Info Sehat

Jangan Asal Pakai, Kamu Harus Tahu 5 Manfaat Kawat Gigi Berikut Ini

June 16, 2020 | Nanda Hadiyanti
feature image

Tren menggunakan kawat gigi atau behel masih bertahan hingga kini. Sayangnya, ada beberapa orang yang menggunakannya karena ingin terlihat tampil kekinian, tanpa tahu manfaat kawat gigi yang sebenarnya.

Padahal pengguannya juga tak main-main lho. Karena pemasangan gigi memiliki tujuan untuk menunjang kondisi kesehatan mulut.

Berikut simak penjelasan manfaat penggunaan kawat gigi atau behel dari sisi medis di bawah ini:

5 manfaat kawat gigi atau behel yang perlu kamu tahu

Kawat gigi adalah salah satu alat yang digunakan oleh ortodontis yang digunakan untuk mengoreksi bentuk gigi. Kamu juga perlu tahu jika ortodontis berbeda dari dokter gigi biasa. Ortodontis adalah dokter gigi yang telah mengambil spesialisasi di bidang ortodonti.

Ortodonti sendiri adalah bidang yang mempelajari tentang estetika posisi gigi, rahang dan wajah. Seorang ortodontis biasanya akan menyarankan pasiennya menggunakan kawat gigi jika dibutuhkan untuk merapikan gigi, agar mendapatkan manfaat seperti:

Meningkatkan percaya diri

Ortodontis akan menyarankan pasiennya merapikan gigi jika mengalami maloklusi gigi yang memengaruhi bentuk wajah dan tampilan gigi. Maloklusi gigi sendiri adalah kondisi tulang rahang dan gigi yang tidak sejajar alias berantakan.

Gigi yang berantakan ini biasanya bisa memengaruhi penampilan seseorang dan membuatnya tidak percaya diri. Di Indonesia kondisi ini seringkali disebut gigi tonggos. Tidak cuma tonggos, namun gigi tumpang tindih dan bengkok juga termasuk dalam maloklusi gigi.

Menjaga kebersihan gigi dan mulut

Penggunaan kawat gigi ini juga berkaitan erat dengan kebersihan gigi dan mulut. Dokter biasanya akan memeriksa kondisi gigi yang perlu dirapikan. Jika terjadi maloklusi gigi yang cukup parah, biasanya akan dianjurkan memakai kawat gigi.

Alasannya, selain untuk memperbaiki tampilan wajah, merapikan gigi diperlukan agar gigi lebih mudah dibersihkan. Gigi yang tidak rapi akan lebih sulit dibersihkan, sehingga risiko penumpukan plak gigi lebih tinggi dibanding mereka yang memiliki gigi rapi.

Melindungi dan menjaga kesehatan gigi

Melanjutkan poin di atas, gigi perlu dirapikan agar lebih mudah dibersihkan dan mencegah terjadinya penimbunan plak. Karena plak gigi yang menumpuk dan dibiarkan dapat menjadi karang gigi. Ini dapat menyebabkan kerusakan gigi dan menyebabkan munculnya penyakit gusi.

Salah satu yang penyakit yang bisa timbul karena penumpukan plak adalah periodontitis. Periodontitis infeksi gusi yang merusak jaringan di sekitar gigi akan menimbulkan berbagai gejala seperti nyeri saat mengunyah, bengkak pada gusi dan juga gusi berdarah.

Menyelaraskan posisi rahang

Gigi yang tidak rapi bisa membuat bentuk rahang yang tidak selaras. Kondisi ini biasanya akan membuat seseorang mengalami kesulitan menggigit atau mengunyah. Itu sebabnya perlu dilakukan usaha merapikan gigi, salah satunya menggunakan kawat gigi.

Dengan gigi yang rapi, rahang selaras, maka akan meningkatkan kemampuan menggigit. Ini akan mengurangi risiko masalah pencernaan karena proses mengunyah yang tidak maksimal.

Memperbaiki cara bicara

Dalam beberapa kasus, maloklusi gigi yang parah dapat memengaruhi cara bicara seseorang. Kondisi ini biasanya akan memengaruhi tingkat kepercayaan diri seseorang. Itu sebabnya manfaat kawat gigi dibutuhkan untuk mengembalikan cara bicara yang terdengar normal.

Walaupun maloklusi gigi bukan penyakit berbahaya, namun kondisi ini memengaruhi beberapa kegiatan mendasar atau kegiatan sehari-hari dan terasa penting untuk diperbaiki.

Sebagai informasi tambahan, kamu juga perlu tahu jika kawat gigi atau behel bukan satu-satunya alat yang biasa digunakan ortodontis untuk mengatasi maloklusi gigi. Ada beberapa alat lain seperti lingual braces (seperti behel dipasang di bagian dalam gigi), aligners dan juga invisalign.

Pemilihan alat merapikan gigi tersebut ditentukan atas anjuran dokter dan persetujuan pasien. Dilansir dari salah satu artikel medicalnewstoday, di Amerika Serikat pemakaian kawat gigi biasanya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun. Namun orang yang lebih dewasa juga bisa menggunakannya.

Hanya saja, pada orang dewasa dibutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan pengguna behel remaja. Umumnya seseorang bisa merasakan manfaat behel setelah menggunakannya mulai dari 18 hingga 22 bulan, tergantung dari tingkat keparahan maloklusi gigi.

Bukan cuma harus sabar menunggu hasilnya, pengguna kawat gigi juga harus tahu tentang risiko yang mungkin terjadi selama memakai behel tersebut. Apa saja risikonya?

Sebelum merasakan manfaat kawat gigi, kamu perlu tahu risikonya

Walaupun terbilang aman, namun tetap ada beberapa risiko yang mungkin terjadi. Risiko terbagi menjadi dua, yaitu jangka pendek dan jangka panjang.

Risiko jangka pendek

Kawat gigi menciptakan ruang kecil di sekitar gigi yang dapat menjebak sisa makanan dan meningkatkan endapan plak. Kamu harus rajin membersihkan gigi, jika tidak kamu mungkin akan mengalami:

  • Hilangnya mineral pada permukaan email luar gigi, yang menyebabkan munculnya noda pada gigi.
  • Kerusakan gigi, termasuk gigi berlubang dan penyakit gusi.

Risiko jangka panjang

Penggunaan kawat gigi atau behel juga dapat menyebabkan risiko jangka panjang seperti:

  • Pergerakan gigi saat pemakaian behel dapat mengakibatkan gigi menjadi kurang stabil. Namun pada umumnya, ini tidak menyebabkan masalah krusial.
  • Gagal mengoreksi bentuk gigi. Jika kamu tidak menuruti petunjuk dokter, bisa jadi letak gigi tidak menunjukkan hasil maksimal. Terlebih jika pasien enggan melakukan perawatan setelah pelepasan kawat.
  • Dokter akan memberikan retainer atau alat yang menjaga bentuk gigi, untuk digunakan setelah behel dilepas. Malas menggunakan retainer dalam mengakibatkan posisi gigi kembali berantakan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Mayoclinic.org diakses 12 Juni 2020 Dental Braces 
  2. Medicalnewstoday diakses 12 Juni 2020 How can orthodontic treatment help? 
  3. Healthline.com diakses 12 Juni 2020 Braces in Adults 
    register-docotr