Info Sehat

Mengenal 4 Jenis Gigitan Tungau dan Cara Mengatasinya

October 3, 2020 | Dewi Nurfitriyana | dr. Raja Friska Yulanda
feature image

Istilah tungau mungkin belum terlalu akrab saat kamu belum memiliki anak. Biasanya kata ini baru akan mampir karena si Kecil mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal, yang terjadi seolah tanpa sebab.

Tungau sendiri merupakan serangga berukuran mikroskopis yang memakan tumbuhan, serangga, hewan, dan bahkan manusia.

Kamu mungkin tidak sadar bahwa telah bersentuhan dengan tungau, sampai kamu mengalami benjolan merah yang gatal yang menyerupai gigitan.

Apa itu tungau?

Dilansir dari Healthline, tungau adalah jenis hewan yang sangat susah untuk dideteksi. Ini karena ukurannya yang sangat kecil, yakni sekitar 1/4 hingga 1/3 milimeter.

Kamu hanya dapat melihatnya di bawah mikroskop, dan itu pun hanya akan menampilkan sosoknya seperti makhluk kecil yang menyerupai laba-laba putih.

Tempat kesukaan tungau

Tungau paling banyak ditemukan di dalam rumah. Mengapa? Jawabannya karena sumber makanan tungau adalah sel kulit mati.

Dalam sehari, manusia bisa melepaskan 1,5 gram sel kulit mati, dan ini bisa menjadi makanan untuk satu juta tungau debu sekaligus.

Tungau sangat menyukai tempat-tempat di mana sel kulit mati paling mungkin menumpuk, seperti tempat tidur, perabotan, karpet, dan boneka. Tungau juga mampu membenamkan diri jauh ke dalam serat kain, sehingga tungau bisa ikut berpindah dan bepergian bersama kamu.

Baca juga: Kulit Gatal karena Gigitan Tungau, Kenali Ciri-ciri, Efek dan Cara Mengatasinya

Jenis-jenis gigitan tungau

Meskipun disebut serangga, tungau sebenarnya tidak menggigit. Dilansir dari Medicalnewstoday, beberapa contoh gigitan tungau meliputi:

Chiggers

Chiggers adalah larva dari keluarga tungau Trombiculid. Chiggers dewasa memakan bahan yang membusuk di tanah, sedangkan larvanya memakan sel-sel kulit inang yang hidup.

Saat menempel pada kulit, chigger akan mengeluarkan enzim pencernaan yang melembutkan epidermis, dan menyebabkan kulit mengalami ruam.

Gejala

Gigitan tungau ini akan membentuk kumpulan benjolan merah kecil di kulit, disertai rasa gatal yang hebat. Ini dapat berlangsung selama beberapa hari hingga 2 minggu.

Pengobatan

Seseorang dapat mengobati gigitan tungau dengan menggunakan:

  1. Antihistamin oral
  2. Krim kortikosteroid topical
  3. Kompres dingin

Tungau demodex

Tungau demodex memakan sel kulit mati dan minyak di dalam folikel rambut. Ada dua jenis tungau demodex yaitu Demodex folliculorum dan Demodex brevis.

Tungau D. brevis memakan sel kelenjar di folikel rambut dan cenderung berada di daerah dada dan leher. Sementara tungau D. folliculorum umumnya diam di area wajah, antara lain:

  1. Pipi
  2. Hidung
  3. Dagu
  4. Bulu mata
  5. Alis
  6. Telinga
  7. Lipatan kulit yang memanjang dari hidung ke sudut mulut

Gejala

Meskipun beberapa tungau D. folliculorum dapat hidup pada manusia tanpa disadari sama sekali, ‘gigitannya’ dapat menyebabkan gejala yang tidak diinginkan, termasuk:

  1. Bercak kulit merah, meradang, atau kering di wajah
  2. Kelopak mata meradang, berkerak, atau berair
  3. Kulit yang gatal
  4. Noda seperti jerawat

Pengobatan

Kamu dapat menggunakan insektisida topikal, seperti krim crotamiton atau permethrin untuk mengobati gigitan Demodex.

Untuk mencegah gigitan memburuk, maka kamu harus membersihkan wajah dua kali sehari, dan menghindari pembersih berbahan dasar minyak yang bisa membuat kulit mudah terkelupas.

Baca juga: Efektif dan Aman, Begini Cara Menghilangkan Jerawat Secara Tepat

Tungau kayu ek

Tungau jenis ini biasanya memakan larva lalat midge, tetapi mereka juga dapat menggigit manusia jika berada di permukaan kulit.

Gejala

Gigitan tungau ek terlihat mirip dengan gigitan tungau biasa, yakni menimbulkan bintik merah gatal di wajah, leher, lengan, atau tubuh bagian atas.

Pengobatan

Seseorang dapat mengobati gigitan tungau pohon ek dengan menggunakan:

  1. Losion kalamin
  2. Antihistamin oral
  3. Produk hidrokortison over-the-counter (OTC)

Kudis

Kudis adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh serangan tungau Sarcoptes scabiei. Tungau tersebut bersembunyi di lapisan atas kulit, tempat ia berkembang biak dan bertelur.

Gejala

Ruam kulit merah disertai rasa gatal yang hebat adalah gejala utama gigitan tungau jenis ini. Ruam mungkin berisi benjolan kecil, gatal-gatal, atau bekas di bawah kulit.

Pengobatan

Dokter dapat mengobati kudis dengan obat oral dan salep topikal yang membunuh tungau S. scabiei dan larvanya.

Dokter mungkin juga meresepkan antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan antibiotik untuk infeksi.

Reaksi alergi akibat tungau

Tungau juga bisa menyebabkan reaksi alergi, ini biasanya terjadi disebabkan menghirup bahan tinja dan kulit tungau. Adapun gejala umum alergi tungau meliputi:

  1. Bersin
  2. Batuk
  3. Pilek atau hidung tersumbat
  4. Gatal, mata berair
  5. Merah, kulit gatal
  6. Tenggorokan gatal
  7. Bergantung pada tingkat keparahan alergi, kondisi ini juga dapat memicu asma.

Gejala-gejala di atas mungkin akan menjadi lebih buruk di malam hari. Apabila kamu semakin sering berada di dalam ruangan, maka semakin rentan pula kamu terkena serangan tungau.

Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference

What Dust Mite Bites Look Like and How to Get Rid of Them, https://www.healthline.com/health/dust-mites-bites#description diakses pada 2 Oktober 2020

What do mite bites look like? https://www.medicalnewstoday.com /articles/mites-bites#mite-bites diakses pada 2 Oktober 2020

    register-docotr