Info Sehat

5 Manfaat Buah Pinang Muda untuk Kesehatan, Kenali Juga Efek Sampingnya

December 19, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Pinang adalah buah yang dihasilkan dari pohon palem bernama Latin Areca catechu. Buah yang mudah dijumpai di Asia Tenggara ini punya banyak khasiat, terutama yang masih muda. Beberapa orang menjadikannya sebagai sirih untuk mendapatkan manfaat buah pinang muda.

Lantas, apa saja manfaat dari buah tersebut? Apa ada efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Berbagai manfaat buah pinang muda

Buah pinang, terutama yang muda, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari membantu mengatasi mulut kering hingga meredakan gejala dari penyakit serius, seperti skizofrenia dan glaukoma.

1. Mengatasi mulut kering

Manfaat buah pinang muda yang pertama adalah mampu mengatasi mulut kering. Dikutip dari Live Strong, orang yang mengunyah buah pinang cenderung menghasilkan air liur dalam jumlah besar.

Hal tersebut dapat membantu gejala mulut kering yang biasa dialami oleh pengidap diabetes dan sindrom Sjogren (penyakit autoimun).

2. Antiracun ular

Salah satu manfaat buah pinang muda yang jarang diketahui banyak orang adalah sifat antiracunnya terhadap bisa ular.

Menurut sebuah penelitian yang terbit di Research Journal of Medicine Plants, kandungan tanin dan polifenol pada pinang bisa berinteraksi dengan sistem enzim ular, termasuk dari spesies Naja kaouthia (salah satu jenis kobra).

Dua kandungan aktif tersebut dapat menghambat penyebaran racun dengan cara memblokir reseptor asetilkolin nikotinat terhadap pengendapan protein dari bisa yang masuk ke dalam tubuh.

3. Manfaat buah pinang muda untuk sperma

Manfaat buah pinang muda berikutnya adalah mampu menjaga kesehatan sperma. Hal itu tak lepas dari kandungan alkaloid yang dimiliki, seperti arekolin, guvasin, dan arekaidin.

Menurut sebuah publikasi di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat, dengan metode in vitro, zat pada buah pinang tersebut terbukti mampu memengaruhi efek motilitas pada sperma.

Motilitas, atau kecepatan gerak, adalah hal yang sangat dibutuhkan agar sperma bisa menjangkau tuba fallopi dan bertemu sel telur. Dengan begitu, ini dapat meningkatkan peluang pembuahan dan kehamilan.

Baca juga: Punya Sperma Sehat Penting Bagi Kesuburan Pria, Apa Saja Ciri-cirinya?

4. Meredakan gejala skizofrenia

Pinang adalah buah yang baik untuk pengidap skizofrenia. Menurut studi yang diterbitkan oleh Cambridge University, alkaloid pada pinang bersifat kolinomimetik, dapat memperkuat atau meningkatkan aktivitas saraf.

Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental yang disebabkan oleh terganggunya sistem saraf pusat di otak. Di dalam buah pinang, setidaknya ada sembilan alkaloid aktif melimpah yang dapat memengaruhi efek parasimpasis (berhubungan dengan respons tubuh).

Penelitian yang sama juga menjelaskan, jutaan pengidap skizofrenia yang tinggal di daerah dengan pasokan pinang melimpah biasanya menggunakan buah itu sebagai pengobatan alami, selain perawatan medis.

5. Manfaat buah pinang muda untuk mata

Manfaat buah pinang yang terakhir adalah bisa membantu menjaga kesehatan mata. Bahkan, pada pengidap glaukoma, buah ini cukup efektif untuk mengurangi gejalanya.

Sebuah studi yang terbit pada British Journal of Ophthalmology memaparkan, arekolin yang merupakan salah satu alkaloid penting dalam pinang memiliki efek yang mirip dengan aceclidine.

Zat tersebut merupakan agen miotik parasimpatomimetik yang umum digunakan pada  pengobatan glaukoma sudut sempit, berfungsi menurunkan tekanan intraokular.

Baca juga: Bisa Bikin Buta, Ini Penyebab Glaukoma Mata

Efek samping buah pinang

Selain memiliki banyak manfaat, kamu juga perlu tahu apa saja efek samping dan dampak buruk yang dapat ditimbulkan dari buah pinang. Ada banyak penelitian yang menghubungkan sejumlah gangguan kesehatan dengan konsumsi pinang berlebihan.

Studi yang terbit di Journal of American Dental Association menjelaskan, konsumsi buah pinang berlebihan bisa meningkatkan risiko seseorang terkena fibrosis submukosa oral, atau tumbuhnya jaringan baru di dalam mulut. Mulut bisa kaku dan gerakan rahang menjadi terbatas.

Tak hanya itu, terlalu sering mengunyah pinang dapat menyebabkan iritasi gusi dan kerusakan gigi. Mengutip Healthline, dampak jangka panjangnya bisa berupa gigi menjadi merah tua bahkan hitam secara permanen.

Selain masalah mulut, konsumsi pinang berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan lebih serius. Riset yang diterbitkan American Society for Clinical Nutrition menemukan keterkaitan antara pinang dengan risiko penyakit kardiovaskular, obesitas, dan sindrom metabolik.

Nah, itulah ulasan tentang manfaat buah pinang muda yang perlu kamu tahu. Agar tetap aman dan tidak menimbulkan efek samping atau dampak buruk, sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan kamu dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Live Strong, diakses 4 Desember 2020,Betel Nut Benefits.
  2. Healthline, diakses 4 Desember 2020, How Dangerous Is Betel Nut?
  3. The American Journal of Clinical Nutrition, diakses 4 Desember 2020, Betel nut chewing is associated with increased risk of cardiovascular disease and all-cause mortality in Taiwanese men.
  4. British Journal of Ophthalmology, diakses 4 Desember 2020, Double-blind cross-over comparison of aceclidine and pilocarpine in open-angle glaucoma.
  5. Cambridge University, diakses 4 Desember 2020, Effects of chewing betel nut (Areca catechu) on the symptoms of people with schizophrenia in Palau, Micronesia.
  6. Research Journal of Medicine Plant, diakses 4 Desember 2020, Areca catechu L.: A Valuable Herbal Medicine Against Different Health Problems.
  7. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Desember 2020, Alkaloids from areca (betel) nuts and their effects on human sperm motility in vitro.
  8. National Center for Biotechnology Information (NCBI), diakses 4 Desember 2020, Coming to America: betel nut and oral submucous fibrosis.

    register-docotr