Info Sehat

Bisa Jadi Pertanda Kanker, Kenali Penyebab Trombosit Tinggi

June 29, 2020 | Anisya Fitrianti
feature image

Trombosit tinggi adalah suatu kondisi saat darah mengandung lebih banyak trombosit dari biasanya. Pada orang yang sehat, jumlah trombosit normal berkisar antara 150.000 – 450.000 trombosit per mikroliter darah. 

Di dalam tubuh, trombosit berperan penting dalam proses pembentukan gumpalan darah atau pembekuan darah. Trombosit merupakan partikel darah yang diproduksi di sumsum tulang bersama dengan jenis sel darah lainnya.

Trombosit berjalan melalui pembuluh darah dan membantu proses penggumpalan atau pembekuan untuk menghentikan perdarahan yang mungkin terjadi akibat pembuluh darah yang rusak. Namun saat jumlahnya terlalu banyak kondisi tubuh dapat terganggu. 

Penyebab trombosit tinggi 

Trombosit tinggi dibagi menjadi dua kategori, yakni trombositemia primer dan trombositosis sekunder. Berikut penjelasan selengkapnya.

Trombositemia primer

Pada kondisi trombositemia primer, penyebab pastinya tidaklah diketahui. Kondisi ini terjadi jika sumsum tulang menghasilkan terlalu banyak trombosit. Kondisi ini mungkin diturunkan dari orang tua ke anak melalui gen.

Selain karena sumsum tulang membuat terlalu banyak trombosit, trombositemia primer juga terjadi karena trombosit yang abnormal.

Trombosit bisa jadi menggumpal kemudian menyebabkan perdarahan karena tidak bekerja dengan baik.Perdarahan juga dapat terjadi karena suatu kondisi yang disebut penyakit Von Willebrand. Kondisi ini dapat memengaruhi proses pembekuan darah.

Kondisi trombositemia primer sebenarnya tidak umum terjadi. Tetapi orang berusia 50 hingga 70 tahun adalah kelompok yang lebih banyak mengalaminya. Selain itu belum jelas diketahui alasannya, hal ini lebih banyak terjadi pada wanita sekitar usia 30 daripada pria di usia yang sama.

Meski begitu, sebenarnya tromositemia primer dapat terjadi di segala usia.

Trombositosis sekunder

Trombositosis sekunder terjadi karena adanya penyakit lain, kondisi, atau faktor luar menyebabkan jumlah trombosit naik. 

Faktanya, 35 persen orang yang memiliki jumlah trombosit tinggi juga menderita kanker. Kebanyakan adalah kanker paru-paru, saluran pencernaan, payudara, ovarium, dan limfoma. Terkadang, jumlah trombosit tinggi juga adalah tanda pertama kanker.

Berikut adalah faktor lain yang dapat menyebabkan jumlah trombosit menjadi  tinggi:

  • Anemia kekurangan zat besi
  • Anemia hemolitik
  • Kehilangan darah
  • Kanker
  • Kemoterapi
  • Leukemia mielogen kronis (jenis kanker yang berkembang di sumsum tulang)
  • Penyakit radang atau infeksi seperti gangguan jaringan ikat, penyakit radang usus, dan TBC
  • Myelodysplasia (kondisi saat perkembangan atau fungsi sel-sel darah abnormal)
  • Myelofibrosis (kelainan yang menyebabkan jaringan parut di sumsum tulang)
  • Polycythemia vera (kelainan sumsum tulang yang menyebabkan produksi sel darah berlebihan)
  • Reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  • Splenectomy (pengangkatan limpa dengan cara bedah)

Beberapa kondisi dapat menyebabkan jumlah trombosit tinggi yang hanya berlangsung sesaat. Contoh dari kondisi tersebut di antaranya:

  • Pemulihan dari kondisi kehilangan darah
  • Pemulihan dari jumlah trombosit yang sangat rendah, yang disebabkan oleh penggunaan alkohol berlebihan dan kekurangan vitamin B12 atau folat
  • Infeksi atau peradangan akut (jangka pendek)
  • Respon terhadap aktivitas fisik

Orang yang memiliki trombositosis sekunder memiliki risiko lebih rendah terhadap pembekuan darah dan perdarahan.

Trombositosis sekunder lebih sering terjadi daripada trombositemia primer. Penelitian telah menunjukkan bahwa kebanyakan orang yang memiliki jumlah trombosit lebih dari 500.000 memiliki trombositosis sekunder.

Gejala trombosit tinggi

Gejala lain mungkin dapat timbul akibat trombosit tinggi, tergantung pada penyakit, gangguan, atau kondisi medis pada setiap orang. 

Gejala umum yang mungkin terjadi akibat trombosit tinggi antara lain:

  • Berdarah
  • Sakit kepala
  • Mati rasa tangan atau kaki
  • Lemah

Sedangkan gejala perdarahan abnormal yang mungkin terjadi akibat trombosit tinggi antara lain:

  • Berdarah di mulut atau gusi
  • Kotoran berdarah (mungkin merah, hitam, atau teksturnya masih lembek)
  • Mudah berdarah atau memar
  • Mimisan

Kemudian gejala pembekuan darah serius yang dapat terjadi akibat trombosit tinggi antara lain:

  • Perubahan bicara
  • Kebingungan atau kehilangan kesadaran 
  • Sulit bernafas
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Rasa terbakar dan berdenyut-denyut nyeri di lengan atau kaki
  • Mual
  • Nyeri pada rahang, perut, atau leher
  • Kejang
  • Bicara tidak jelas

Gejala yang serius bisa mengancam keselamatan jiwa. Segeralah minta pertolongan medis bila kamu mengalami trombosit tinggi yang disertai dengan gejala-gejala pembekuan darah.

Risiko komplikasi

Kondisi trombosit yang tidak normal ini dapat mengakibatkan komplikasi serius dan kerusakan permanen, seperti:

  • Perdarahan
  • Gumpalan darah
  • Kerusakan otak seperti stroke

Cara pencegahan

Sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk mencegah trombosit tinggi. Namun kamu dapat melakukan beberapa hal untuk mengurangi risikonya. 

Pencegahan ini bisa dimulai dari berhenti merokok, membiasakan gaya hidup sehat, dan meminta bantuan dokter untuk mengelola faktor risikonya.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
    register-docotr