Info Sehat

Penanganan Gigitan Ular, Ini yang Harus Dilakukan Paling Pertama agar Terhindar dari Risiko Kematian

August 28, 2020 | Dani Kosasih | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Penanganan gigitan ular baik yang berbisa maupun tidak berbisa, biasanya tidak jauh berbeda. Hanya saja, efek dari gigitan ular berbisa akan jauh lebih berbahaya dibandingkan yang tidak berbisa.

Sekitar 50 persen dari gigitan ular berbisa merupakan dry bites atau gigitan kering. Artinya, ular tersebut mengigit tanpa mengeluarkan bisa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui bagaimana penanganan pertama untuk mengatasi gigitan ular.

Baca Juga: Kena Gigitan Anjing Gila, Lakukan Ini untuk Penanganan Pertama!

Kasus gigitan ular di Indonesia

Melansir dari laman rri.co.id, angka kasus gigitan ular di Indonesia mencapai ratusan ribu kasus per tahun.

Dokter Ahli Bisa Ular, Tri Maharani mengatakan, kebanyakan kasus kematian karena gigitan ular disebabkan karena ketidakpahaman masyarakat dalam mengatasi penangan gigitan ular.

“Banyak orang lebih memilih cara-cara mistis ketimbang cara medis. Padahal, penanganan yang salah mampu membuat korban meregang nyawa,” ungkapnya.

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penanganan gigitan ular

Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah memberikan rekomendasi terkait langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dalam penanganan gigitan ular.

Berikut beberapa rekomendasinya:

  • Segera menjauh dari wilayah tempat di mana korban mengalami gigitan ular
  • Jika ular masih menempel di lokasi gigitan, gunakan tongkat atau alat lain untuk melepaskannya
  • Tetap tenang dan usahakan untuk mengingat jenis, warna, serta ukuran ular
  • Posisikan area gigitan lebih rendah dari jantung
  • Tutup bekas gigitan dengan kain kering yang bersih
  • Singkirkan segala sesuatu yang ketat dari sekitar bagian tubuh yang mengalami gigitan, seperti cincin, gelang kaki, gelang tangan untuk mengurangi risiko apabila terjadi pembengkakan
  • Longgarkan pakaian yang dipakai oleh korban
  • Temani korban dan yakinkan bahwa korban akan baik-baik saja
  • Sekalipun korban memang benar digigit oleh ular berbisa, korban masih bisa diselamatkan karena biasanya risiko kematian tidak langsung terjadi segera setelah mengalami gigitan ular
  • Metode perban imobilisasi tekanan hanya direkomendasikan untuk gigitan ular neurotoksik yang tidak menyebabkan pembengkakan lokal
  • Gunakan tandu darurat untuk membawa orang yang terkena gigitan ke tempat di mana transportasi tersedia untuk membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat
  • Bawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat secepat mungkin
  • Pantau jalan napas dan pernapasan korban dengan cermat dan bersiaplah untuk menyadarkan kembali apabila korban kehilangan kesadaran

Tindakan yang tidak boleh dilakukan dalam penanganan gigitan ular

Selain penanganan pertama, ada beberapa hal juga yang tidak boleh dilakukan saat menangani korban gigitan ular.

Berikut beberapa di antaranya:

  • Jangan memanipulasi luka, baik dengan cara menyedot bisa ular dari tempat gigitan atau menyayat kulit agar bisa keluar bersama darah
  • Jangan menggosok bekas gigitan dengan zat kimia atau mengompresnya dengan air panas atau es
  • Jangan memberi korban minuman beralkohol atau kopi
  • Jangan pernah mencoba mengejar dan menangkap ular
  • Hindari menggunakan metode pertolongan secara tradisional seperti memberikan obat-obatan herbal atau bentuk pertolongan pertama yang tidak direkomendasikan
  • Jangan pernah menggunakan tourniquet arteri atau alat penghenti pembuluh darah yang ketat

Penanganan di rumah sakit

Apabila ular yang menggigit ternyata tidak berbisa, kemungkinan besar dokter akan memberikan terapi antibiotika. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat pencegahan tetanus sesuai dengan indikasi yang muncul.

Namun apabila korban digigit oleh ular berbisa, maka kemungkinan besar dokter akan memberikan antivenom. Antivenom ini akan diberikan sesuai dengan tingkat keparahan yang dialami korban.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Bahaya dan Pertolongan Pertama Menangani Tersambar Petir

Gejala yang terjadi apabila terkena gigitan ular

Apabila ular yang menggigit tidak berbisa, maka gejala yang muncul biasanya adalah:

  • Rasa nyeri pada bekas gigitan
  • Terdapat bekas gigitan pada bagian tubuh yang terkena gigitan ular.

Apabila kamu terkena gigitan ular berbisa, gejala yang mungkin muncul adalah:

  • Rasa sakit seperti terbakar di lokasi gigitan
  • Biasanya rasa terbakar itu akan muncul setelah 15 hingga 30 menit setelah gigitan terjadi.
  • Pada banyak kasus, rasa nyeri ini akan membengkak terjadi memar pada luka hingga ke lengan atau tungkai.
  • Tanda dan gejala lainnya yang mungkin akan muncul adalah mual, sesak napas dan rasa lemas secara umum, serta rasa aneh di mulut.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

1. rri.co.id (2020). Diakses 25 Agustus 2020. https://rri.co.id/nasional/770160/kasus-gigitan-ular-berbisa-capai-raturan-ribu-per-tahun

2. who.int. Diakses 25 Agustus 2020. https://www.who.int/snakebites/treatment/en/

3. mayoclinic.org. Diakses 25 Agustus 2020. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid-snake-bites/basics/art-20056681

4. nhs.uk. Diakses 25 Agustus 2020. https://www.nhs.uk/conditions/snake-bites/

5. rskariadi.co.id. Diakses 25 Agustus 2020. http://rskariadi.co.id/news/225/PENANGANAN-GIGITAN-ULAR/Artikel

    register-docotr