Info Sehat

5 Penyebab Lutut Berbunyi yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

November 29, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pernahkah kamu mendengar bunyi ‘krek’ pada lutut ketika sedang digerakkan? Sebagian orang khawatir dengan bunyi itu, apalagi jika muncul terlalu sering. Penyebab lutut berbunyi ada banyak, tapi masih berhubungan dengan kondisi persendian di area tersebut.

Lalu, apa saja faktor yang bisa menyebabkan lutut mengeluarkan bunyi? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan berikut ini.

Serba-serbi tentang kondisi lutut berbunyi

Dalam dunia medis, bunyi pada lutut disebut dengan krepitasi. Istilah ini diambil dari kata dalam bahasa Yunani, crepitus, yang memiliki arti gemeretak. Krepitasi lutut dapat dialami pada semua orang, meski lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia.

Mengutip dari Medical News Today, kebanyakan kasus krepitasi lutut tidak berbahaya. Tapi jika terjadi setelah trauma atau timbul nyeri dan bengkak, penanganan medis mungkin diperlukan.

Mengenal struktur lutut

Untuk memahami bagaimana krepitasi bisa terjadi, kamu perlu mengetahui lebih dulu tentang struktur lutut itu sendiri. Lutut adalah sendi terbesar di dalam tubuh yang terdiri dari tiga tulang, yaitu tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan tempurung (patella).

Tempurung lutut terletak di alur yang sama dengan tulang paha (trochlea). Saat kamu menekuk atau meluruskan kembali lutut, patella bergerak maju dan mundur di dalam alur ini. Agar tidak terasa sakit, jaringan lunak bertugas memberi bantalan dan perlindungan.

Di antara tulang paha dan tulang kering, terdapat komponen lain berbentuk C yang disebut meniskus. Ini memungkinkan tulang untuk bergerak dengan baik satu sama lain.

Sedangkan di lapisan luar, terdapat membran sinovial yang berfungsi memberi cairan ‘pelumas’ agar sendi mudah bergerak.

Di bawah tempurung ada lapisan tulang rawan yang bergesekan dengan ujung tulang paha di sekitar trochlear. Nah, di sinilah biasanya krepitasi atau bunyi ‘krek’ muncul.

Berbagai penyebab lutut berbunyi

Ada banyak faktor yang bisa membuat lutut mengeluarkan bunyi atau suara, mulai dari yang ringan seperti terperangkapnya udara hingga yang membutuhkan tindakan medis seperti kerusakan sendi. Berikut beberapa penyebab lutut berbunyi yang perlu kamu tahu:

1. Udara yang terperangkap

Adanya udara yang terperangkap dapat menjadi penyebab lutut berbunyi. Udara tersebut biasanya berasal dari rembesan yang bermula di jaringan lunak. Udara kemudian membentuk gelembung-gelembung kecil di sekitar membran sinovial.

Ketika kamu menekuk atau meregangkan lutut, gelembung udara dapat pecah hingga menimbulkan suara letupan atau seolah-olah tulang sedang retak. Terdengar mengkhawatirkan, tapi biasanya tidak berbahaya.

2. Kerusakan sendi

Penyebab lutut berbunyi berikutnya adalah jaringan sendi yang rusak. Pada kasus ini, perawatan medis mungkin diperlukan. Jika disertai rasa sakit, kemungkinan terdapat jaringan parut atau meniskus yang robek.

Selain itu, kondisi yang sama juga dapat mengindikasikan adanya otot tendon yang bergerak di atas tulang menonjol di dalam sendi lutut. Nyeri akut atau pembengkakan bisa menjadi tanda dari masalah yang lebih serius, seperti osteoarthritis atau sindrom patellofemoral.

3. Tulang rawan robek

Tulang rawan yang robek bisa menjadi penyebab lutut berbunyi. Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh aktivitas seperti olahraga yang mengharuskanmu untuk memutar lutut. Keadaan ini juga bisa terjadi ketika menipisnya meniskus seiring bertambahnya usia.

Gejala yang mungkin dirasakan adalah pembengkakan, lutut menjadi kaku, dan sulit untuk meregangkannya. Menurut American Academy of Orthopedic Surgeons, ketika tulang rawan robek, suara ‘krek’ mungkin akan lebih sering terdengar.

Biasanya, orang yang mengalami kondisi tersebut masih bisa menggunakan lututnya untuk bergerak atau berjalan. Tapi dalam 2 atau 3 hari ke depan, lutut mungkin akan menjadi lebih kaku dan sulit digerakkan.

4. Radang sendi

Krepitasi yang disertai nyeri bisa menjadi tanda awal dari radang sendi. Kondisi ini umumnya dipicu oleh sendi yang aus dan cenderung memburuk seiring bertambahnya usia. Radang sendi merupakan salah satu penyakit degeneratif, dipengaruhi oleh faktor usia.

Pada kasus radang sendi, tulang rawan yang menutupi ujung tulang di persendian akan menipis secara perlahan. Akibatnya, gesekan satu tulang dengan yang lain akan semakin terasa, hingga menimbulkan bunyi. Orang obesitas atau cedera di masa lalu juga dapat mengalami hal ini.

Baca juga: Mengenal Penyakit Arthritis, Radang Sendi Akibat Faktor Usia.

5. Efek operasi

Penyebab lutut berbunyi yang terakhir adalah efek dari operasi. Prosedur medis tersebut memungkinkan terjadinya perubahan kecil pada persendian lutut. Bunyi yang dihasilkan sudah muncul sebelum operasi. Tetapi kebanyakan orang mungkin lebih memerhatikannya setelahnya.

Tak perlu khawatir, kondisi itu tak membahayakan. Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, krepitasi setelah prosedur bedah tidak membawa dampak jangka panjang, meski pemulihannya dapat berlangsung lama.

Nah, itulah berbagai penyebab lutut berbunyi yang perlu kamu tahu. Jika tak disertai nyeri, seharusnya tidak ada yang perlu dicemaskan dari kondisi tersebut. Tapi jika sebaliknya, ada baiknya periksakan ke dokter sesegera mungkin, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 16 November 2020, Knee Noise: Crepitus and Popping Explained.
  2. Medical News Today, diakses 16 November 2020, What’s to know about crepitus of the knee?
  3. American Academy of Orthopedics Surgeons, diakses 16 November 2020, Meniscus Tears.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 16 November 2020, Knee crepitus is not associated with the occurrence of total knee replacement in knee osteoarthritis – a longitudinal study with data from the Osteoarthritis Initiative.

    register-docotr