Info Sehat

Ragam Manfaat dan Bahaya Kerokan bagi Kesehatan Tubuh, Cek Faktanya!

August 29, 2020 | Husni Efendi
feature image

Kerokan dikenal sebagai salah satu cara tradisional mengatasi kondisi penyakit tertentu, utamanya masuk angin. Sebenarnya apa sajakah manfaat dan bahaya kerokan?

Bagi masyarakat awam, kerokan kerap dipercaya sebagai cara ‘mengeluarkan’ angin dari dalam tubuh, selain juga meredakan gejala seperti pusing, meriang, atau leher dan persendian pegal.

Bagaimana kerokan dipandang dari segi medis? Simak ulasannya berikut ini, yuk!

Apa itu kerokan?

Praktik ‘kerokan’ sebenarnya salah satu bentuk pengobatan yang tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur, seperti Tiongkok, Laos, Thailand, Kamboja, Vietnam, hingga Korea Selatan.

Kerokan berasal dari bahasa Jawa yang artinya mengikis. Banyak yang menggunakan alat pijat lain seperti sendok atau tongkat kayu, namun di Indonesia umumnya menggunakan koin.

Konon tanda kemerahan setelah kerokan, melambangkan lenyapnya angin dari dalam tubuh, meski secara ilmiah gagasan ini terbilang sulit dipastikan keakuratannya.

Namun demikian, kerokan tidak hanya terkait masuk angin. Terapi tradisional ini juga dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit dan gangguan kesehatan, meski diperlukan lebih banyak penelitian dan bukti ilmiah.

Baca juga: Apa itu Masuk Angin? Ini Penjelasan Medis yang Kamu Perlu Tahu

Manfaat kerokan bagi kesehatan

Secara umum kerokan atau gua sha dipercaya dapat meredakan beberapa kondisi kesehatan, seperti:

Mengurangi peradangan

Kerokan atau gua sha dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, yang mana ditunjukkan pada sebuah penelitian.

Enzim yang disebut heme oxygenase-15, sebuah anti-inflamasi yang kuat, diukur sebelum dan sesudah kerokan atau ‘muscle scraping’, ditemukan bahwa enzim tersebut yang dilepaskan dan berkembang ke seluruh tubuh, mempromosikan efek anti-inflamasi dalam tubuh.

Meredakan nyeri

Sebuah studi menunjukkan bahwa kerokan (muscle scraping) dapat membantu meringankan peradangan dan nyeri setelah berlatih, berolahraga, atau beraktivitas yang membuat kelelahan.

Studi tersebut menemukan bahwa subjek yang melaporkan nyeri leher kronis, mengalami kesembuhan setelah sekitar satu minggu melakukan kerokan (muscle scraping).

Rentang gerak lebih leluasa

Sebuah studi menunjukkan bahwa kerokan (muscle scraping) juga dipercaya dapat meningkatkan rentang gerak yang lebih baik dan leluasa, melalui peningkatan sirkulasi darah, pengentasan jaringan parut, dan peningkatan tendon dan ekstensibilitas jaringan.

Ini juga dianggap sebagai cara aman dan alami untuk mengatasi jaringan lunak setelah cedera dan mendapatkan performa otot yang lebih baik.

Membantu meringankan berbagai kondisi penyakit

Kerokan atau gua sha juga dipercaya meringankan gejala berbagai penyakit. Beberapa di antaranya sakit kepala migrain, pembengkakan payudara dan nyeri leher, seperti ditunjukkan dalam sejumlah penelitian.

Bahaya terlalu sering melakukan kerokan

Berikut adalah sejumlah bahaya atau efek samping dari kerokan:

Menyebabkan nyeri dan iritasi kulit

Meski dianggap tidak berbahaya, namun kerokan dapat mengubah penampilan kulit. Bisa timbul iritasi kulit, tanda kemerahan atau memar yang khas. Ini karena pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit yang disebut kapiler pecah.

Berisiko menimbulkan perdarahan

Perdarahan bisa terjadi akibat aktivitas menggosok atau mengikis kulit. Bekas luka atau memar biasanya hilang dalam beberapa hari. Apabila terasa sakit, biasanya obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen, digunakan untuk membantu mengatasinya.

Mengakibatkan infeksi

Kondisi kepekaan kulit berbeda-beda. Bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, kerokan dapat mendatangkan luka yang berisiko infeksi. Area yang memar pun perlu dilindungi dengan hati-hati.

Kamu bisa mencoba mengoleskan kompres es yang dapat membantu mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menghindari infeksi.

Berisiko menularkan penyakit

Kerokan juga berisiko menularkan penyakit melalui darah,terutama jika terjadi pendarahan. Maka dari itu, penting untuk mendisinfeksi alat yang digunakan.

Tidak semua orang cocok dikerok

Kerokan atau gua sha bisa jadi tidak cocok untuk semua orang. Orang yang disarankan tidak melakukan kerokan, di antaranya mereka yang memiliki kondisi medis terkait kulit atau pembuluh darah, mereka yang mudah berdarah, mereka yang minum obat untuk mengencerkan darah, dan memiliki trombosis vena dalam.

Orang yang mengalami infeksi, tumor, atau luka yang belum sembuh sepenuhnya, dan orang yang memiliki implan, seperti alat pacu jantung atau defibrilator internal, juga tidak cocok melakukan kerokan.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  • FK Unair, Kerokan Boleh, Asal… https://fk.unair.ac.id/archives/2011/02/28/kerokan-boleh-asal.html, diakses 25 Agustus 2020
  • Healthline, Understanding Gua Sha: Benefits and Side Effects https://www.healthline.com/health/gua-sha, diakses 25 Agustus 2020
  • Medical News Today Gua sha: What you need to know https://www.medicalnewstoday.com/articles/320397, diakses 25 Agustus 2020
  • NCBI, Effect of scraping therapy on weightlifting ability https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25102691, diakses 25 Agustus 2020
  • NCBI, Coining: An Ancient Treatment Widely Practiced Among Asians https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4170418, diakses 25 Agustus 2020
  • NCBI, Therapeutic effectiveness of instrument-assisted soft tissue mobilization for soft tissue injury: mechanisms and practical application https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5331993, diakses 25 Agustus 2020
  • Ortho Carolina, Scrape the Pain Away – Graston Technique https://www.orthocarolina.com/media/scrape-the-pain-away-graston-technique-, diakses 25 Agustus 2020
  • Oxford Academic, Effectiveness of Traditional Chinese “Gua Sha” Therapy in Patients with Chronic Neck Pain: A Randomized Controlled Trial https://academic.oup.com/painmedicine/article/12/3/362/1829149, diakses 25 Agustus 2020
  • Sidekick, Muscle Scraping: Can It Improve Muscle Performance? https://blog.sidekicktool.com/muscle-scraping-can-it-improve-muscle-performance, diakses 25 Agustus 2020
  • Standford Medicine, What is coining (Gua sha)? https://stanfordmedicine25.stanford.edu/blog/archive/2016/skincoining.html, diakses 25 Agustus 2020
    register-docotr