Info Sehat

Awas! 5 Penyebab Sakit Pinggang Belakang Ini Bisa Hambat Aktivitasmu

August 2, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Sakit pinggang memang terasa menyakitkan, terutama jika disertai nyeri berkepanjangan. Sangat penting untuk mendeteksi apa saja penyebab sakit pinggang belakang, agar kamu bisa tahu cara yang tepat untuk mengatasinya.

Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin rasa sakit yang ada justru semakin menjadi-jadi. Tentu saja, ini dapat menghambatmu dalam melakukan rutinitas harian. Yuk, cari tahu berbagai penyebab sakit pinggang belakang dengan ulasan berikut ini.

Baca juga: Sering Sakit Pinggang Sebelah Kiri? Kenali Berbagai Penyebabnya, Yuk!

Faktor penyebab sakit pinggang belakang

Sakit pinggang belakang dapat dipicu oleh banyak hal. Biasanya, rasa sakit yang muncul adalah respons dari otot di pangkal punggung yang mendapatkan tekanan. Meski, masih ada beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan. Apa saja?

1. Cedera sebagai penyebab sakit pinggang belakang

Penyebab sakit pinggang belakang yang pertama adalah cedera. Kondisi ini terjadi akibat tendon yang mendapat tekanan berlebih. Tendon sendiri adalah jaringan yang berada di antara otot dan tulang. Pada cedera parah, tendon bisa robek dan mengalami kerusakan pada strukturnya.

Cedera pada pinggang dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti jatuh, kesalahan saat berolahraga, hingga kecelakaan yang bisa menyebabkan trauma pada otot. Kondisi ini biasanya diawali dengan kesemutan atau mati rasa, yang jika dibiarkan bisa berakhir pada disfungsi gerak.

Penanganan sakit pinggang belakang akibat cedera tergantung pada tingkat keparahannya. Mengutip Medical News Today, memberikan obat antinyeri mungkin bisa meredakan cedera ringan. Tapi pada kasus yang berat, terapi fisik dan operasi merupakan alternatif terbaik.

2. Faktor usia

Penyebab sakit pinggang belakang berikutnya adalah karena faktor usia. Tubuh manusia akan mengalami penurunan fungsi seiring dengan bertambahnya umur, termasuk pada area punggung.

Pada orang lanjut usia (lansia), cakram atau disc yang berfungsi sebagai bantalan sendi mulai menipis. Akibatnya, jarak antar tulang menjadi lebih dekat. Kondisi ini disebut dengan radang sendi atau arthritis.

Menipisnya cakram pada tulang rawan membuat setiap gerakan pada pangkal pinggang belakang terasa menyakitkan. Hal ini bisa dicegah dengan menjaga berat bedan, rutin berolahraga, hingga memperbanyak vitamin dan kalsium.

3. Kehamilan sebagai penyebab sakit pinggang belakang

Setiap wanita hamil hampir pasti mengalami kondisi ini. Memasuki trimester tiga, rasa sakit mungkin akan lebih sering terjadi. Sebab, otot di sekitar panggul mulai mendapat dorongan dari janin yang akan lahir.

Dorongan itu juga menyebabkan otot di sekitar pangkal punggung menjadi menegang. Akibatnya, rasa sakit muncul semakin intens, terutama menjelang persalinan.

Agar kondisi ini tak bertambah parah, hindari beberapa aktivitas yang bisa memperburuk keadaan, seperti mengangkat benda yang berat. Sedangkan untuk meredakannya, cari posisi ternyaman untuk tubuh, misalnya bersandar atau berbaring.

Baca juga: Mari Ketahui Penyebab Sakit Pinggang saat Hamil dan Cara Mengatasinya

4. Keseleo dan terkilir

Keseleo dan terkilir adalah penyebab sakit pinggang belakang yang paling umum terjadi. Kondisi tersebut dapat dipicu oleh sejumlah faktor, seperti kaku otot, memutar setengah tubuh secara tiba-tiba, menggerakkan badan terlalu kencang, hingga mengangkat barang terlalu berat.

Jika sedang keseleo atau terkilir, sebaiknya lakukan penanganan sesegera mungkin. Jika tidak, kondisinya bisa memburuk, seperti terjadi kejang otot, kram, hingga pembengkakan. Kompres air dingin atau es selama beberapa menit adalah pertolongan pertama yang dapat dilakukan.

Jika keseleo disertai rasa nyeri tak tertahankan, kamu bisa mengonsumsi obat anti-inflamasi seperti naproksen atau ibuprofen.

5. Kurang peregangan

Jika pinggang belakang tiba-tiba terasa sakit tanpa sebab, bisa jadi itu adalah tanda bahwa kamu kurang peregangan. Artinya, ototmu terlalu lama digunakan untuk beraktivitas tanpa mendapat istirahat.

Ada banyak hal yang dapat memicu kondisi ini, di antaranya adalah terlalu lama duduk atau berdiri, serta mengangkat benda terlalu berat. Peregangan ringan mungkin bisa dilakukan agar otot kembali rileks. Tapi, jangan terlalu memaksanya supaya tidak terkilir atau bahkan cedera.

Baca juga: Sakit Pinggang Sebelah Kanan, Mulai dari Masalah Otot hingga Tanda Gangguan Ginjal

6. Penyebab sakit pinggang belakang berupa skoliosis

Bentuk tulang pada kelainan skoliosis. Sumber foto: www.spineuniverse.com

Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang yang membentuk lengkungan tak wajar. Normalnya, tulang yang memanjang dari pinggul sampai belakang leher tersebut berbentuk garis vertikal.

Posisi pinggang yang berada di pangkal tulang belakang akan merasakan sakit tak tertahankan, terutama tubuh berada di posisi tertentu.

Meski menurut American Academy of Orthopaedic Surgoens skoliosis paling sering terjadi pada anak-anak, nyatanya orang dewasa juga bisa mengalami kelainan ini.

Skoliosis biasanya ditangani dengan prosedur bedah fusi, yaitu menggabungkan dua atau lebih bagian tulang agar strukturnya kembali lurus membentuk garis vertikal.

Nah, itulah enam penyebab sakit pinggang belakang yang perlu kamu tahu. Tetap perhatikan setiap gerak tubuhmu untuk meminimalkan terjadinya kondisi ini, ya!

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

  1. Medical News Today, diakses 25 Juli 2020, What can cause lower back pain?
  2. Healthline, diakses 11 Juli 2020, What You Should Know About Low Back Pain.
  3. Prevention.com, diakses 25 Juli 2020, 8 Reasons Why You May Have Lower Back Pain.
  4. NHS UK, diakses 11 Juli 2020, Back pain in pregnancy.
  5. American Academy of Orthopaedic Surgoens, diakses 25 Juli 2020, Idiopathic Scoliosis in Children and Adolescents.

    register-docotr