Info Sehat

Jangan Anggap Sepele! Ini 5 Penyebab Karang Gigi yang Sering Diabaikan

August 1, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Selain bisa mengganggu penampilan, karang gigi dapat membuatmu tak percaya diri saat beraktivitas dengan banyak orang. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui apa saja penyebab karang gigi tersebut, sehingga kamu bisa mencegahnya agar tak memburuk.

Meski tidak mengancam nyawa, membiarkan karang gigi bisa berujung pada kondisi serius. Karang yang terus menebal dapat merusak struktur gigi, dan menyebabkan pengeroposan. Yuk, cari tahu apa saja penyebab karang gigi berikut ini.

Baca juga: Tidak Melulu Pakai Obat, Sejumlah Makanan Ini Bisa untuk Memutihkan Gigi!

Berbagai faktor penyebab karang gigi

Faktor penyebab karang gigi yang paling umum adalah menumpuknya sisa makanan dan minuman pada lapisan luar gigi. Lama-kelamaan, hal tersebut bisa menjadi lapisan baru menyerupai plak. Kondisi ini biasanya dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan buruk, seperti:

1. Jarang gosok gigi

Penyebab karang gigi yang pertama adalah kebiasaan jarang menggosoknya. Remah dari makanan dan kandungan dari minuman tertentu bisa menempel pada gigi, sehingga harus segera dibersihkan.

Jika sudah berubah menjadi plak, karang gigi akan lebih sulit dihilangkan. Plak ini biasanya berwarna putih hingga kekuningan, yang lama-kelamaan akan menebal dan mengeras.

Mengutip WebMD, gosok gigi minimal dua kali dalam sehari memang bisa meminimalkan pembentukan karang gigi. Tapi, pastikan semua bagian gigi tersikat dengan baik, termasuk pada setiap celah yang ada.

2. Penyebab karang gigi berupa makanan

Sering tak disadari, beberapa makanan ternyata bisa menjadi penyebab karang gigi, lho. Makanan manis dan asam misalnya, bisa meninggalkan ‘jejak’ di lapisan gigi bagian luar atau yang biasa disebut enamel.

Selain itu, soda juga dapat ikut andil dalam pembentukan karang gigi. Minuman berkarbonasi tersebut bersifat merusak, dapat mengikis lapisan enamel. Bahkan, menurut Wisconsin Dental Association, terlalu sering mengonsumsi minuman bersoda bisa menyebabkan gigi keropos.

Saat gigi sudah keropos, kamu akan sering merasakan nyeri. Salah satunya adalah ngilu ketika minum es atau makanan dingin. Di Indonesia, kondisi ini sering disebut dengan gigi sensitif.

3. Kurang minum air

Kurang minum air ternyata juga bisa menjadi penyebab karang gigi. Saat tubuh tidak memiliki cukup cairan, maka produksi air liur juga akan menurun. Akibatnya, mulit menjadi lebih kering dari biasanya.

Saat kadar air liur berkurang, bakteri penyebab karang gigi akan mudah berkembang, terutama pada lapisan enamel. Bakteri-bakteri tersebut bisa berasal dari makanan yang remahnya tertinggal di gigi.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, normalnya, jumlah rata-rata air liur pada orang dewasa per hari adalah 0,5 hingga 1,5 liter. Saat tubuh tidak memiliki asupan cairan mencukupi, jumlahnya bisa menurun drastis hingga 0,1 ml per menit.

4. Merokok adalah penyebab karang gigi

Karang gigi dapat terbentuk dari aktivitas merokok. Bagaimana bisa? Mengutip Dental Health Services Victoria, nikotin di produk rokok bisa mengurangi kadar air liur, yang kemudian menyebabkan mulut kering.

Seperti yang telah dijelaskan, mulut kering akan memudahkan bakteri pembentuk plak untuk berkembang. Akibatnya, noda kekuningan akan nampak jelas di lapisan enamel. Jika dibiarkan, warnanya bisa berubah menjadi lebih gelap, bahkan menghitam.

Untuk meminimalkan pembentukan plak, segera gosok gigi setelah merokok. Jangan lupa juga untuk membersihkan bagian sela gigi.

5. Efek samping obat

Banyak orang belum mengetahui fakta bahwa ternyata obat-obatan tertentu memiliki efek samping pada gigi.

American Dental Association menjelaskan, beberapa obat bekerja meredakan gejala suatu penyakit dengan mengurangi produksi air liur, seperti dekongestan, antihistamin, dan penurun tekanan darah.

Tidak hanya itu,obat untuk anak berbentuk sirop juga bisa mempercepat terbentuknya karang gigi. Ini karena sebagian besar obat sirop mengandung kadar gula yang tidak sedikit.

Asam pada gula sangat rentan untuk menempel pada enamel dan membentuk plak jika tidak segera dibersihkan.

Baca juga: Mau Tahu Cara Membersihkan Karang Gigi agar Tak Sering ke Dokter Gigi? Simak Langkah Berikut Ini!

Mencegah terbentuknya karang gigi

Menggosok gigi dengan benar bisa cegah terbentuknya karang. Sumber foto: www.choice-dental.com.au

Karang gigi biasanya membentuk lapisan baru di permukaan enamel. Tekstur yang keras membuatnya sulit untuk dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Menghilangkan atau membersihkan karang gigi biasanya dilakukan menggunakan prosedur medis.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan demi meminimalkan terbentuknya plak tersebut, yaitu dengan cara:

  • Rajin gosok gigi, minimal dua kali dalam sehari
  • Perhatikan rongga atau sela antar gigi saat menyikatnya
  • Gunakan obat kumur antibakteri
  • Membersihkan mulut dengan mendatangi dokter setiap enam bulan sekali
  • Batasi makanan dengan rasa asam dan manis
  • Perbanyak makan sayuran. Seledri dapat membantu air liur menetralkan zat asam pemicu plak.

Nah, itulah beberapa faktor penyebab karang gigi dan cara mencegahnya. Jika kamu melihat perubahan warna pada gigi atau terdapat lapisan baru di permukaan enamel, segera datangi dokter agar karang tersebut tak makin membesar dan menebal.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Dental.net, diakses 25 Juli 2020, What are the Causes of Plaque?
  2. WebMD, diakses 25 Juli 2020, Plaque and Your Teeth.
  3. WebMD, diakses 25 Juli 2020, Ways You Can Prevent Plaque Buildup.
  4. Healthline, diakses 25 Juli 2020, Smoking’s Effect on Teeth.
  5. Better Health Channel, diakses 25 Juli 2020, Teeth and medication.
  6. American Health Association, diakses 25 Juli 2020, How medications affect your oral health.
  7. DHSV.org.au, diakses 25 Juli 2020, How smoking affects your mouth.
  8. Wisconsin Dental Association, diakses 25 Juli 2020, Sip All Day, Get Decay.
  9. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 25 Juli 2020, Saliva between normal and pathological. Important factors in determining systemic and oral health.

    register-docotr