Info Sehat

7 Jenis Penyakit Degeneratif pada Lansia: Diabetes hingga Osteoporosis

December 21, 2020 | Muhammad Hanif S.
feature image

Penyakit degeneratif pada lansia biasanya menyerang orang-orang berusia 65 tahun ke atas. Penyebab utamanya adalah penurunan fungsi dan kinerja sejumlah organ, sel, dan komponen penting lain pada tubuh.

Meski begitu, menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, belakangan ini, penyakit degeneratif juga mulai mengincar anak muda. Pola dan gaya hidup merupakan faktor utama pemicunya.

Lalu, apa saja penyakit degeneratif yang umum terjadi pada lansia? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Daftar penyakit degeneratif pada lansia

Penyakit degeneratif memiliki banyak jenis, bisa menyerang sistem saraf, tulang, persendian, dan bagian lainnya dalam tubuh. Berikut daftar penyakit degeneratif pada lansia yang paling umum:

1. Diabetes

Penyakit degeneratif pada lansia yang pertama adalah diabetes. Berdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diabetes telah memengaruhi sekitar 25 persen dari total jumlah lansia secara keseluruhan.

Diabetes merupakan penyakit kronis jangka panjang yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa dalam darah.

Mengutip dari Mayo Clinic, penderita diabetes biasanya menunjukkan gejala seperti mudah haus, sering buang air kecil, sering merasa lapar, mudah lelah, penglihatan kabur, luka yang sulit sembuh, hingga rentan terkena infeksi.

2. Radang sendi

Radang sendi atau arthritis adalah penyakit degeneratif pada lansia yang paling sering terjadi, biasanya menyerang orang berusia di atas 65 tahun. Bahkan, CDC memperkirakan bahwa arthritis telah memengaruhi 49,7 persen dari seluruh lansia.

Dikutip dari Mayo Clinic, arthritis adalah peradangan pada satu atau lebih persendian. Penyakit ini memiliki gejala seperti pembengkakan, ruam kemerahan, dan nyeri tak tertahankan ketika area sendi digerakkan.

Baca juga: Mengenal Penyakit Arthritis, Radang Sendi Akibat Faktor Usia

3. Penyakit jantung

Penyakit degeneratif pada lansia berikutnya adalah gangguan jantung. Menurut data CDC, penyakit jantung adalah pembunuh utama orang dewasa di atas 65 tahun, yang tren kasusnya cenderung meningkat setiap tahun.

Penyakit jantung muncul akibat penurunan fungsi dari organ tersebut, biasanya merupakan komplikasi dari sejumlah gangguan kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kadar kolesterol tinggi.

4. Kanker

CDC menyatakan, kanker merupakan penyebab kematian kedua tertinggi pada orang-orang berusia di atas 65 tahun setelah penyakit jantung. Penyakit degeneratif yang satu ini dipicu oleh berkembangnya sel abnormal yang menginvasi jaringan tubuh yang sehat.

Meski begitu, tak semua kanker berujung pada kematian. Jika diketahui lebih awal melalui pemeriksaan seperti mammogram, kolonoskopi, dan deteksi kulit, jenis kanker tertentu mungkin lebih mudah diatasi.

5. Gangguan saluran pernapasan

Penyakit degeneratif selanjutnya adalah gangguan saluran pernapasan. CDC melaporkan, gangguan saluran pernapasan seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) telah menjadi penyebab kematian nomor tiga di antara orang berusia 65 tahun ke atas.

Selain penurunan fungsi dari organ pada sistem pernapasan, penyakit tersebut bisa muncul akibat penumpukan dari beberapa zat atau komponen berbahaya, misalnya paparan timbal, asap, polusi, dan bahan kimia berbahaya lainnya.

6. Osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi ketika kepadatan tulang mulai menurun sehingga rentan untuk keropos.

Berdasarkan data International Osteoporosis Foundation, seperti dilansir dari sebuah studi yang terbit pada European Journal of Rheumatology, osteoporosis telah menyerang 200 juta lansia di tingkat global.

Mengutip dari Mayo Clinic, osteoporosis sering kali tak menunjukkan gejala di awal. Namun, seiring berjalannya waktu, tanda-tandanya yang muncul berupa nyeri punggung dan perubahan postur tubuh. Jika tak ditangani, osteoporosis bisa menyebabkan patah tulang.

Baca juga: 5 Jenis Kelainan Tulang yang Sering Terjadi di Indonesia, Apa Saja?

7. Gangguan saraf

Selain sendi, tulang, dan organ kardiovaskular, penyakit degeneratif pada lansia juga bisa menyerang sistem saraf pusat di otak. Alzheimer misalnya, disebabkan oleh penurunan fungsi dari sel-sel saraf otak yang dapat memengaruhi perilaku dan kemampuan terampil seseorang.

Pada kasus yang parah, alzheimer bisa berubah menjadi demensia, yaitu rusaknya sel saraf di otak (biasanya secara permanen). Penyakit tersebut menyebabkan penderitanya sulit mengingat (pikun) dan berpikir.

Nah, itulah tujuh penyakit degeneratif pada lansia yang perlu kamu tahu. Untuk meminimalkan risikonya, kamu bisa terapkan pola hidup sehat dengan olahraga seimbang mulai sekarang, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Everyday Health, diakses 15 Desember 2020, The 15 Most Common Health Concerns for Seniors.
  2. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Desember 2020, Age-Related Diseases and Clinical and Public Health Implications for the 85 Years Old and Over Population.
  3. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Desember 2020, Morphological Changes in Degenerative Disc Disease on Magnetic Resonance Imaging: Comparison Between Young and Elderly.
  4. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 15 Desember 2020, An overview and management of osteoporosis.
  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Desember 2020, New CDC report: More than 100 million Americans have diabetes or prediabetes.
  6. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Desember 2020, Arthritis-Related Statistics.
  7. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Desember 2020, Heart Disease Facts.
  8. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Desember 2020, An Update on Cancer Deaths.
  9. Centers for Disease Control and Prevention (CDC), diakses 15 Desember 2020, Basics About COPD.
  10. Mayo Clinic, diakses 15 Desember 2020, Alzheimer’s disease.
  11. Mayo Clinic, diakses 15 Desember 2020, Arthritis.
  12. Mayo Clinic, diakses 15 Desember 2020, Diabetes.
  13. Mayo Clinic, diakses 15 Desember 2020, Osteoporosis.

    register-docotr