Info Sehat

Ingin Mengatasi Anyang-anyangan? Berikut Daftar Obat yang Dibutuhkan

December 17, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Anyang-anyangan atau dalam bahasa medis disebut disuria seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan juga nyeri saat buang air kecil. Untuk mengatasinya, kamu membutuhkan obat anyang-anyangan, yang sebenarnya mudah didapatkan.

Obat anyang-anyangan bisa berupa obat alami atau yang didapatkan di apotek. Apa saja obat-obatan tersebut? Berikut daftar dan ulasannya.

Pilihan obat anyang-anyangan

Pengobatan anyang-anyangan atau disuria ditentukan oleh penyebabnya. Biasanya anyang-anyangan disebabkan oleh infeksi, peradangan, masalah kandung kemih atau prostat. Kamu bisa mengatasinya dengan obat yang ada di apotek maupun pengobatan alami seperti berikut ini.

Mengatasi anyang-anyangan dengan cara alami

Pengobatan alami ini sebenarnya hanya membutuhkan gaya hidup yang lebih sehat. Jika melakukannya, dapat membantu meringankan gejala anyang-anyangan. Sementara jika diterapkan menjadi kebiasaan sehari-hari dapat menjandi tindak pencegahan terjadinya anyang-anyangan.

Cukup minum air putih

Salah satu obat tradisional untuk mengatasi masalah anyang-anyangan adalah dengan cukup mengonsumsi air putih. Jika tubuh kurang cairan, akan menyebabkan urine pekat, yang kemudian dapat mengiritasi kandung kemih.

Kemudian bisa menimbulkan infeksi saluran kemih dan terjadilah anyang-anyangan.

Orang dewasa membutuhkan sekitar 1,5 hingga 2 liter atau setidaknya 9 gelas air setiap harinya. Jangan lupa untuk minum dengan cukup demi menjaga kesehatan kandung kemih.

Hindari minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih

Beberapa jenis minuman yang sebaiknya dihindari saat mengalami masalah pada kesehatan kandung kemih, antara lain:

  • Kopi
  • Alkohol
  • Atau jenis minuman lain yang mengandung kafein

Jaga kebersihan area genital

Bagi wanita, buang air kecil setelah berhubungan seksual dan menjaga kebersihan vagina dapat membantu mengurangi risiko terjadi infeksi saluran kemih, sebagai salah satu penyebab anyang-anyangan.

Selain itu, sebaiknya setelah buang air besar atau buang air kecil membersihkan area genital dari arah depan ke belakang. Ini dilakukan untuk mencegah bakteri di sekitar anus menyebar ke vagina dan uretra dan menyebabkan anyang-anyangan.

Hindari produk yang dapat menyebabkan iritasi

Meski anyang-anyangan bisa dialami pria dan wanita, tapi wanita lebih berisiko. Itu juga sebabnya menjaga gaya hidup perlu diperhatikan.

Misalkan tidak menggunakan produk kewanitaan yang dapat mengiritasi uretra. Produk tersebut bisa deodoran untuk area genital dan juga produk vaginal douche.

Selain yang sudah disebutkan, gaya hidup seperti tidak menahan keinginan buang air kecil juga dapat membantu menjaga kesehatan kandung kemih. Kamu juga perlu memastikan buang air kecil hingga tuntas. Jika tidak bakeri bisa berkembang di kandung kemih dan menyebabkan masalah.

Obat anyang-anyangan di apotek

Meski ada berbagai penyebab anyang-anyangan atau disuria, namun berikut adalah beberapa pilihan pengobatan alami dan obat-obatan yang secara umum dapat digunakan untuk mengatasi anyang-anyangan.

Antibiotik

Seperti yang sudah disebutkan, salah satu penyebab anyang-anyangan adalah infeksi. Salah satunya infeksi saluran kemih (ISK).

Beberapa antibiotik yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi termasuk ISK, yaitu:

  • Trimethoprim atau sulfamethoxazole
  • Fosfomisin
  • Nitrofurantoin
  • Cephalexin
  • Ceftriaxone

Obat untuk masalah pada prostat

Salah satu yang menyebabkan anyang-anyangan pada pria adalah prostatitis, yaitu bengkak dan peradangan yang terjadi pada kelenjar prostat. Biasanya kondisi ini dapat diobati dengan antibiotik. Tapi selain itu, juga diatasi dengan obat jenis alpha blockers.

Alpha blockers membantu mengendurkan leher kandung kemih dan serat otot prostat. Mengonsumsinya dapat membantu meredakan gejala anyang-anyangan yang disebabkan oleh prostatitis. Obat yang termasuk alpha blocker antara lain:

  • Tamsulosin
  • Alfuzosin

Obat antijamur

Penyebab anyang-anyangan lainnya yang juga umum terjadi adalah infeksi jamur pada vagina. Itu sebabnya salah satu obat anyang-anyangan yang digunakan adalah obat antijamur.

Obat antijamur yang biasa diresepkan oleh dokter antara lain:

Dosis dan jenis obat tergantung dari tingkat keparahan infeksi jamur pada pasien.

Obat pereda nyeri

Obat anyang-anyangan lainnya yaitu pereda nyeri yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter. Pereda nyeri ini, dapat membantu mengatasi sakit saat buang air kecil dan mengurangi rasa tidak nyaman selama anyang-anyangan.

Beberapa obat yang termasuk pereda nyeri antara lain:

Paracetamol ini termasuk obat anyang-anyangan untuk balita dan cukup aman. Tak hanya itu saja, paracetamol juga termasuk obat anyang-anyangan untuk ibu hamil, menyusui, sampai lansia.

Selain obat-obatan yang sudah disebutkan, masih ada berbagai obat yang bisa digunakan. Tergantung dari penyebab. Jika kamu mengalami gejala anyang-anyangan seperti:

  • Sering buang air kecil
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Urine keruh
  • Urine berbau tidak sedap
  • Sulit buang air kecil
  • Nyeri di punggung bawah

Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Ada berbagai macam penyebab anyang-anyangan, termasuk penyakit menular seksual yang membutuhkan antibiotik dan pengobatan antivirus jika disebabkan oleh virus.

Anyang-anyangan juga disebabkan oleh masalah lain seperti:

  • Pengaruh obat-obatan yang dikonsumsi
  • Batu ginjal
  • Infeksi ginjal
  • Penyempitan ureter

Untuk itu diperlukan diagnosis dokter untuk menentukan obat anyang-anyangan yang tepat. Jangan tunda untuk periksa diri jika curiga mengalaminya, ya.

Baca juga: Benarkah Anak Sering Buang Air Kecil, Pertanda Kandung Kemih Overaktif?

Penyebab anyang-anyangan

Anyang-anyangan disebabkan oleh beberapa kondisi seperti:

1. Infeksi saluran kemih 

Infeksi pada saluran kemih ini merupakan salah satu penyebab utama anyang-anyangan.

Penyebab infeksi ini, yaitu banyaknya bakteri yang menumpuk pada bagian manapun di saluran kencing yang meliputi ginjal, ureter (tabung yang membawa urine dari ginjal ke kandung kemih), kandung kemih, dan uretra (tabung yang membawa urine dari kandung kemih keluar tubuh).

2. Infeksi menular seksual 

Tak hanya saluran kemih saja, salah satu penyebab lain yang menyebabkan anyang-anyangan yaitu infeksi menular seksual, misalnya klamidia, kencing nanah, dan herpes yang memengaruhi saluran kemih.

Gejala infeksi menular seksual lain yang umum terjadi dapat meliputi gatal, sensasi terbakar, keputihan abnormal, nyeri saat buang air kecil, dan munculnya lepuhan atau luka pada penderita herpes genital.

3. Sensitivitas bahan kimia

Sensitivitas terhadap bahan kimia, seperti halnya produk wewangian untuk organ intim, vaginal douche (semprotan vagina), kertas toilet beraroma, pelumas, dan semacamnya, bisa menimbulkan iritasi. Iritasi pada organ intim bisa memicu terjadinya anyang-anyangan. 

4. Kista ovarium

Kista ovarium merupakan kista yang tumbuh pada satu atau kedua ovarium di kedua sisi kandung kemih. Kista ini dapat menekan kandung kemih sehingga menyebabkan terjadinya anyang-anyangan.

5. Batu ginjal

Kondisi batu ginjal ini merupakan endapan keras yang terbuat dari mineral dan garam yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal yang berada di sekitar area di mana urine memasuki kandung kemih sehingga memicu terjadinya anyang-anyangan.

6. Interstitial cystitis

Interstitial cystitis juga dikenal sebagai sindrom nyeri kandung kemih. Penyakit ini adalah suatu kondisi yang menyebabkan iritasi kronis pada kandung kemih. Interstitial cystitis adalah salah satu kemungkinan penyebab kamu mengalami anyang-anyangan.

Kamu butuh obat anyang-anyangan? Order online aja lewat aplikasi Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Mayoclinic, diakses 16 November 2020 Painful urination (dysuria)
Mayoclinic, diakses 16 November 2020 Urinary tract infection (UTI)
Bladder & Bowel Community, diakses 16 November 2020 The Importance Of Hydration
Cleveland Clinic, diakses 16 November 2020 Dysuria (Painful Urination): Management and Treatment
Medical News Today, diakses 16 November 2020 What causes a constant urge to pee?

    register-docotr