Info Sehat

Penderita Diabetes Makan Makanan Manis, Aman atau Tidak?

April 29, 2020 | Ajeng Annastasia | dr. Andrew Lienata
feature image

Sering disebutkan bahwa penderita diabetes makan makanan manis bisa membahayakan kesehatan. Tapi benarkah selalu demikian?

Tingginya gula darah di atas ambang normal tanpa disadari dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ dalam tubuh.

Komplikasi atau kerusakan akibat diabetes paling sering terjadi pada mata, saraf, ginjal, pembuluh darah, dan jantung.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan dalam masyarakat tentang cara untuk tetap bisa memuaskan keinginan makan makanan manis tanpa membahayakan kesehatan.

Serba-serbi rasa manis bagi penderita diabetes

Apa efeknya jika penderita diabetes makan makanan manis? Foto: Shutterstock.com

Rasa manis sesungguhnya tidak berbahaya, yang membahayakan adalah kandungan gulanya. Seseorang dapat merasakan sensasi manis ketika secara seluler terjadi pengaktifan G-protein-alfa-gustductin (suatu struktur protein yang ada di sel lidah manusia).

Pengaktifan protein tersebut selanjutnya menyebabkan reaksi rantai yang mengirim signal ke otak dan diterjemahkan sebagai rasa manis. 

Baca juga: Cegah Sakit, Ini Vitamin yang Dibutuhkan Saat Puasa

Aturan bagi penderita diabetes makan makanan manis

Perhatikan pola makan demi menjaga kestabilan gula darah. Foto: Shutterstock.com

Untuk tetap menikmati makanan manis, kini ada beberapa pengganti gula yang bisa dipilih. Beberapa pengganti gula yang memberikan rasa manis di antaranya adalah aspartam, sakarin, dan siklamat.

Namun wajib dipahami bahwa pemanis buatan ini penggunaannya juga tidak boleh berlebihan. Semuanya berasal dari bahan kimia, sehingga penggunaan aspartam dan sakarin sebagai pengganti gula harus disertai evaluasi kesehatan secara berkala.

Selain itu ada juga pengganti gula lainnya seperti gula jagung, sukralosa, madu, dan stevia. Gula jagung dan madu sebagai pengganti gula tidak disarankan pada penderita diabetes. Ini karena efeknya tetap dapat menaikkan gula darah yang cenderung sama dengan gula biasa.

Baca juga: Sering Diabaikan, Ini Tanda dan Gejala Anoreksia yang Perlu Diketahui

Penggunaan stevia sebagai pengganti gula

penderita diabetes makan makanan manis
Beberapa bahan alami bisa menggantikan rasa manis gula. Foto: Shutterstock.com

Penggunaan sukralosa dan stevia dapat menjadi alternatif pilihan bagi penderita diabetes. Sukralosa dan stevia efektif menciptakan sensasi manis tanpa menaikkan gula darah.

Namun demikian penggunaan sukralosa sebagai pengganti gula perlu diperhatikan dalam pembuatan kue, roti, pastri dan hidangan penutup lainnya.

Perbedaan titik didih dan struktur sukralosa mungkin membutuhkan pendekatan yang berbeda dibanding gula biasa.

Sementara stevia yang merupakan pemanis dari daun Stevia rebaudiana kini kian populer. Para peneliti berhasil melakukan pemurnian hingga yang didapatkan adalah Steviol glycoside.

Jadi, sebenarnya penderita diabetes masih bisa makan makanan manis. Tapi meski menggunakan pemanis pengganti gula, konsultasi dan cek rutin ke dokter tetap perlu dilakukan agar tetap aman, ya!

Reference

1. Purohit V, Mishra S. “The truth about artificial sweeteners – are they good for diabetics?”. Indian Heart J vol.70;1 (2018):197-199
2. Lohner S, et al. “Health outcomes of non-nutritive sweeteners: analysis of the research landscape”. Nutritional J. 2017 Art 55
3. Othman SI, Bin-Jumah M. “Histopathological effect of aspartame on liver and kidney of mice”. Inter J Pharmaco. 2019 vol.15;3:336-342 doi;10.3923/ijp.2019.336.342
4. Lee, Allen A, Chung Owyang. “ Sugar, sweet, taste receptors, dan brain responses”. Nutrients vol.9,7 653. 24 Jun. 201, doi;10.3390/nu9070653
5. Samuel P, et al. “Stevia Leaf to Stevia Sweetener: Exploring its Science, Benefits, and Future Potential”. J Nutr vol.148,7 (2018) :11865-12055

    register-docotr