Info Sehat

Jangan Keliru, Ini Lho Perbedaan Gejala Tipes dan DBD

October 19, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Demam tinggi yang datang tiba-tiba, bisa menjadi ciri-ciri berbagai penyakit. Dua di antaranya tipes dan demam berdarah dengue (DBD). Tapi bagaimana mengetahui perbedaan gejala tipes dan DBD jika sama-sama menunjukkan demam tinggi? 

Kedua penyakit di atas juga memiliki beberapa kesamaan gejala lainnya. Seperti nyeri badan, lemas dan juga sakit kepala. Untuk lebih memahami perbedaan gejala tipes dan DBD, yuk simak penjelasan berikut.

Sekilas tentang tipes dan DBD

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang dibawa oleh nyamuk aedes aegypti. Di saat nyamuk menggigit, virus dengue akan masuk ke dalam darah dan menyebabkan DBD. Gejalanya rata-rata muncul pada hari keempat sampai hari ketujuh sejak virus berada di dalam tubuh.  

Sementara tipes adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Gejala tipes akan timbul setelah 1 hingga 2 minggu sejak bakteri masuk ke dalam tubuh. Saat bakteri sudah masuk ke dalam aliran darah, maka akan menyebar ke jaringan berbagai organ tubuh. 

Keduanya menunjukkan gejala umum yang sama, yaitu mengalami demam tinggi. Namun, di luar demam tinggi, masing-masing dari penyakit ini memiliki gejala-gejala lain yang dapat dijadikan pembeda. 

Perbedaan gejala tipes dan DBD

Ada karakteristik yang dapat dikenali dan menjadi perbedaan gejala tipes dan DBD. Mulai dari gejala awal hingga komplikasi yang mungkin ditimbulkan.

Perbedaan demam

Perbedaan gejala tipes dan DBD yang pertama adalah waktu demam. Meski sama-sama menunjukkan demam, tapi menurut CDC, pada pasien tipes demam cenderung datang dan pergi.

Biasanya suhu akan bertambah tinggi di malam hari. Sementara pada DBD demam berlangsung sepanjang hari. 

Perbedaan perubahan kulit

Pada pasien tipes, salah satu gejala yang mungkin timbul adalah ruam berwarna merah jambu. Sementara pada pasien DBD biasanya saat dilakukan uji tourniquet (pemberian tekanan tertentu pada kulit).

Saat dilakukan uji tourniquet, maka akan menunjukkan adanya petechie atau bintik-bintik merah pada permukaan kulit, yang disebabkan oleh perdarahan. 

Perbedaan waktu munculnya gejala

Gejala tipes dan DBD sama-sama muncul mendadak. Namun, perbedaanya adalah DBD cenderung terjadi di musim hujan. Atau sering disebut penyakit musiman. Sementara tipes bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun. 

Perbedaan gejala dari waktu ke waktu

Pada pasien DBD, setelah demam, kemungkinan akan terjadi syok yang ditandai dengan perubahan denyut nadi. Kaki dan tangan dingin, kulit lembap dan pasien merasa gelisah. Pasien juga mungkin akan menunjukkan gejala seperti perdarahan gusi dan seringkali terjadi mimisan. 

Sementara pada tipes, gejala lain yang muncul setelah demam biasanya akan melibatkan masalah pencernaan. Dua gejala yang paling umum adalah sakit perut dan juga terjadinya diare atau sembelit

Perbedaan gejala berat

Perbedaan gejala tipes dan DBD yang terakhir adalah komplikasi yang mungkin timbul. Jika gejala awal terlambat ditangani, akan berlanjut dan menimbulkan komplikasi. 

Pasien DBD jika tidak mendapat perawatan yang tepat, akan menyebabkan gejala berat berupa perdarahan hebat. Perdarahan internal hebat dapat menyebabkan muntah darah dan juga adanya darah pada tinja. 

Sementara pada penyakit tipes, gejala awal yang tak ditangani dengan tepat dapat berlanjut menjadi komplikasi lainnya. Dilansir dari Webmd, seringkali kondisi ini kambuh dan berkepanjangan. Ini dapat memengaruhi kondisi usus pasien.

Selain perbedaan gejala tipes dan DBD, berikut yang perlu diketahui

  • Perbedaan penularan

DBD tidak menular antar manusia. Penyakit ini hanya ditularkan nyamuk ke manusia melalui gigitan. Sementara tipes mungkin ditularkan antar manusia.

Bakteri bisa terbawa pada tinja dan urine, jika pasien tidak mencuci tangan dengan benar setelah buag air kecil atau besar, lalu menyiapkan makanan untuk orang lain. Orang tersebut sangat mungkin tertular. 

  • Perbedaan terakhir adalah perawatan

Pada DBD dokter akan memantau kondisi pasien hingga pulih. Namun pada pasien tipes, pasien yang sudah merasa sehat belum tentu sudah bersih dari bakteri. Dokter akan memberikan obat berupa antibiotik yang harus diminum hingga habis, meski pasien telah merasa sehat. 

Obat tersebut harus diminum untuk memastikan pasien sudah bersih dari bakteri. Dalam beberapa kasus, meski sudah merasa sehat, pasien bisa kambuh. Sementara DBD tidak akan kambuh, kecuali kembali mengalami gigitan nyamuk yang terinfeksi virus dengue. 

Demikian penjelasan perbedaan tipes dan DBD. Jika mengalami ciri-ciri yang disebutkan di atas, segeralah konsultasikan dengan dokter. 

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

CDC, diakses 13 Oktober 2020
Typhoid Fever and Paratyphoid Fever
CDC, diakses 13 Oktober 2020
Dengue
Webmd, diakses 13 Oktober 2020
Typhoid Fever
Webmd, diakses 13 Oktober 2020
Dengue Fever
Medlineplus, diakses 13 Oktober 2020
Typhoid fever
Medlineplus, diakses 13 Oktober 2020
Dengue

    register-docotr