Info Sehat

Waspada! Ini 5 Cara Penularan Hepatitis B yang Umum Terjadi

September 2, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Penularan hepatitis B bisa terjadi pada siapa saja. Meski penderitanya ada yang bisa sembuh tanpa melakukan pengobatan apapun. Namun tak jarang ada juga harus menjalani perawatan seumur hidup.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk tahu bagaimana proses penularan hepatitis B bisa terjadi. Dengan begitu kita dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan optimal.

Apa itu penyakit hepatitis B?

Menurut Web MD, hepatitis B merupakan salah satu jenis infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus bernama virus hepatitis B (HBV).

Virus ini dapat merusak organ hati, dengan salah satu risiko fatalnya yakni mengakibatkan kanker. Maka dari itu, penyakit ini harus segera ditangani jika tidak ingin membahayakan jiwa.

Namun meski begitu, jika kamu mengalaminya saat dewasa, kemungkinan besar gangguan kesehatan ini tidak akan berlangsung lama. Tubuh akan melawan infeksi dalam beberapa bulan, sampai berhasil membangun imunitas untuk seumur hidup.

Baca juga: Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan, Atasi Sembelit sampai Cegah Osteoporosis

Cara-cara penularan hepatitis B

Dilansir Medscape, penyakit hepatitis B bisa menular dari ibu ke anak maupun melalui hubungan seksual.

Secara umum virusnya bisa berpindah dari satu orang ke orang yang lain jika terdapat paparan selaput lendir terhadap cairan tubuh yang terinfeksi virus. Misalnya seperti air liur, sperma, darah, atau air mani.

1. Penularan hepatitis B melalui hubungan seksual

Berhubungan intim dengan penderita hepatitis B tanpa pengaman, besar kemungkinan membuat kamu akan tertular. Ini karena cairan seperti lendir pada vagina atau sperma bisa masuk ke dalam aliran darah di dalam tubuh.

Hubungan seksual menjadi semakin berisiko menularkan jika terdapat kerusakan kulit. Jika salah satu di antara kalian sebelumnya memiliki riwayat penyakit menular seksual. Gesekan pada luka di alat kelamin bisa menjadi media penularan virus hepatitis B yang sangat cepat.

Kamu bisa menghindari hal ini dengan melakukan hubungan intim hanya dengan pasangan yang sah secara sehat. Jika perlu, memakai pengaman adalah cara yang dianjurkan untuk mencegah penularan penyakit ini.

Baca juga: Sering Dijadikan Bahan Sayur dan Lalapan, Ini Manfaat Daun Singkong yang Wajib Kamu Ketahui

2. Penularan hepatitis B saat hamil

Menurut Hepvic, terdapat 95 persen kemungkinan seorang ibu hamil yang terinfeksi hepatitis B bisa menulari janin yang dikandungnya.

Jika hal ini terjadi, maka ada kemungkinan 90 persen bayi tersebut akan lahir dengan penyakit hepatitis B kronis di sepanjang masa hidupnya.

Bayi yang lahir dari ibu penderita hepatitis B pun disarankan untuk sesegera mungkin mendapat imunsiasi. Tujuannya untuk menghindari kemungkinan penularan sampai dengan 5 persen.

Perlu diingat bahwa hepatitis B tidak dapat menular lewat pemberian air susu ibu (ASI). Namun penyakit ini bisa jadi menular apabila dalam proses menyusui, puting mengalami luka berdarah dan darahnya terisap oleh bayi.

3. Pemakaian alat suntik dan sejenisnya secara bersama-sama

Beberapa alat bantu pengobatan seperti jarum suntik, dapat menjadi media penularan hepatitis B.

Saat kamu disuntik, ada kemungkinan sejumlah darah ikut terbawa pada jarum suntik, lalu mengenai orang lain dan sebaliknya.

Oleh sebab itu, pemakaian jarum suntik secara bersama-sama sangat tidak disarankan, salah satunya untuk menghindari penularan penyakit tertentu seperti hepatitis B.

Baca juga: Suntik Putih, Kenali Efek Samping Mematikan Sebelum Mencoba

4. Penularan hepatitis B saat ditindik

Sama halnya dengan pemberian obat-obatan melalui alat suntik, jarum yang digunakan untuk menindik anggota badan juga bisa menjadi media penularan penyakit yang satu ini.

Oleh sebab itu, kamu harus memastikan bahwa setiap peralatan tindik yang akan dipakai adalah baru dan telah melalui proses sterilisasi sebelumnya.

5. Kebiasaan saling meminjam peralatan pribadi

Alat-alat kebersihan seperti alat cukur atau sikat gigi juga tidak disarankan untuk saling dipinjamkan.

Ini untuk mengurangi risiko penularan, mengingat seseorang yang terinfeksi hepatitis B tidak hanya bisa menulari lewat air liur, namun juga darah yang disebabkan luka cukur atau gusi terluka.

Itulah beberapa cara penularan hepatitis B yang umum terjadi. Sangat penting bagi kamu untuk menjaga diri agar tidak tertular penyakit ini. Segera cek ke dokter jika curiga mengalaminya, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

 Transmission, https://www.hepvic.org.au/page/4/hepatitis-b-transmission diakses pada 31 Agustus 2020

How is hepatitis B virus (HBV) transmitted?, https://www.medscape.com/answers/775507-38249/how-is-hepatitis-b-virus-hbv-transmitted#qna diakses pada 31 Agustus 2020

Hepatitis B https://www.webmd.com/hepatitis/digestive-diseases-hepatitis-b diakses pada 31 Agustus 2020

    register-docotr