Info Sehat

Tak Sekadar Respons Imun, Kenali Monosit Tinggi dan Efeknya Bagi Tubuh

November 14, 2020 | Richaldo Hariandja | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Monositosis atau kondisi monosit tinggi menunjukkan bahwa tubuh sedang melawan sesuatu. Terkadang, kondisi monosit yang tinggi juga menjadi satu tanda adanya penyakit serius di dalam tubuh, lho!

Monosit sendiri merupakan salah satu tipe dari sel darah putih. Fungsinya adalah melawan bakteri, virus, dan infeksi lainnya di dalam tubuh, yang berarti monosit merupakan salah satu elemen penting dari sistem imun kamu.

Berapa kandungan normal monosit dalam tubuh?

Selain monosit, sel darah putih memiliki tipe lain yaitu basofil, eosinofil, neutrofil dan limfosit. Kelima tipe sel darah putih ini harus berada dalam kadar yang seimbang, kalau terjadi kenaikan di satu tipe, maka yang lainnya pun akan turun.

Kandungan monosit di dalam tubuh biasanya hanya terdapat dalam beberapa persen kecil dari keseluruhan sel darah putih. Dalam kondisi normal, kandungan tiap tipe sel darah putih adalah sebagai berikut:

  • Monosit: 2 hingga 8 persen
  • Basofil: 0,5 sampai 1 persen
  • Eosinofil: 1 hingga 4 persen
  • Limfosit: 20 hingga 40 persen
  • Neutrofil: 40 hingga 60 persen

Secara keseluruhan, kenaikan sel darah putih biasanya dipicu oleh kondisi sebagai berikut:

  • Stres akut
  • Kelainan darah
  • Sistem imun
  • Infeksi
  • Inflamasi

Penyebab monosit tinggi

Kadar monosit yang tinggi bisa disebabkan oleh beberapa kondisi sebagai berikut:

  • Infeksi virus seperti infectious mononucleosis, gondok dan campak
  • Infeksi parasit
  • Penyakit pernapasan kronis
  • Tuberkulosis (TB)

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medicine menyebutkan kondisi monosit yang tinggi bisa saja berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Maka dari itu, deteksi dini dari peningkatan monosit ini bisa jadi satu metode pemeriksaan terhadap penyakit jantung.

Gejala leukemia

Monosit tinggi biasanya juga merupakan satu tanda umum dari leukemia myelomonocytic kronis. Penyakit ini merupakan tipe kanker yang dimulai di sel yang menghasilkan darah di sumsum tulang.

Monosit yang berlebih ini bisa berdiam di dalam limpa atau hati, menyebabkan organ-organ itu membesar. 

Ketika limpa menjadi besar (disebut juga dengan splenomegaly), maka nyeri di sebelah kiri atas abdomen akan timbul. Kondisi itu juga akan membuat orang menyadari kalau mereka terasa cepat penuh ketika makan.

Sementara untuk lever yang membengkak (disebut juga dengan hepatomegaly), akan menyebabkan rasa tidak nyaman di bagian kanan atas abdomen.

Bagaimana cara mengatasi monosit tinggi?

Cara mengatasi monosit tinggi tergantung dari penyebabnya. Oleh karena itu, dokter akan melakukan tes untuk menentukan penyebabnya terlebih dahulu.

Pada umumnya, penanganan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Penanganan untuk infeksi virus: Biasanya akan berfokus pada penanganan gejala yang timbul
  • Infeksi bakteri: Menggunakan antibiotik untuk mengatasi infeksi ini, seperti misalnya pada penyakit TB
  • Penyakit yang disebabkan parasit: Kamu akan memerlukan tes laboratorium untuk menentukan penyebab pasti sebelum dokter memberikan resep obat

Sementara untuk kanker darah, penanganannya adalah sebagai berikut:

  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
  • Transplantasi stem cell
  • Operasi

Cara menurunkan monosit yang tinggi

Monosit merupakan salah satu tipe sel darah putih, maka kamu harus memastikan sel darah putih ini berada dalam komposisi yang tepat. Jika terlalu rendah, maka tubuh kamu akan rentan terserang penyakit.

Apabila sel darah putih terlalu tinggi, maka artinya tubuh kamu sedang melawan sesuatu. Untuk itu, kamu bisa lakukan beberapa langkah berikut ini untuk menurunkan monosit:

Olahraga

Olahraga yang rutin merupakan komponen penting untuk mencapai kesehatan tubuh secara keseluruhan dan juga menjaga kandungan darah yang sehat. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Exercise Medicine menyebutkan kalau olahraga dapat membantu kamu meningkatkan fungsi monosit, terutama ketika kamu mulai mengalami penuaan.

Diet anti-inflamasi

Monosit merespons inflamasi, maka diet anti-inflamasi mungkin bisa bermanfaat untuk menurunkan tipe sel darah putih ini. Makanan yang masuk dalam diet ini adalah:

  • Minyak zaitun
  • Sayuran berdaun hijau
  • Tomat
  • Strawberry, blueberry, cherry dan jeruk
  • Kacang
  • Ikan berlemak seperti salmon, tuna, sarden dan makarel

Sementara makanan yang harus kamu batasi karena dapat memicu inflamasi adalah:

  • Daging merah dan yang diproses
  • Karbohidrat yang disaring seperti makanan-makanan yang dipanggang dalam oven, roti putih dan pasta putih
  • Makanan yang digoreng
  • Minuman bersoda dan bergula
  • Margarin dan mentega

Demikianlah penjelasan tentang monosit tinggi yang perlu kamu ketahui. Meskipun terkadang tingginya tipe sel darah putih ini dipicu oleh reaksi sistem imun, tapi kamu harus tetap waspada, ya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

register-docotr