Info Sehat

Ini Rentetan Penyakit Paru yang Kerap Muncul di Indonesia

October 1, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penyakit paru-paru merupakan salah satu kondisi medis paling umum dan bisa diakibatkan oleh berbagai hal, lho! Nah, sebagian besar penyakit paru-paru diakibatkan oleh kebiasaan buruk seperti merokok, infeksi, dan faktor gen.

Perlu diketahui, paru-paru termasuk sistem tubuh yang kompleks di mana akan mengembang dan mengendur ribuan kali setiap hari untuk membawa oksigen serta mengeluarkan karbon dioksida. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak penjelasan mengenai penyakit paru-paru berikut ini.

Baca juga: Nyeri Tak Tertahan di Dada? Ini Dia Gejala Angina yang Perlu Diwaspadai!

Penyakit paru-paru yang umum terjadi di Indonesia

Dikutip dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, terdapat lima jenis penyakit paru-paru yang paling sering menyebabkan kematian. Beberapa jenis penyakit paru-paru yang umum terjadi di Indonesia, antara lain:

Penyakit paru obstruktif kronik atau PPOK

Penyakit paru obstruktif kronik atau biasa disebut dengan PPOK adalah jenis paling umum seperti emfisema dan bronkitis kronis. Banyak orang dengan PPOK akan memiliki kedua kondisi ini.

Emfisema secara perlahan bisa menghancurkan kantung udara di paru sehingga akan mengganggu aliran udara yang akan keluar. Sementara bronkitis umumnya akan menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran bronkial yang memungkinkan pembentukan lendir.

Penyakit satu ini biasanya membutuhkan waktu lama untuk berkembang karena penyebabnya adalah kebiasaan merokok atau paparan bahan kimia iritan jangka panjang.

Gejalanya mungkin ringan pada awalnya, berupa batuk intermiten dan sesak napas, namun akan menjadi lebih konstan seiring waktu.

Perawatan dapat meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan umumnya memperlambat perkembangan penyakit. Penderitanya juga perlu melakukan perubahan gaya hidup untuk membantu meringankan gejala atau memberikan kelegaan.

Asma

Asma merupakan kondisi jangka panjang yang umumnya memengaruhi saluran udara. Tak hanya itu, kondisi ini juga melibatkan peradangan dan penyempitan di dalam paru-paru karena membatasi suplai udara.

Seseorang dengan asma mungkin akan mengalami sesak di dada, megi, batuk, dan peningkatan produksi lendir. Serangan asma terjadi ketika gejalanya semakin parah di mana dapat dimulai secara tiba-tiba dan berkisar dari ringan hingga mengancam nyawa.

Terdapat beberapa penyebab dari penyakit paru-paru satu ini, yaitu kehamilan, kegemukan, alergi, kebiasaan merokok, stres, faktor hormonal, hingga genetik. Karena itu, biasanya dokter akan menanyakan gejala serta riwayat kesehatan saat pemeriksaan fisik dilakukan.

Tuberkulosis atau TB

Penyakit paru-paru satu ini terjadi akibat infeksi menular yang bisa menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti otak dan tulang belakang. Penyebab dari penyakit tuberkulosis adalah mycobacterium.

Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui cairan ketika pilek atau flu sehingga penularan mudah terjadi jika bersentuhan dengan penderitanya.

Seseorang lebih mungkin terkena TB jika orang terdekat mengidap tuberkulosis aktif, seorang perokok, dan memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Infeksi tuberkulosis dapat menyebabkan komplikasi, seperti kerusakan sendi, infeksi tulang, sumsum tulang belakang, masalah hati, dan peradangan jaringan di sekitar jantung.

Untuk itu, tuberkulosis bisa dicegah dengan mengonsumsi semua obat yang diberikan dokter, kenakan masker selama perawatan, dan hindari keramaian.

Pneumonia

Pneumonia merupakan pembengkakan atau peradangan jaringan di salah satu atau kedua paru-paru. Biasanya, penyakit paru-paru ini diakibatkan oleh infeksi bakteri di mana gejalanya dapat berkembang secara tiba-tiba dalam waktu 24 hingga 48 jam.

Gejala umum pneumonia, meliputi batuk, kesulitan bernapas, detak jantung cepat, kehilangan selera makan, nyeri dada, dan suhu tinggi. Pneumonia dapat menyerang orang dari berbagai golongan usia, baik muda ataupun orang tua.

Karena itu, peningkatan risiko terkena pneumonia bisa terjadi pada bayi atau anak kecil, orang yang merokok, memiliki sistem kekebalan lemah, dan mengidap HIV/AIDS. Pneumonia ringan umumnya dapat diobati dengan banyak istirahat, minum antibiotik, dan perbanyak minum cairan.

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru terjadi akibat kelainan pada unit dasar kehidupan tubuh, yakni sel. Gangguan ini disebabkan oleh pertumbuhan sel dalam pembelahan yang tidak terkendali dan proliferasi sel yang akhirnya membentuk massa atau dikenal juga sebagai tumor.

Nah, tumor ini bisa dibedakan menjadi jinak yang bisa disembuhkan dan ganas atau kanker yang susah disembuhkan. Kanker paru-paru ini cenderung menyebar atau bermetastasis sangat dini sehingga mengancam jiwa karena sulit diobati.

Kanker paru-paru merupakan penyebab kematian paling umum baik pada pria maupun wanita. Beberapa penyebab kanker satu ini adalah merokok baik secara aktif maupun pasif, paparan serat asbes, terpapar polusi, paparan gas radon.

Baca juga: Pantangan Kolesterol yang Wajib Diketahui, Mulai dari Makanan hingga Gaya Hidup!

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (2018), diakses 29 September 2020. Hati hati! Ini Dia 5 Penyakit Paru yang Paling Banyak Menyebabkan Kematian
  2. Webmd (2020), diakses 29 September 2020. Lung Diseases Overview
  3. Healthline (2019), diakses 29 September 2020. Everything You Need to Know About Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)
  4. Medical News Today (2020), diakses 29 September 2020. Types, causes, and diagnosis of asthma
  5. Webmd (2020), diakses 29 September 2020. Tuberculosis (TB)
  6. NHS (2019), diakses 29 September 2020. Pneumonia
  7. Medicinenet (2019), diakses 29 September 2020. Lung Cancer
    register-docotr