Info Sehat

Pengapuran Tulang: Ciri-ciri, Penyebab, Serta Penanganan yang Tepat Dilakukan

December 23, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Pengapuran tulang dapat terjadi pada pria maupun wanita dimana menyebabkan rasa sakit dan kesulitan melakukan gerakan. Perlu diketahui, penyakit ini termasuk progresif yang berarti gejala dapat memburuk seiring waktu.

Masalah pengapuran tulang paling sering terjadi pada orang tua sehingga disebut juga penyakit sendi degeneratif. Nah, untuk mengetahui penyebab penyakit ini lebih lanjut yuk simak penjelasan berikut.

Baca juga: Masih Bingung dengan Kencing Batu dan Batu Ginjal? Yuk Pahami Perbedaannya!

Penyebab umum pengapuran pada tulang

Dilansir dari Medical News Today, pengapuran tulang atau osteoarthritis menyebabkan peradangan pada sendi dan kerusakan serta hilangnya tulang rawan persendian secara bertahap. Beberapa penyebab pengapuran tulang yang perlu diketahui, antara lain sebagai berikut:

Faktor genetik

Beberapa faktor, termasuk genetik bisa meningkatkan risiko pengembangan pengapuran pada tulang atau osteoarthritis. Karena itu, kondisi ini dapat terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 20 tahun.

Trauma dan penggunaan berlebihan

Cedera traumatis, pembedahan, atau penggunaan sendi yang berlebihan dapat merusak kemampuan tubuh untuk melakukan perbaikan rutin.

Hal ini kemudian bisa memicu osteoarthritis yang pada akhirnya menyebabkan radang sendi. Alasan cedera berlebihan, yakni pekerjaan atau olahraga yang melibatkan gerakan berulang. 

Sejumlah faktor risiko yang mungkin meningkatkan berkembangnya masalah pengapuran tulang adalah jenis kelamin, usia, hingga obesitas.

Beberapa penyakit juga bisa menjadi faktor risiko, yakni berupa radang sendi, penyakit tulang Paget, pergelangan kaki yang buruk, serta kelainan sendi atau tulang rawan sejak lahir. 

Ciri-ciri pengapuran tulang yang perlu diketahui

Pada tahap awal, seseorang mungkin tidak memiliki gejala namun cenderung muncul dengan perlahan. Gejala dapat terjadi pada satu atau lebih persendian dan jika berkembang bisa maka akan menyebabkan rasa sakit, tidak dapat menggerakan persendian, dan suara berderak di sendi.

Osteoartritis dapat memengaruhi sendi manapun di tubuh, namun area yang paling umum terkena adalah lutut, pinggul, dan sendi kecil di tangan.

Osteoarthritis lutut

Masalah pengapuran terjadi di lutut biasanya terjadi sebagai akibat dari cedera atau kondisi lain. Gejalanya, lutut mungkin terasa sangat nyeri saat berjalan terutama saat berjalan naik atau turun tangga.

Osteoarthritis pinggul

Jika terjadi di pinggul, masalah ini dapat menyebabkan kesulitan menggerakkan sendi. Misalnya, kamu mungkin merasa kesulitan untuk mengenakan sepatu atau masuk dan keluar dari mobil.

Rasa nyeri juga akan dirasakan di area selangkangan atau luar pinggul dimana bisa memburuk dan memengaruhi saat istirahat.

Osteoarthritis tangan

Pengapuran pada tangan sering menyerang tiga area utama, yakni pangkal ibu jari, sendi yang paling dekat dengan jari, dan sendi jari tengah. Jari tangan kemungkinan akan menjadi kaku, nyeri, dan bengkak atau muncul benjolan pada sendi.

Adakah bahaya akibat pengapuran tulang?

Masalah osteoarthritis bisa berkembang menjadi parah, seperti kehilangan seluruh tulang rawan pada satu atau lebih sendi. Gesekan tulang ke tulang yang terkait dengan kondisi ini dapat menyebabkan gejala parah.

Meningkatnya pembengkakan dan peradangan

Jumlah cairan sinovial di dalam sendi dapat meningkat. Biasanya, cairan ini membantu mengurangi gesekan saat bergerak.

Namun, dalam jumlah yang lebih banyak bisa mengakibatkan pembengkakan sendi. Fragmen tulang rawan yang patah juga dapat mengapung di dalam cairan sinovial dan meningkatkan rasa nyeri.

Ketidakstabilan sendi

Sendi mungkin menjadi kurang stabil, terutama jika menderita pengapuran di bagian lutut. Penderitanya mungkin juga mengalami tekuk atau lutut keluar yang dapat menyebabkan jatuh dan cedera. 

Penanganan tepat yang dapat dilakukan

Terdapat sejumlah jenis obat yang dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak. Beberapa obat-obatan tersebut, yakni analgesik oral, tylenol atau acetaminophen, analgesik topikal, obat antiinflamasi non steroid atau NSAID, cymbalta, dan produk OTC yang tersedia dalam bentuk krim.

Obat pereda nyeri dapat memakan waktu 2 minggu hingga satu bulan untuk memberikan efek sepenuhnya.

Selain itu, dokter mungkin juga akan memberikan suntikan kortikosteroid pada sendi untuk membantu mengatasi rasa sakit yang parah atau pembengkakan. Beberapa terapi terkadang dilakukan, yakni berupa:

  • Stimulan saraf listrik transkutan atau TENS, yakni dilakukan dengan arus listrik dimana kemudian dapat mengalir dari unit melalui kulit dan membanjiri sistem saraf sehingga mengurangi kemampuan untuk mengirimkan sinyal rasa sakit.
  • Termoterapi, dilakukan dengan menggunakan botol air dingin atau panas yang telah dilapisi handuk dan kemudian diletakkan pada sendi untuk mengurangi kekakuan dan rasa nyeri.
  • Terapi manual, dilakukan dengan melibatkan ahli terapi fisik yang menggunakan teknik langsung untuk membantu menjaga sendi tetap fleksibel dan lentur.

Baca juga: Buang Air Kecil Berbusa Bisa Jadi Gejala Penyakit? Simak Penyebabnya!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. NHS (2019), diakses 10 Desember 2020. Osteoarthritis
  2. Healthline (2020), diakses 10 Desember 2020. Everything You Need to Know About Osteoarthritis
  3. Medical News Today (2019), diakses 10 Desember 2020. Everything you need to know about osteoarthritis
    register-docotr