Info Sehat

Jangan Diabaikan, Ini Bahaya di Balik Cegukan Terus-menerus!

August 23, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Cegukan merupakan kondisi yang seringnya terjadi secara tiba-tiba. Untuk mengatasinya, biasanya kita akan meminum air. Namun, terkadang cegukan dapat terjadi secara terus-menerus.

Bagi kebanyakan orang, cegukan biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit saja dan bukanlah merupakan hal yang harus dikhawatirkan. Akan tetapi, jika cegukan terjadi lebih lama dan bahkan lebih dari dua hari, itu bisa dianggap kronis.

Nah untuk itu, yuk ketahui apa saja penyebab dan pengobatan yang dapat dilakukan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi yang Ampuh

Apa itu cegukan?

Cegukan adalah kontraksi otot diafragma yang berulang dan tidak dapat terkendali. Diafragma sendiri merupakan otot tepat di bawah paru-paru. Ini menandai batas antara dada dan perut.

Diafragma berfungsi untuk mengatur pernapasan. Ketika diafragma berkontraksi, paru-paru mengambil oksigen. Ketika diafragma rileks, paru-paru akan melepaskan karbon dioksida.

Setelah kontraski yang tidak disengaja, pita suara akan menutup dengan cepat. Inilah yang menyebabkan suara yang datang dengan cegukan.

Apa penyebab cegukan terus-menerus?

Cegukan dapat terjadi jika kita mengonsumsi makanan dalam porsi besar, mengonsumsi minuman berkarbonasi, atau bahkan merasa gembira secara mendadak. Dalam beberapa kasus, cegukan mungkin saja merupakan tanda dari kondisi yang mendasarinya.

Dikutip dari Healthline, kebanyakan cegukan yang menetap disebabkan oleh cedera atau iritasi pada saraf vagus atau frenikus. Saraf vagus dan frenikus sendiri merupakan saraf yang mengatur diafragma. Keduanya mungkin saja dapat dipengaruhi oleh:

  • Iritasi pada gendang telinga
  • Iritasi atau rasa nyeri pada tenggorokan
  • Gondok (pembesaran kelenjar tiroid)
  • Gastroesophageal Reflux (GERD), yakni kondisi di mana asam lambung naik ke kerongkongan
  • Tumor atau kista esofagus

Beberapa penyebab lain yang dapat menyebabkan cegukan kronis adalah:

  • Operasi perut yang baru saja terjadi
  • Anestesi umum
  • Penyakit kerongkongan, lambung, usus, ginjal, hati, atau bahkan tumor dan kanker
  • Lesi pada otak atau sumsum tulang belakang
  • Kejang pada batang otak
  • Pneumonia

Penyebab lain yang juga dapat menyebabkan cegukan berkepanjangan ialah:

  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan
  • Penggunaan tembakau
  • Diabetes
  • Ketidakseimbangan elektrolit
  • Gagal ginjal
  • Pengobatan kemoterapi
  • Penyakit parkinson

Apakah cegukan terus-menerus berbahaya?

Cegukan terus menerus tidak boleh dibiarkan dan harus segera diobati. Cegukan yang terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang dapat membuatmu merasa tidak nyaman dan bahkan dapat berbahaya bagi kesehatanmu.

Cegukan yang terjadi berkepanjangan merupakan kondisi yang lebih serius dibandingkan dengan cegukan biasa. Kondisi ini harus memerlukan penanganan yang tepat dari dokter.

Jika tidak segera ditangani, cegukan terus-menerus dapat mengganggu pola tidur dan makan, hal ini dapat menyebabkan:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Malnutrisi
  • Kehilangan berat badan
  • Dehidrasi

Oleh karena itu, agar tidak menyebabkan kondisi yang lebih serius, sebaiknya segeralah hubungi dokter jika kamu mengalami hal ini.

Bagaimana cara mengatasi cegukan terus-menerus?

Mengatasi cegukan berkepanjangan yang terjadi secara terus-menerus membutuhkan penanganan yang lebih dari sekadar meminum air saja.

Kondisi ini dapat membahayakan kesehatan dan bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Penanganannya pun membutuhkan bantuan ahli.

Biasanya, cegukan yang terjadi berkepanjangan ini tidak dapat diobati sendiri di rumah. Pengobatannya pun disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah cara mengatasi cegukan terus menerus yang perlu kamu tahu:

Mengonsumsi obat-obatan tertentu

Pengobatan pertama yang dapat kamu lakukan adalah dengan mengonsumsi obat yang sudah diresepkan dokter. Obat-obatan ini dapat termasuk:

  • Baclofen
  • Chlorpromazine
  • Metoclopramide

Operasi dan prosedur lainnya

Jika mengonsumsi obat-obatan tidak efektif, dokter mungkin saja akan merekomendasikan suntikan anestesi untuk memblokir saraf frensikus yang dilakukan guna untuk menghentikan cegukan.

Pilihan lain yang dapat dilakukan adalah dengan membedah implan perangkat yang dioperasikan dengan baterei untuk memberikan stimulasi listrik ringan ke saraf vagus.

Prosedur tersebut biasanya digunakan untuk mengobati epilepsi, namun juga dapat membantu mengobati cegukan berkepanjangan.

Tak hanya kedua pengobatan itu saja, kamu juga dapat melakukan pengobatan lainnya, seperti akupunktur.

Cegukan memang merupakan hal yang sering terjadi, namun jika cegukan berlangsung lebih lama kondisi ini tidak boleh diabaikan. Maka dari itu, segeralah hubungi dokter untuk penanganan yang tepat, ya.

Punya pertanyaan lain terkait dengan masalah ini? Silakan chat kami melalui melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 18 Agustus 2020. Chronic Hiccups

Healthline (2015). Diakses pada 18 Agustus 2020. Everything You Need to Know About Hiccups 

Mayo Clinic (2017). Diakses pada 18 Agustus 2020. Hiccups 

    register-docotr