Info Sehat

Operasi Batu Ginjal: Kenali Prosedurnya Berikut Ini

October 13, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Operasi batu ginjal adalah prosedur yang dilakukan untuk mengeluarkan batu atau endapan dari ginjal. Batu ginjal adalah endapan keras yang terbuat dari mineral seperti kalsium atau produk limbah seperti asam urat.

Kadang batu ginjal ada yang bisa keluar sendiri tanpa perlu pengobatan. Namun endapan ini kerapkali sebabkan rasa sakit atau tersangkut di saluran kemih sehingga memerlukan tindakan operasi untuk mengeluarkannya.

Lalu bagaimana dan apa saja persiapan yang perlu dilakukan dalam operasi batu ginjal ini? Berikut ulasannya.

Kapan harus melakukan operasi batu ginjal?

Kamu mungkin harus melakukan operasi apabila mengalami atau memiliki beberapa gejala berikut ini:

  • Ukurannya sangat besar dan tidak bisa keluar dengan sendirinya
  • Kamu merasa sangat kesakitan
  • Batu itu menghalangi aliran urin keluar dari ginjal
  • Kamu mengalami banyak infeksi saluran kemih karena batu tersebut

Baca Juga : Hati-hati, Ini Daftar Makanan Penyebab Batu Ginjal yang Sering Dikonsumsi

Jenis prosedur operasi batu ginjal

Operasi batu ginjal sendiri ada beberapa jenisnya, tergantung alat dan metode mengeluarkan batu ginjalnya. Berikut beberapa jenis pilihan prosedur pengobatan batu ginjal:

1. Shock wave lithotripsy

Shock Wave Lithotripsy atau SWL adalah prosedur yang menggunakan gelombang kejut berenergi tinggi untuk menghancurkan batu ginjal.

Prosedur operasi SWL:

  • Pertama dokter akan menempatkan alat khusus di area perut, gelombang kejut akan menembus kulit dan memecah batu ginjal menjadi potongan-potongan kecil.
  • Dokter lalu memasukkan selang yang disebut stent ke dalam ureter (ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih) untuk membantu proses keluarnya batu ginjal.
  • Metode ini membutuhkan waktu sekitar satu jam. Pasien biasanya akan pulang pada hari yang sama.
  • Setelah itu, pasien harus minum banyak air agar pecahan batu terbawa ke dalam urin. Pasien disarankan buang air kecil melalui saringan untuk menangkap potongan batu.

Prosedur ini noninvasif dan tidak meninggalkan luka di kulit, namun hanya cocok untuk batu ginjal yang ukurannya kecil.

2. Ureteroskopi

Prosedur ini mengobati batu di ginjal dan ureter. Ureteroskopi dilakukan menggunakan scope (selang tipis dan fleksibel dengan kamera di ujungnya) untuk menemukan dan menghilangkan batu.

Prosedur operasi Ureteroskopi:

  • Pertama dokter akan memasukkan scope melalui kandung kemih dan ureter ke dalam ginjal dan mengeluarkan batu-batu ukuran kecil.
  • Jika batunya lebih besar, dokter akan menggunakan laser untuk memecahnya. 
  • Dokter lalu akan memasang stent di ureter untuk membantu urin mengalir dari ginjal ke kandung kemih.

Pemulihan pasca operasi:

  • Pasien harus kembali ke dokter setelah 4 hingga 10 hari untuk melepas stent.
  • Namun ada beberapa stent yang memiliki tali di ujungnya sehingga pasien bisa menariknya sendiri.
  • Jika pasien menggunakan stent jenis ini, pastikan untuk mengikuti instruksi dokter dengan hati-hati saat mengeluarkan stent sendiri.

Prosedur ureteroskopi tidak sebabkan luka di kulit, dan kamu akan dibius total selama operasi berlangsung.

3. Percutaneous nephrolithotomy (PCNL)

Jika ukuran batu ginjal kamu besar atau lithotripsy tidak cukup untuk mengatasinya, operasi ini bisa menjadi pilihan.

PNCL menggunakan tabung kecil untuk mencapai batu dan memecahnya dengan gelombang suara frekuensi tinggi.

Prosedur operasi PNCL:

  • Pasien akan dibuat tertidur dengan bius total selama operasi ini.
  • Dokter bedah lalu akan membuat sayatan kecil di punggung atau samping dan memasukkan scope tipis ke dalam lubang.
  • Dokter lalu memasukkan selang tabung berukuran kecil dan fleksibel melalui lubang sayatan tersebut
  • Setelah batu ginjal ditemukan selang tersebut akan mengeluarkan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memecahnya
  • Operasi ini memakan waktu 20 hingga 45 menit.

Pemulihan pasca operasi:

  • Pasien biasanya harus tinggal di rumah sakit selama satu atau dua hari sesudah operasi.
  • Pasien juga biasanya akan dipasangi stent di ureter selama beberapa hari untuk membantu proses pembuangan urin.

4. Bedah terbuka 

Operasi terbuka sudah jarang dilakukan untuk menangani batu ginjal. Tetapi jika ukuran batu sangat besar atau tidak dapat dihilangkan atau dihancurkan dengan perawatan lain, operasi ini mungkin bisa menjadi pilihan.

Prosedur operasi bedah terbuka:

  • Dokter bedah akan membuat sayatan di sisi tubuh yang dekat ke ginjal
  • Kemudian dokter akan mengambil atau mengeluarkan batu melalui lubang sayatan tadi.
  • Sebuah stent akan dipasang di ureter untuk membantu pembuangan urin.
  • Diperlukan waktu 4 hingga 6 minggu untuk sembuh sepenuhnya setelah operasi terbuka.

Operasi terbuka juga dapat membantu jika:

  • Terdapat batu ginjal yang tersangkut di ureter
  • Kamu sangat kesakitan
  • Batu itu menghalangi aliran urin
  • Terdapat urin dalam darah atau mengalami infeksi

Baca Juga : Cara-cara Menghancurkan Batu Ginjal: Operasi dan Tindakan Medis Lainnya

Persiapan sebelum operasi batu ginjal

Setelah didiagnosis mengalami batu ginjal dan harus menjalani operasi, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter. 

Pastikan kamu memahami risiko dan manfaat dari setiap opsi operasi yang ada. Ajukan beberapa pertanyaan ini kepada dokter kamu:

  • Apa efek samping operasi ini?
  • Seberapa besar kemungkinan itu akan mengobati batu ginjal saya?
  • Berapa lama saya harus tinggal di rumah sakit sesudahnya?
  • Apa yang akan dokter berikan kepada saya untuk mengendalikan rasa sakit setelah operasi?
  • Apakah ada kemungkinan saya harus mengulang operasi?

Pemulihan setelah operasi batu ginjal

Proses pemulihan tergantung dari prosedur mana yang kamu pilih. Untuk metode non-invasif seperti Lithotripsy umumnya  pasien dapat bangun dan berjalan. Banyak orang dapat sepenuhnya melanjutkan aktivitas sehari-hari dalam satu hingga dua hari. 

Sementara untuk prosedur bedah biasanya butuh waktu lebih lama hingga 6 minggu sampai benar-benar pulih. Sebab yang menjalani operasi bedah biasanya datang dari kasus yang sudah parah.

Baca Juga : Cara Mencegah Batu Ginjal: Mulai dari Jaga Pola Makan hingga Tubuh Cukup Terhidrasi

Risiko komplikasi operasi batu ginjal

Komplikasi bisa terjadi setelah pengobatan batu ginjal berukuran besar. Dokter bedah harus menjelaskan hal ini kepada kamu sebelum menjalani prosedur.

Komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada jenis perawatan yang kamu lakukan dan ukuran serta posisi batu ginjal. 

Komplikasi yang dapat timbul di antaranya:

  • Sepsis (infeksi yang menyebar melalui darah)
  • Ureter tersumbat yang disebabkan oleh pecahan batu (ureter adalah saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih)
  • Cedera pada ureter
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Perdarahan selama operasi
  • Rasa sakit

Biaya operasi batu ginjal

Biaya operasi batu ginjal bisa berbeda-beda tergantung di rumah sakit mana dan prosedur apa yang kamu pilih.

Namun jika kamu ingin melakukan operasi ini, siapkan setidaknya uang minimal 5 juta rupiah. Operasi batu ginjal di rumah sakit swasta Jakarta berkisar di antara 5-20 juta rupiah.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

WebMD. Diakses pada 12 Oktober 2020. When Do I Need Surgery for a Kidney Stone?

NHS. Diakses pada 12 Oktober 2020. Kidney stones

 

 

    register-docotr