganggap bahkan nyeri tenggorokan ini rasanya seperti tertelan duri ikan.

Nyeri tenggorokan ini dirasakan jelas saat menelan makanan atau minuman. Hal ini terjadi karena umumnya orang menderita flu terjadi semacam peradangana atau luka di tenggorokan.

Selanjutnya saat menelan makanan maka terjadi gesekan antara makanan dan tenggorokan yang radang sehingga timbullah rasa nyeri menelan.

  • Hidung tersumbat dan berair

Gejala ini tentunya sangat lumrah terjadi pada saat kita mengalami pilek, perasaan tidak nyaman ini menyebabkan banyak gangguan dalam berkerja bahkan istirahat juga sulit. Pada penderita flu gejala ini tidak selalu tampak.

Penyebab pilek dan flu

Flu disebabkan oleh virus influenza atau virus penyebab gangguan pernafasan lainnya. Sedangkan pilek disebabkan karena adenovirus atau corona virus.

Namun, selain dua virus tersebut masih banyak jenis virus yang bisa menyebabkan pilek dan belum ada vaksin tertentu untuk melawan penyebab pilek ini, berbeda halnya dengan flu yang terdapat vaksin khusus untuk pencegahannya yakni vaksin Influenza.

  • Komplikasi

Pilek cenderung membuat hidung tersumbat, hidung berair dan perasaan tidak nyaman untuk bernafas. Influenza memiliki komplikasi yang tidak bisa dianggap remeh yakni dapat menginfeksi paru paru, persendian dan sebabkan pneumonia hingga berujung pada kematian.

  • Pengobatan

Umumnya prinsip pengobatan untuk kedua penyakit ini adalah sama yakni peningkatan daya tahan tubuh karena penyebabnya adalah virus yang menyerang kekebalan tubuh manusia, oleh karena itu antibiotik tidaklah bisa mengatasinya.

Adapun cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh adalah dengan istirahat cukup, minum multivitamin, imunomodulator dan supplemen zat besi. Paracetamol dan dekongestan juga bisa digunakan untuk mengobati gejala yang muncul.

Beberapa dokter juga merekomendasikan pengobatan dengan anti virus, jika menggunakan anti virus seseorang akan sembuh dari flu dalam waktu lebih cepat dan terhindar komplikasi serius seperti pneumonia.

  • Pencegahaan

Seperti yang telah sedikit diuraikan sebelumnya bahwa pencegahan pilek dan flu bisa dilakukan dengan peningkatan kekebalan tubuh.

Selain itu, ada hal lain seperti menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus, serta gunakanlah hand sanitizer untuk mencegah penyebaran virus.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter terkait dengan masalah kesehatan kamu di aplikasi Good Doctor. Dokter terpercaya kami akan membantu dengan layanan 24/7.

Reference

What’s the difference between cold and flu? https://www.scientificamerican.com/article/cold-flu-difference/. Accessed 16 October 2019.

Flu treatment https://www.cdc.gov/flu/treatment/index.html. Accessed 17 October 2019.

Do I have a Cold or Flu? How to tell. We. https://symptoms bmd.com/cold-flu-map/difference-cold-or-flu.Accessed 17 October 2019.

The Difference Between the Cold and Flu. https://www.healthline.com/health/cold-flu/cold-or-flu. Accessed 17 October 2019.

    register-docotr