Info Sehat

Pentingkah Memberikan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi untuk Remaja?

August 14, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Dilansir dari WHO, kesehatan reproduksi adalah keadaan fisik, mental dan sosial yang lengkap. Bukan hanya tidak ada penyakit dalam segala hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan fungsinya, tetapi juga memiliki kehidupan seks yang memuaskan dan aman.

Dan juga memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk memutuskan kapan dan seberapa sering melakukannya. Itu sebabnya, edukasi mengenai kesehatan reproduksi ini perlu dilakukan kepada siapapun, termasuk pada anak remaja. 

Kenapa pengetahuan kesehatan reproduksi penting bagi remaja?

Karena dari pengetahuan kesehatan reproduksi, remaja bisa mempelajari banyak hal yang terkait dengan kondisi organ reproduksi mereka, serta mengenal tentang pendidikan seksual. 

Selain itu, remaja juga akan lebih memahami tentang perubahan-perubahan fisik di masa peralihan menjadi orang dewasa, yang erat kaitannya dengan kesehatan reproduksi manusia. Berikut beberapa informasi terkait kesehatan reproduksi yang sebaiknya diketahui oleh remaja. 

Memahami masa pubertas

Pubertas adalah masa perubahan tubuh anak-anak menjadi dewasa. Di masa pubertas ini akan ada sejumlah perubahan yang berkaitan dengan reproduksi, baik yang terjadi pada laki-laki dan juga perempuan. 

Dilansir dari situs NHS, umumnya pubertas pada anak perempuan dimulai pada usia 11 tahun. Sementara pada laki-laki rata-rata dimulai pada usia 12 tahun. Berikut perubahan umum yang muncul selama masa pubertas:

Pada anak perempuan

  • Pertumbuhan payudara
  • Mengalami menstruasi
  • Tumbuhnya rambut kemaluan dan rambut ketiak
  • Kemungkinan munculnya jerawat
  • Bertambah tinggi, bertambah berat badan, serta perubahan bentuk tubuh

Pada anak laki-laki

  • Pertumbuhan penis dan testis
  • Rambut kemaluan yang lebih tebal
  • Tumbuhnya bulu ketiak
  • Anak laki-laki juga akan mengalami mimpi basah
  • Perubahan suara
  • Kemungkinan berjerawat
  • Serta pertambahan tinggi dan bentuk tubuh, umumnya menjadi lebih berotot

Dengan pemahaman mengenai pubertas, anak remaja tidak akan bingung dan khawatir melewati proses hingga menjadi dewasa. 

Mengetahui cara menjaga kesehatan organ reproduksi

Setelah memahami masa pubertas, anak juga perlu mengetahui tentang cara menjaga kesehatan organ reproduksi. Saat perubahan fisik terjadi, anak juga perlu menyadari tentang tanggung jawab menjaga kesehatan tubuhnya sendiri. Terlebih pada bagian intim mereka. 

Karena mengerti tentang cara menjaga kebersihan dan menjalankan gaya hidup sehat dapat melindungi diri dari berbagai penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi. 

Pada perempuan, penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi antara lain:

  • Penyakit menular seksual (PMS). Penyakit ini antara lain klamidia, gonore, sifilis, HPV, HIV/AIDS, trikomoniasis dan herpes.
  • Gangguan terkait kondisi rahim dan masalah infertilitas. Kondisi ini termasuk endometriosis, fibroid rahim, sindrom ovarium polikistik (PCOS), dan lain-lain.
  • Kanker yang ditemukan di organ reproduksi. Seperti kanker serviks, ovarium dan rahim.
  • Penyakit yang timbul pada organ intim karena kurangnya kebersihan. Seperti bakterial vaginosis, yang menyebabkan infeksi, bau tidak sedap dan gatal pada organ intim wanita.

Pada laki-laki, penyakit yang berhubungan dengan organ reproduksi antara lain:

  • Penyakit menular seksual (PMS). Penyakit ini antara lain klamidia, gonore, sifilis, HPV, HIV/AIDS, trikomoniasis dan herpes.
  • Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan fungsi seksualitas. Seperti disfungsi ereksi.
  • Serta kanker yang ditemukan pada organ reproduksi seperti kanker prostat atau kanker testis.

Dengan mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dapat membekali remaja untuk melindungi diri. Bukan hanya dari penyakit, tapi juga secara sadar menjaga diri dari masalah lainnya. 

Manfaat pengetahuan kesehatan reproduksi

Beberapa masalah yang bisa dihindari jika mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi sejak remaja:

  • Mengetahui pendidikan seksual, dan memahami dampak perilaku tersebut dari sisi kesehatan dan sosial. Sehingga tidak terbawa arus pergaulan bebas di masa remaja.
  • Jika telah memahami pendidikan seksual, anak remaja dapat membuat keputusan mengenai perilaku seksual yang positif untuk dirinya. 
  • Anak juga mampu menghindari tindak kekerasan seksual yang dapat merugikan dirinya. 
  • Sadar akan keputusan perilaku seksual, termasuk menghindari seks pranikah. Ini terkait pada kemungkinan terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan. 
  • Sebuah penelitian menyebutkan jika kehamilan pada remaja lebih berisiko dan ini juga yang kemudian berkontribusi pada angka kematian ibu akibat komplikasi di masa kehamilan. 

Meski pengetahuan kesehatan reproduksi adalah hal penting, nyatanya sebagian orang masih menganggap pembahasan ini adalah hal yang tabu. Bahkan karena itu juga remaja jadi enggan bertanya kepada orang tua tentang kesehatan reproduksi dan hal terkait seksualitas. 

Seperti dikutip dari situs sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, dari riset Reckitt Benckiser Indonesia pada tahun 2018, sebanyak 61 persen remaja merasa takut dihakimi orang tua ketika ingin bertanya perihal pendidikan seksual.

Sementara sebanyak 57 persen remaja lebih terbuka berbicara seksual dengan teman sebayanya. Demikian penjelasan tentang pentingnya pengetahuan kesehatan reproduksi bagi remaja.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. NHS diakses 12 Agustus 2020 Stages of puberty: what happens to boys and girls 
  2. WHO diakses 12 Agustus 2020 Reproductive health 
  3. CDC diakses 12 Agustus 2020 Common Reproductive Health Concerns for Women 
  4. Sahabatkeluarga.kemdikbud diakses 12 Agustus 2020 Panduan Pendidikan Seksual bagi Remaja 
    register-docotr