Info Sehat

Demam Naik Turun? Mungkin Kamu Mengalami Tiga Penyakit Ini

September 19, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Demam naik turun dapat menjadi suatu pertanda adanya gangguan kesehatan. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele dan harus segera diobati. Lantas, apa penyebab sebenarnya demam naik turun?

Demam adalah peningkatan sementara suhu tubuh, kondisi ini biasanya menjadi tanda bahwa sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi di dalam tubuh. Seseorang dikatakan mengalami demam jika memiliki suhu tubuh di atas 37,5 °C.

Baca juga: Si Kecil Demam, Kompres Pakai Air Hangat atau Plester, Mana Lebih Efektif?

Penyebab demam naik turun

Ketika infeksi terjadi, sistem kekebalan tubuh akan memberikan serangan untuk mencoba menghilangkan penyebab. Suhu tubuh yang tinggi adalah bagian normal dari reaksi ini.

Saat suhu tubuh meningkat, seseorang mungkin akan merasa kedinginan sampai suhu turun dan berhenti naik melewati batas normal. Hal ini seringkali dikenal dengan istilah ‘meriang’.

Demam atau peningkatan suhu tubuh dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti virus, infeksi bakteri, kelelahan karena panas, atau bahkan suatu kondisi peradangan tertentu.

Demam biasanya akan hilang dengan sendirinya atau dengan bantuan obat-obatan penurun panas, baik yang dapat dibeli di apotek maupun yang diresepkan oleh dokter.

Tetapi, jika demam naik turun terjadi, kamu harus mewaspadai hal ini karena bisa saja menjadi suatu gejala dari penyakit tertentu. Dilansir dari berbagai sumber, berikut adalah penyakit yang menyebabkan gejala demam naik turun.

1. Demam typhoid

Demam typhoid atau yang lebih dikenal dengan tifus merupakan salah satu penyakit yang memiliki demam naik turun sebagai gejalanya. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi.

Tifus sendiri dapat menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau melalui kontak dekat sengan seseorang yang terinfeksi. Tanda dan gejala dari kondisi ini cenderung berkembang secara bertahap dan seringkali muncul satu atau tiga minggu setelah terpapar bakteri.

Adapun tanda dan gejala tifus yakni:

  • Demam naik turun yang dapat terjadi setiap hari, kemungkinan dapat mencapai 40,5°C
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Berkeringat
  • Batuk kering
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan turun
  • Diare atau sembelit

Tifus dapat diobati dengan beberapa antibiotik yang diresepkan, ini merupakan satu-satunya pengobatan yang efektif untuk mengobati kondisi tersebut. Tifus tidak boleh dibiarkan, karena jika tidak diobati kondisi ini dapat menimbulkna komplikasi serius.

2. Malaria

Malaria adalah penyakit yang juga memiliki gejala demam naik turun. Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit tersebut ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk.

Seseorang yang mengalami malaria biasanya merasa sangat kesakitan dengan disertai demam tinggi dan menggigil. Malaria jarang terjadi di dareah beriklim sedang, namun penyakit ini masih umum terjadi di negara tropis dan subtropis.

Beberapa gejala yang dapat terjadi akibat malaria di antaranya adalah:

  • Demam
  • Meriang
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah
  • Nyeri otot dan kelelahan

Pengobatan malaria bergantung pada jenis parasit malaria, keparahan dari gejala, usia, serta apakah kamu hamil atau tidak. Biasanya pengobatannya meliputi pemberian obat yang diresepkan untuk membunuh parasit.

3. Demam berdarah

Demam naik turun merupakan gejala yang paling terlihat pada penyakit demam berdarah. Virus dengue ditularkan oleh nyamuk betina terutama dari spesies Aedes aegypti.

Gejala demam berdarah biasanya berlangsung selama 2-7 hari, setelah masa inkubasi, yakni 4-10 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Adapun gejala yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah:

  • Demam tinggi (dapat mencapai 40°C)
  • Sakit kepala yang parah
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Pembengkakan kelenjar
  • Munculnya bintik-bintik merah

Demam berdarah harus segera diobati, pengobatannya biasanya meliputi pemberian obat untuk mengurangi gejala yang disertai dengan memperbanyak konsumsi cairan dan istirahat.

Baca juga: Jangan Keliru, Kenali Ciri Khas Bintik Demam Berdarah Berikut Ini

Bagaimana cara mengatasi demam naik turun?

Untuk mengatasi demam naik turun, sangat disarankan untuk berkunjung ke dokter untuk menemukan penyebab yang tepat dari kondisi ini. Meskipun demikian, kamu juga dapat melakukan beberapa cara yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi gejala demam, seperti:

  • Memenuhi asupan cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi
  • Perbanyak istirahat
  • Gunakan pakaian tipis
  • Mandi dengan air hangat atau gunakan kompres dingin untuk membuatmu lebih nyaman
  • Konsumsi obat penurun panas, seperti acetaminophen atau ibuprofen
  • Perbanyak konsumsi makanan bergizi

Demam naik turun dapat membuat tidak nyaman atau bahkan membuat kamu sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Sangat penting untuk mengobati demam sesegera mungkin sebelum timbulnya masalah lebih serius.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2016). Diakses pada 16 September 2020. What You Need to Know About Breaking a Fever 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 16 September 2020. Typhoid Fever 

Mayo Clinic (2018). Diakses pada 16 September 2020. Malaria 

World Health Organization (2020). Diakses pada 16 September 2020. Dengue and Severe Dengue 

    register-docotr