Info Sehat

Mari Mengenal Manfaat Terapi Lintah untuk Kesehatan dan Pengobatan

July 22, 2020 | Dani Kosasih
feature image

Manfaat terapi lintah untuk kesehatan tubuh ada banyak. Salah satunya adalah meningkatkan sirkulasi darah dan memecah gumpalan darah. Karenanya banyak orang percaya kalau manfaat terapi lintah mampu mengobati gangguan peredaran darah dan penyakit kardiovaskular.

Sebuah jurnal kesehatan mengatakan bahwa terapi lintah yang dilakukan secara medis atau hirudoterapi bisa menjadi metode pengobatan tambahan dalam teknik pengobatan modern.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Trombosit Rendah Bisa Berbahaya bagi Tubuh Lho

Apa itu terapi hirudoterapi

Hirudoterapi adalah teknik pengobatan dengan menggunakan lintah yang diaplikasikan sebagai obat atau hirudo medicinalis. Teknik pengobatan ini telah dipercaya sejak lama berbagai praktisi pengobatan.

Teknik hirudoterapi memanfaatkan sifat lintah yang merekat pada kulit. Pada gigitan awal, biasanya tidak menyakitkan dan langsung diikuti dengan mengisap lima hingga 15 mili liter darah.

Selama proses ini, lintah melepaskan berbagai zat bioaktif, seperti hirudin, calin, hyaluronidase, dan zat mirip histamine.

Manfaat terapi lintah untuk kesehatan

Beberapa kasus menunjukkan bahwa bahan kimia yang berasal dari air liur lintah mampu dibuat menjadi obat medis untuk mengobati beberapa penyakit.

Beberapa jenis penyakit yang bisa diobati dengan bahan air liur lintah ini adalah:

Obati nyeri sendi

Penelitian yang berdasarkan uji klinis menunjukkan bahwa terapi lintah adalah pengobatan yang tepat untuk osteoartritis penyakit sendi yang umum.

Sifat anti-inflamasi dan anestesi dalam air liur lintah mengurangi rasa sakit di lokasi sendi yang menjadi objek terapi.

Manfaat terapi lintah untuk penyakit jantung

Terapi lintah dipercaya mampu melancarkan peredaran aliran darah hingga dianggap baik untuk penyakit jantung.

Mencegah penyebaran sel kanker

Perawatan kanker menggunakan terapi lintah hingga saat ini masih dalam tahap penelitian dan uji klinis.

Uji klinis ini dilakukan karena inhibitor trombosit dan enzim khusus yang terkandung dalam air liur lintah mampu membantu mencegah penyebaran sel kanker.

Mengatasi diabetes

Zat hirudin dalam air liur lintah dipercaya mampu mengencerkan darah dan mencegah pembekuan. Hal ini menjadi penting karena penderita diabetes cenderung memiliki darah yang lebih tebal.

Para peneliti telah mengamati hasil positif pada kasus-kasus di mana zat hirudin telah digunakan untuk mengobati diabetes. Zat hirudin dapat membantu meringankan tekanan pada jantung dan sistem kardiovaskular dengan menipiskan darah.

Sebuah studi kasus lain menunjukkan bagaimana obat tradisional unani, yang meliputi terapi lintah, dapat membantu menyelamatkan kaki seorang wanita 60 tahun yang menderita diabetes.

Digunakan dalam kosmetik

Dalam dunia kosmetik, terapi lintah cukup terkenal untuk mempertahankan jaringan lunak dan membantu penyembuhan setelah operasi rekonstruksi wajah.

Pada beberapa kasus, manfaat terapi lintah telah terbukti meningkatkan kemungkinan hasil positif dalam rekonstruksi pada bagian:

  • Hidung
  • Dahi
  • Payudara
  • Pipi
  • Jari tangan dan kaki

Manfaat terapi lintah untuk sirkulasi darah juga mampu untuk mengobati kebotakan dan kerontokan rambut pada kulit kepala.

Manfaat terapi lintah untuk mengobati masalah telinga dan pendengaran

Terapi lintah dipercaya dapat membantu menyembuhkan tiga masalah telinga dan pendengaran yang paling umum, yaitu:

Gangguan pendengaran mendadak

Gangguan pendengaran mendadak atau dalam istilah medis dikenal dengan sudden sensorineural hearing loss (SSHL).

Kondisi ini terjadi karena ada gangguan organ sensorik telinga pada bagian dalam. Biasanya kondisi ini hanya terjadi pada sati sisi telinga saja.

Gangguan pendengaran tinnitus

Gangguan pendengaran tinnitus biasanya dirasakan melalui gejala bunyi berdengung yang disertai pusing.

Kondisi tinnitus sebenarnya bukanlah sebuah penyakit, melainkan gangguan dari kondisi tertentu seperti cedera pada telinga.

Gangguan pendengaran otitis media

Gangguan pendengaran otitis media atau infeksi radang pada telinga bagian tengah sering timbul akibat batuk pilek, flu, atau alergi.

Siapapun bisa mengalami kondisi otitis media, namun lebih sering terjadi pada anak-anak

Baca Juga: Hati-hati Akibat Asam Lambung Tinggi, Kamu Bisa Mengalami Masalah Ini

Harga terapi lintah

Seorang pionir penjual lintah di Pasar Jatinegara, Nafendi mengaku menjual satu lintah seharga Rp10.000 untuk terapi.

Biasanya penjual lintah selalu membekali diri dengan beberapa botol kaca berisi lintah hidup. Lintah-lintah inilah yang akan digunakan untuk terapi.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

1. kumparan.com (2017). Diakses 17 Juli 2020. https://kumparan.com/kumparannews/mencari-sehat-dengan-terapi-lintah-di-pasar-jatinegara/full

2. researchgate.net. Diakses 17 Juli 2020.
https://www.researchgate.net/publication/268197220_Hirudotherapy_Leech_therapy_Applications_and_Indications_in_Surgery

3. leechestherapy.com. Diakses 17 Juli 2020. https://www.leechestherapy.com/about-leeches/benefits

4. ouh.nhs.uk. Diakses 17 Juli 2020. https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/32855Pleech.pdf

5. pharmaceutical-journal.com. Diakses 17 Juli 2020. https://www.pharmaceutical-journal.com/publications/previous-issues/cp-june-2014/hirudotherapy-a-guide-to-using-leeches-to-drain-blood-from-tissue/11136626.article?firstPass=false

6. healthline.com (2017). Diakses 17 Juli 2020. https://www.healthline.com/health/what-is-leech-therapy#medical-applications

7. ncbi.nlm.nih.gov (2013). Diakses 17 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3757849/

8. ncbi.nlm.nih.gov (2015). Diakses 17 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4717768/

9. pubmed.ncbi.nlm.nih.gov (2014). Diakses 17 Juli 2020. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24809835/

10. ncbi.nlm.nih.gov (2013). Diakses 17 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3757849/

11. hindawi.com (2014). Diakses 17 Juli 2020. https://www.hindawi.com/journals/ecam/2014/205929/

12. ncbi.nlm.nih.gov (2011). Diakses 17 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3296343/

13. ncbi.nlm.nih.gov (2017). Diakses 17 Juli 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5741396/

    register-docotr