Info Sehat

Yuk, Ketahui 6 Penyebab Berat Badan Kamu Turun Drastis

May 16, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyebab berat badan turun drastis ternyata tidak bisa dianggap enteng lho. Hal ini adalah bentuk sinyal dari tubuhmu yang sedang mengalami gangguan tertentu.

Jika kamu tidak sedang menjalani program diet tetapi berat badanmu turun drastis, kamu harus waspada bisa jadi penyakit yang serius sedang mengintaimu. 

Berikut penyebab berat badan turun secara drastis yang perlu kamu tahu.

1. Hilangnya massa otot

Kehilangan otot, atau pengecilan otot, dapat menjadi penyebab penurunan berat badan yang tidak terduga. Tentunya, jika kamu kehilangan massa otot, kamu pun akan kehilangan berat badan.

Hal ini mungkin saja terjadi jika seseorang tidak menggunakan otot untuk sementara waktu. Contoh paling umum bakal terjadi pada orang yang tidak berolahraga, beraktivitas di meja kerja, atau terbaring di tempat tidur.

Kehilangan massa otot dapat dicegah dengan mengonsumsi nutrisi yang tepat dan olahraga teratur. Kamu dapat mengonsumsi protein yang cukup untuk membantu tubuh menjalankan fungsi-fungsinya.

2. Depresi

Kehilangan nafsu makan adalah efek samping umum dari depresi klinis, dan yang dapat mendorong penurunan berat badan.

Depresi mempengaruhi bagian otak yang mengendalikan nafsu makan. Penelitian menunjukkan bahwa depresi memengaruhi kinerja fungsi saluran gastrointestinal (GI).

3. Rheumatoid arthritis

Rheumatoid arthritis adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, menyerang lapisan sendi, dan menyebabkan peradangan. Gejala penyakit ini akan terlihat saat persendian terasa kaku jika seseorang tak bergerak selama satu jam atau lebih.

Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada usus pengidapnya, yang bisa mengacaukan penyerapan nutrisi. Infeksi dari peradangan pun dapat melumpuhkan nafsu makan penderita dan menyebabkan penurunan berat badan.

Penurunan berat badan juga dapat terjadi karena peradangan kronis yang menyebabkan tubuh menggunakan lebih banyak energi dan mempercepat metabolisme sehingga mengurangi berat badan kamu.

Baca juga:Mengenal Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

4. Kelenjar tiroid yang terlalu aktif

Penurunan berat badan adalah gejala umum hipertiroidisme atau penyakit yang terjadi akibat tiroid yang terlalu aktif. Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu di leher yang berfungsi untuk menghasilkan hormon.

Hipertiroidisme atau tiroid yang terlalu aktif, terjadi ketika kelenjar tiroid di tubuh kamu menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid. Hormon-hormon ini mengendalikan banyak fungsi dalam tubuh, termasuk metabolisme.

Kelebihan hormon-hormon ini pula yang menyebabkan tubuh membakar lebih banyak energi daripada biasanya yang menyebabkan penurunan berat badan yang tidak disengaja atau tidak dapat dijelaskan. 

5. Radang usus

Inflammatory bowel disease (IBS) atau radang usus adalah istilah yang mencakup beberapa gangguan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Dua jenis yang paling umum adalah penyakit crohn dan kolitis ulserativa.

Penyakit ini dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dengan baik atau menyerap nutrisi, yang dapat menyebabkan kekurangan gizi.

Jika sudah kronis, radang usus dapat menimbulkan kondisi katabolic pada tubuh yang berarti ia akan terus-menerus menghabiskan energi.

Selain itu, radang usus juga mengganggu ghrelin yakni hormon lapar, dan leptin yakni hormon kenyang. Hal ini pula menyebabkan penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan.

6. Kanker

Memiliki penyakit kanker mungkin menjadi salah satu penyebab seseorang kehilangan berat badannya secara drastis. Kanker mengacu pada penyakit apa pun di mana sel-sel abnormal dan bermutasi dengan cepat berlipat ganda dan akhirnya menyerang jaringan sehat.

Menurut American Cancer Society, salah satu tanda pertama mungkin penurunan berat badan yang sebesar 10 pon atau sekitar 4 kilogram bahkan lebih dengan alasan yang tidak dapat dijelaskan.

Penurunan berat badan terutama terjadi pada kanker paru-paru dan kanker yang memengaruhi saluran pencernaan. Peradangan akibat kanker menyebabkan otot mengecil dan mengganggu hormon pengatur nafsu makan. 

Tumor yang tumbuh juga dapat menambah energi yang dibakar tubuh kamu, walaupun saat sedang beristirahat, lho.

Jika kamu sedang mengalami penurunan berat badan secara drastis, ada baiknya kamu segera konsultasi ke dokter, ya. Dengan begitu, kamu bisa tahu alasan pasti mengenai kondisi kesehatanmu.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

    register-docotr