Info Sehat

Ini Beberapa Penyebab Mata Merah yang Perlu Kamu tahu

May 16, 2020 | Ahmad Ridwan
feature image

Salah satu gangguan yang sering terjadi pada mata adalah mata merah. Mata merah biasanya menyebabkan mata menjadi perih dan berair. Penyebab mata merah pun beragam, tergantung pada kondisi tubuh kamu.

Nah, berikut adalah beberapa penyebab mata merah yang perlu kamu waspadai.

1. Kurang tidur

Beberapa orang menganggap sepele masalah yang ditimbulkan akibat kurang tidur, padahal jika dibiarkan dapat mengakibatkan timbulnya penyakit. Salah satu masalah tersebut adalah mata yang menjadi merah.

Kurang tidur menyebabkan mata kekurangan oksigen sehingga mata pun menjadi merah. Selain menyebabkan mata merah, kantung mata juga akan menjadi lebih hitam. Tidurlah setidaknya 6 jam dalam sehari untuk menjaga mata agar tetap optimal ketika digunakan.

2. Alergi

Alergi juga dapat menyebabkan mata menjadi merah. Ketika kamu terpapar dengan pemicu alergi, maka tubuh secara otomatis akan mengeluarkan zat histamin yang mana berfungsi sebagai zat kekebalan tubuh.

Zat ini hanya akan dikeluarkan jika tubuh menolak yang dianggap sebagai zat asing yang berbahaya seperti bulu kucing, serbuk bunga, debu, bulu binatang, atau makeup.

Ketika zat histamin dilepaskan, maka tubuh akan bereaksi dengan memperlebar pembuluh darah, termasuk pembuluh darah pada mata. Hal inilah yang membuat mata menjadi merah.

3. Mata kering

Mata yang kering biasanya terjadi akibat kondisi lingkungan sekitar yang kurang lembab. Biasanya terjadi pada ruangan tertutup yang menggunakan penyejuk udara atau air conditioner (AC).

Kondisi lingkungan yang terlalu kering akan menyebabkan mata kehilangan lebih banyak cairan mata.

Kurangnya cairan mata membuat mata harus bekerja lebih keras lagi untuk melihat suatu objek. Kinerja mata yang dipaksa akhirnya menyebabkan mata menjadi merah.

4. Konjungtivitis

Kondisi lain yang dapat menyebabkan mata menjadi merah adalah konjungtivitis. Konjungtivitis adalah salah satu penyakit mata yang dapat menular.

Konjungtivitis atau pink eye adalah infeksi yang terjadi pada selaput membran yang terdapat pada bola mata dan kelopak mata bagian dalam.

Infeksi ini menyebabkan pembuluh darah menjadi bengkak akibat iritasi. Selain itu, mata juga akan menjadi berair dan belekan.

Untuk menangani konjungtivitis, sebaiknya konsultasikan ke dokter mata karena konjungtivitis sendiri terdiri dari beberapa jenis dengan pengobatan yang berbeda-beda pula.

5. Mata lelah

Jika kamu melakukan aktivitas yang membutuhkan penggunaan mata dalam waktu lama, maka sangat mungkin untuk terkena mata merah. Misalnya menonton televisi, bekerja dengan komputer, atau menggunakan ponsel.

Terlalu lama menatap layar tersebut akan membuat mata menjadi jarang berkedip, padahal kedipan mata yang akan melumasi mata agar tidak mudah kering.

Penggunaan mata secara berlebihan tanpa istirahat ini sebenarnya sangat berbahaya dalam jangka panjang karena dapat menyebabkan mata menjadi rabun.

Bagi kamu yang memiliki tuntutan untuk bekerja di depan layar dalam waktu lama, sebaiknya gunakan metode 20-20-20 agar mata tidak mudah lelah.

Metode 20-20-20 adalah metode di mana setelah mata menatap layar selama 20 menit, arahkan pandangan ke salah satu objek yang berjarak 20 kaki atau 6 meter dan tatap selama 20 detik.

Cara ini akan membantu menguatkan otot mata dan mencegah mata menjadi rabun. Lakukan berulang kali setiap kali harus menatap layar dalam waktu lama. Gunakan pula obat tetes mata untuk melembabkan mata agar mata kembali segar.

6. Trauma

Trauma atau cedera pada mata juga dapat menyebabkan mata menjadi merah. Goresan kecil pada mata atau bekas luka operasi mata akan membuat pembuluh darah pada mata menjadi lebih lebar.

Hal ini dikarenakan proses penyembuhan membutuhkan aliran darah yang cukup banyak.

Masuknya benda asing seperti debu pada mata juga dapat membuat mata menjadi lecet atau iritasi sehingga mata menjadi merah. Jangan menggosok mata jika terjadi hal seperti ini karena dapat mengakibatkan mata mengalami iritasi yang lebih parah.

7. Uveitis

Uveitis adalah salah satu penyakit pada mata berupa peradangan pada lapisan tengah mata. Penyakit ini menjadi pertanda adanya suatu penyakit lain seperti radang sendi, radang dinding pembuluh darah, psoriasis, dan lainnya.

Uveitis tak hanya menyebabkan mata menjadi merah, namun juga akan membuat mata menjadi nyeri, pandangan kabur, dan terkadang terdapat titik kecil yang menghalangi pandangan.

Mata yang merah memang tidak seharusnya membuat kamu panik, namun jika diiringi dengan gejala lain seperti nyeri dan berlangsung lama, maka sebaiknya segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Medscape (2019). Diakses 12 Oktober 2019. Red Eye

Medscape (2018). Diakses 12 Oktober 2019. Seeing Red: Five Eye Diagnoses Not to Miss

Medscape (2017). Diakses 12 Oktober 2019. Nongranulomatous Iritis (Anterior Uveitis)

WebMD. Diakses 12 Oktober 2019. Why Are My Eyes Red?

    register-docotr