Info Sehat

Mengenal Virus Chapare, Penyakit Mematikan yang Ditularkan Tikus!

December 1, 2020 | Fitri Chaeroni | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Belum selesai pandemi COVID-19 akibat virus corona, kini di Bolivia mulai beredar lagi wabah penyakit yang disebabkan oleh virus bernama chapare.

Ini bukan kali pertama Bolivia menghadapi wabah virus chapare. Dari catatan CDC, wabah virus chapare pertama kali terjadi pada 2003 di provinsi Chapare. Wabah kedua terjadi pada 2019 di provinsi Caranavi.

Lalu sebenarnya seperti apa sih penyakit akibat virus chapare ini? Berikut ulasan mengenai virus chapare dari gejala, penularan, hingga cara mengatasinya.

Apa itu virus chapare?

Chapare hemorrhagic fever (CHHF) adalah jenis penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh infeksi virus Chapare. Virus Chapare ada dalam keluarga arenavirus.

Arenavirus biasanya menyebar ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan pengerat seperti tikus yang terinfeksi atau secara tidak langsung melalui urin atau feses (kotoran) hewan pengerat yang terinfeksi.

Masa inkubasi virus, atau waktu antara kontak awal hingga perkembangan gejala, bervariasi dan berkisar antara 4-21 hari untuk arenavirus.

Gejala dan ciri-ciri infeksi virus chapare

Gejala CHHF mirip dengan demam berdarah asal Amerika Selatan lainnya, seperti demam berdarah Argentina (AHF) atau demam berdarah Bolivia (BHF).

Karena jumlah kasus CHHF yang terdokumentasi rendah, informasi tentang perkembangan tanda dan gejala penyakit ini serta masa inkubasinya masih terbatas. 

Berikut beberapa gejala dan ciri-ciri infeksi virus chapare yang terdokumentasi dari wabah yang pernah terjadi di Bolivia sebelumnya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi dan otot
  • Sakit di belakang mata
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Diare
  • Gusi berdarah
  • Ruam
  • Mudah marah

Faktor risiko dan penularan

Meskipun reservoir hewan pengerat dari virus Chapare tidak diketahui, arenavirus serupa biasanya ditularkan ke manusia dari hewan pengerat yang terinfeksi.

Potensi infeksi awal tergantung pada kebiasaan manusia dan hewan pengerat. Penularan bisa saja terjadi di rumah, misal saat tikus yang hidup di daerah pertanian yang terinfeksi masuk ke dalam lingkungan rumahmu.

Ada juga potensi infeksi di laboratorium atau pada petugas kesehatan. Virus chapare juga dapat menyebabkan penularan sekunder dari orang ke orang dan nosokomial (pusat perawatan kesehatan). Ini dapat terjadi dalam berbagai cara, di antaranya:

  • Penularan dari orang ke orang melalui kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lainnya dari orang yang terinfeksi. Mulai dari air liur, urin, air mani, sekret pernapasan.
  • Kontak dengan benda yang terkontaminasi darah atau cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti peralatan medis.

Dalam situasi ini, penggunaan alat pelindung diri (APD) dan prosedur desinfeksi membantu mencegah penyebaran penyakit akibat virus chapare.

Cara mengobati penyakit akibat virus chapare

Saat ini tidak ada pengobatan untuk CHHF atau penyakit akibat virus chapare. Terapi suportif penting untuk pemulihan dari dan kelangsungan hidup pasien CHHF. Ini termasuk:

  • Hidrasi
  • Penatalaksanaan syok. Seperti resusitasi cairan, pemberian stok vasopresin
  • Sedasi
  • Pereda sakit
  • Transfusi (bila perlu)

Karena CHHF virus chapare jarang terjadi dan hanya ada dua wabah yang tercatat, faktor kematian dan risiko kematian tidak diketahui.

Pasien virus chapare yang sembuh masih bisa tularkan virus!

Pasien yang pulih dari infeksi dengan arenavirus termasuk virus chapare dapat terus mengeluarkan virus dalam darah, air liur, urin, atau air mani selama berbulan-bulan setelah mereka tidak lagi menunjukkan gejala. 

Untuk alasan ini, cairan ini harus dipantau terus untuk mengetahui keberadaan virus Chapare di dalamnya. Karena pasien yang pulih berpotensi menginfeksi orang lain (terutama pasangan seksual atau anggota rumah tangga lainnya) melalui cairan ini.

Sedikit yang diketahui tentang kemungkinan komplikasi jangka panjang atau kekebalan pelindung setelah infeksi virus chapare.

Cara mencegah infeksi virus chapare

Karena virus ini ditularkan dari hewan pengerat ke manusia, maka penting bagi kamu melakukan pengendalian hewan pengerat di rumah.

Meningkatkan pengendalian hewan pengerat di dalam dan di sekitar rumah serta bangunan dapat membantu mengurangi paparan hewan pengerat yang mungkin terinfeksi arenavirus. 

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan:

  • Hindari kontak dengan hewan pengerat, tutup lubang dan celah di rumah dan bangunan lain di sekitar rumah untuk mencegah atau meminimalkan serangan hewan pengerat atau masuk ke dalam rumah.
  • Tempatkan perangkap di dalam dan sekitar rumah untuk mengurangi populasi hewan pengerat.
  • Bersihkan makanan apa pun yang mungkin dapat diakses hewan pengerat.
  • Menghindari area yang dipenuhi hewan pengerat dan mamalia kecil lainnya, atau di mana mereka melihat tanda-tanda serangan hewan pengerat (kotoran, dll.).
  • Menghindari kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi virus chapare  (misalnya darah, air liur, urin, air mani, sekret pernapasan, dll)

Virus ini termasuk mematikan jadi, segera lakukan tindakan pencegahan agar kamu terhindar dari virus chapare ya.

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar virus chapare? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.

Reference
register-docotr