Info Sehat

Kaya akan Nutrisi, Ini 7 Manfaat Lidah Buaya bagi Kesehatan

May 6, 2020 | Nik Nik Fadlah | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Kamu pasti sudah tidak asing dengan tanaman hijau yang satu ini, lidah buaya. Tanaman bedaging tebal ini ternyata memiliki banyak manfaat loh! Lalu, apa saja manfaat lidah buaya?

Aloe Vera atau yang lebih dikenal dengan lidah buaya merupakan tanaman hijau dari genus Aloe. Lidah buaya berasal dari Jazirah Arab yang kemudian menyebar ke seluruh dunia.

Lidah buaya merupakan salah satu tanaman populer yang terkenal akan khasiatnya. Sejak dulu tanaman ini banyak digunakan oleh masyarakat, baik untuk kecantikan maupun kesehatan.

Baca juga: Berkhasiat Bagi Tubuh, Ini 5 Manfaat Air Kelapa Hijau

Apa saja nutrisi yang terkandung dalam lidah buaya?

Lidah buaya sudah banyak digunakan dalam pengobatan selama ribuan tahun oleh Yunani, Mesir, India, Meksiko, Jepang, dan China.

Ratu mesir Nefertiti dan Cleopatra bahkan menggunakannya sebagai bagian dari rutinitas kecantikan mereka. Alexander Agung dan Christopher Columbus menggunakannya untuk mengobati prajurit yang terluka.

Manfaat yang diberikan oleh lidah buaya tentu saja berasal dari kandungan nutrisi yang dimilikinya. Tanaman yang memiliki bentuk daun segitiga dan bergerigi ini memiliki sejumlah kandungan vitamin dan mineral.

Lapisan lidah buaya beserta kandungannya

Masing-masing daun pada lidah buaya terdiri dari tiga lapisan.

  1. Gel bening pada bagian dalam mengandung 99% air dan sisanya terbuat dari glukomanan, asam amino, lipid, sterol, dan vitamin.
  2. Lapisan tengah yang merupakan getah kuning pahit mengandung antrakuinon dan glikosida.
  3. Lapisan luar yang tebal (biasa disebut sebagai kulit) terdiri dari 15-20 sel, serta memiliki fungsi sebagai pelindung yang dapat mensintesis karbohidrat dan protein.

Di dalam kulit lidah buaya terdapat bungkusan pembuluh yang bertanggung jawab untuk transportasi zat seperti air (xilem) dan pati (floem).

Tak hanya itu saja, lidah buaya juga memiliki kandungan aktif lainnya.

Kandungan aktif di dalam lidah buaya

Lidah buaya mengandung 75 konstituen aktif seperti vitamin, enzim, mineral, gula, lignin, saponin, asam salisilat, serta asam amino.

  • Vitamin: Lidah buaya mengandung vitamin A (beta karoten), C dan E yang merupakan  antioksidan. Lidah buaya juga mengandung vitamin B12, asam folat, dan kolin. Antioksidan dapat menetralisir radikal bebas.
  • Enzim: Lidah buaya mengandung 8 enzim yang terdiri dari alkaline phosphatase, amylase, bradykinase, carboxypeptidase, catalase, cellulase, lipase, dan peroxidase. Bradykinase membantu mengurangi peradangan berlebih ketika dioleskan pada kulit. Sementara kandungan enzim lain yang terdapat di dalamnya membantu pemecahan gula dan lemak.
  • Mineral: Di dalam lidah buaya terdapat kalsium, kromium, tembaga, selenium, magnesium, mangan, potasium, sodium, dan juga zinc. Mineral yang terkandung di dalamnya sangat penting untuk berfungsinya berbagai sistem enzim dalam jalur metabolik yang berbeda dan juga penting bagi beberapa antioksidan.
  • Gula: Lidah buaya memiliki monosakarida (glukosa dan fruktosa) dan polisakarida (glukomanan polimanose). Kandungan ini berasal dari lapisan lendir lidah buaya yang dikenal sebagai mukopolisakarida. Monosakarida yang paling menonjol adalah mannose-6-fosfat, dan polisakarida yang paling umum disebut glukomanan.
  • Antrakuinon: Lidah buaya mengandung 12 antrakuinon, yang merupakan senyawa fenolik yang secara tradisionalnya dikenal sebagai obat pencahar. Aloin dan emodin bertindak sebagai analgesik, antibakteri, dan antivirus.
  • Asam lemak: Di dalam tumbuhan berdaging tebal ini terkandung 4 steroid tanaman, yakni kolesterol, kampesterol, beta sitosterol, dan lupeol. Semua kandungan ini memilliki sifat antiinflamasi. Lupeol juga memiliki sifat antiseptik dan analgesik.
  • Hormon: Lidah buaya juga memiliki hormon auksin dan giberelin. Auksin dan giberelin membantu penyembuhan luka dan bertindak sebagai antiinflamasi.
  • Lainnya: Lidah buaya memiliki kandungan lain seperti, 20 dari 22 asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, serta 7 dari 8 asam amino esensial. Tak hanya itu saja, lidah buaya juga mengandung salicylic acid yang memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri.
  • Lidah buaya juga mengandung lignin. Kandungan lain yang dimiliki oleh tanaman ini adalah saponin. Saponin merupakan zat sabun yang membentuk sekitar 3% gel. Saponin memiliki sifat pembersihan dan antiseptik.

Kandungan-kandungan yang terdapat di dalam lidah buaya tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan. Maka tidak heran jika tanaman hijau ini telah digunakan sebagai pengobatan oleh banyak orang.

Apa saja manfaat lidah buaya untuk kesehatan?

Ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu peroleh jika kamu menggunakan tanaman ini untuk kesehatan. Berikut adalah manfaat lidah buaya yang bisa kamu peroleh.

1. Membantu dalam penyembuhan luka

Manfaat lidah buaya yang pertama adalah dapat membantu penyembuhan luka. Kamu pasti sudah tahu bukan bahwa manfaat lidah buaya yang paling terkenal adalah dapat membantu dalam proses penyembuhan luka.

Lidah buaya memang dapat membantu dalam penyembuhan luka yang terjadi pada kulit. Bahkan saat ini, lidah buaya sudah banyak tersedia dalam berbagai obat topikal yang berfungsi untuk membantu penyembuhan luka serta perawatan kulit yang dengan mudah dapat kamu temukan di apotek.

Gel lidah buaya dapat membantu penyembuhan kulit terbakar, dermatitis kontak, luka ringan serta lecet yang terjadi pada kulit. Gel lidah buaya yang baru diekstrak memiliki efek dingin yang dapat meredakan nyeri dan gatal pada jangka waktu pendek.

Dalam penyembuhan luka bakar, sebuah studi menunjukkan bahwa lidah buaya adalah pengobatan yang efektif untuk luka bakar tingkat pertama dan kedua.

Sebuah tinjauan terhadap 4 studi eksperimental menemukan bahwa lidah buaya dapat mengurangi penyembuhan dalam luka bakar sekitar 9 hari dibandingkan dengan obat konvensional lain.

2. Manfaat lidah buaya dapat menstabilkan gula darah

Manfaat lidah buaya selanjutnya adalah dapat menstabilkan gula darah. Mengonsumsi lidah buaya dapat membantu mengontrol kadar glukosa darah. Hal ini sangat penting bagi orang yang memiliki prediabetes serta diabetes tipe 2.

Penelitian lain menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 1-2 bulan pemberian 300 mg dan 500 mg kapsul lidah buaya membantu kadar glukosa darah puasa menjadi lebih seimbang.

Ekstrak lidah buaya juga memiliki efek positif seperti meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi kadar gula darah puasa, serta mengurangi level A1C.

Menurut sebuah studi di Phytomedicine: International Journal of Phytotherapy dan Phytopharmachy, hal tersebut dapat berarti bahwa lidah buaya memiliki masa depan dalam pengobatan diabetes.

Akan tetapi, bagi para penderita diabetes yang menggunakan obat penurun glukosa harus behati-hati ketika mengonsumsi lidah buaya.

Lidah buaya yang dikonsumsi dalam bentuk jus bersamaan dengan mengonsumsi obat penurun glukosa, memungkinkan dapat membuat jumlah glukosa darah turun pada tingkat yang berbahaya. Dan hal ini pun harus sangat diperhatikan.

3. Lidah buaya dapat mengurangi masalah pencernaan

Bagi kamu yang sering merasakan masalah pencernaan, kamu dapat memilih lidah buaya untuk mengatasi masalah ini. Lidah buaya yang dikonsumsi sebagai minuman dapat membantu masalah pencernaan, khususnya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Lateks yang dimiliki oleh lidah buaya memiliki manfaat untuk mengobati sembelit. Lateks sendiri merupakan getah kuning lengket yang dapat ditemukan tepat di bawah kulit daun. Senyawa utama yang bermanfaat untuk hal ini disebut aloin atau barbaloin yang memiliki efek pencahar.

Meskipun lateks telah banyak digunakan dalam berbagai macam obat pencahar untuk membantu mengobati sembelit, akan tetapi hal tersebut tidak direkomendasikan karena dapat berpotensi tidak aman.

Oleh karenanya, Amerika Serikat belum menyediakan getah lidah buaya ini sejak 2002.

Salah satu studi menemukan bahwa lidah buaya juga dapat mengurangi nyeri perut dan kembung pada penderita Irritable Bowel Syndrome (IBS) dengan konstipasi dominan.

IBS sendiri merupakan gangguan pencernaan yang memengaruhi kinerja usus besar. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat mengurangi urgensi dan frekuensi atau meningkatkan konsistensi tinja.

4. Membantu untuk mengobati sariawan

Kamu tentu pasti pernah mengalami sariawan bukan? Masalah ini merupakan masalah yang sering timbul dalam keseharian kita, bahkan sariawan terkadang sangat menganggu karena dapat menimbulkan rasa sakit di dalam mulut.

Eitss, tetapi kamu tidak perlu khawatir jika mengalami sariawan, karena ternyata lidah buaya juga dapat membantu mengatasi masalah sariawan loh!

Studi secara meyakinkan telah menunjukkan bahwa perawatan lidah buaya dapat mempercepat penyembuhan luka di dalam mulut.

Dalam studi selama 7 hari terhadap 180 orang yang memiliki sariawan, gel lidah buaya yang diaplikasikan pada area yang terkena sariawan efektif dalam mengurangi ukuran sariawan.

5. Membantu mendukung sistem kekebalan tubuh

Lidah buaya dikemas secara penuh dengan polisakarida yang dapat meningkatkan kekebalan, sehingga sistem kekebalan tubuh dapat berfungsi dengan baik. Untuk memperoleh manfaat ini, kamu dapat mengonsumsi lidah buaya dalam bentuk jus.

Banyaknya inflamasi atau peradangan di dalam tubuh dapat menyebabkan masalah dalam sistem kekebalan tubuh, seperti asma atau eksim.

Tanaman herbal yang menenangkan seperti jus lidah buaya dapat memperlambat inflamasi serta membantu menyusun ulang respon imun untuk mencegah kondisi tersebut.

6. Membantu menghambat pertumbuhan bakteri

Antioksidan sangat penting bagi tubuh karena dapat melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas yang sangat berbahaya. Gel lidah buaya mengandung antioksidan kuat yang termasuk dalam kelompok besar zat yang dikenal sebagai polifenol.

Polifenol bersama dengan beberapa senyawa lain yang terkandung dalam lidah buaya dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu yang dapat menyebabkan infeksi pada tubuh manusia.

7. Manfaat lidah buaya bagi kulit

Manfaat lidah buaya lainnya adalah lidah buaya dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit. Tanaman ini dapat memperbaiki kulit serta mencegah keriput. Ada beberapa bukti bahwa gel lidah buaya dapat memperlambat penuaan kulit.

Dalam suatu penelitian terhadap 30 wanita yang berusia di atas 45 tahun membuktikan bahwa, mengaplikasikan gel lidah buaya terbukti dapat meningkatkan produksi kolagen serta meningkatkan elastisitas kulit dalam periode 90 hari.

Studi lain menemukan bahwa lidah buaya dapat mengurangi kemerahan pada kulit.

Baca juga: Ini 7 Nutrisi Wajib untuk Wanita yang Diperlukan Tubuh

Sebelum mengonsumsi lidah buaya, sebaiknya perhatikan hal ini

Untuk menjaga keamanan dalam mengonsumsinya, sebaiknya jangan mengonsumsi dan menggunakan lidah buaya sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika kamu ingin mengonsumsi atau menggunakan lidah buaya sebagai pengobatan. Berikut adalah hal yang harus diperhatikan:

  • Jangan oleskan lidah buaya pada luka yang dalam atau luka bakar yang parah
  • Orang yang alergi terhadap bawah putih atau bawang merah memiliki kecenderungan alergi juga terhadap lidah buaya
  • Penggunaan lidah buaya dengan dosis yang tinggi dapat berbahaya
  • Jangan mengonsumsi lidah buaya jika kamu memiliki masalah usus, penyakit jantung, penyakit Crohn (penyakit radang usus kronis), wasir, masalah ginjal, atau  gangguan elektrolit
  • Jika kamu mengonsumsi obat secara teratur, sebaiknya konsultasilah terlebih dahulu sebelum mengonsumsi lidah buaya. Hal ini dikarenakan penggunaan lidah buaya yang dikonsumsi dapat menghambat penyerapan obat-obatan yang dikonsumsi pada saat yang bersamaan
  • Lidah buaya sebaiknya tidak digunakan pada orang yang memiliki alergi lateks. Hal tersebut disebabkan karena reaksi alergi akan muncul pada orang yang memiliki alergi lateks. Dari mulai reaksi alergi yang ringan hingga yang parah
  • Karena kurang bukti keamanannya, suplemen lidah buaya sebaiknya tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak, wanita hamil, atau ibu yang sedang menyusui

Manfaat lidah buaya memang banyak, namun jika kamu memiliki kondisi masalah kesehatan yang serius, sebaiknya perhatikanlah terlebih dahulu kandungan serta efek apa yang akan ditimbulkan jika kamu mengonsumsi tanaman ini.

Bila perlu, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter sebelum memutuskan untuk menggunakannya sebagai pengobatan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Emedihealth (2020). Diakses pada 2 Mei 2020. Aloe Vera: Health Benefits, Side Effects, and Recipes 

Healthline (2016). Diakses pada 2 Mei 2020. 7 Amazing Uses for Aloe Vera

Medical News Today (2020). Diakses pada 2 Mei 2020. What Are The Benefits of Aloe Vera? 

Surjushe, Amar, Resham Vasani, dan D.G Saple (2008). Aloe Vera: A Short Review. NCBI (diakses pada 2 Mei 2020)

Webmd (2018). Diakses pada 2 Mei 2020. Aloe Vera

Very Well Health (2019). Diakses pada 2 Mei 2020. The Health Benefits of Aloe Vera

    register-docotr