Info Sehat

Makanan Sering Terasa Nyangkut di Dada? Ini Penyebab dan Cara Penanganannya!

November 5, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Beberapa orang mungkin sering kesulitan menelan sehingga makanan seperti terasa nyangkut di dada. Kondisi ini biasanya disebut sebagai disfagia, di mana dapat menyebabkan gejala berupa penurunan berat badan dan infeksi dada berulang.

Orang yang kesulitan menelan mungkin bisa tersedak makanan atau cairan ketika mencoba untuk menelannya. Nah, untuk mengetahui beberapa penyebab makanan sering terasa tersangkut, yuk simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Manfaat Salmon Bagi Kesehatan, Bantu Turunkan Tekanan Darah hingga Tingkatkan Daya Ingat!

Apa penyebab makanan terasa tersangkut di dada?

Dilansir National Institute on Deafness and Other Communication Disorder, disfagia seringkali mempersulit asupan kalori dan cairan yang cukup untuk menyehatkan tubuh. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki disfagia bisa menderita masalah medis serius lainnya.

Ketika kamu merasa mengalami disfagia, mungkin gejala tertentu akan muncul bersamaan dengan kesulitan menelan. Beberapa tanda yang akan dirasakan antara lain batuk atau tersedak saat menelan, suara parau, kesulitan mengunyah makanan padat, dan terasa nyeri saat menelan.

Biasanya, gejala ini akan mudah dideteksi pada orang dewasa namun sulit untuk anak-anak. Cara mengetahui ciri anak yang mengalami disfagia adalah menolak makanan tertentu, sering muntah saat makan, mengalami kesulitan bernapas, dan penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.

Disfagia memiliki banyak kemungkinan penyebab dan paling sering terjadi pada orang dewasa yang lebih tua. Beberapa penyebab makanan sering terasa nyangkut di dada, antara lain sebagai berikut:

Refluks asam dan GERD

Gejala refluks asam disebabkan ketika isi perut mengalir kembali ke kerongkongan. Hal ini bisa mengakibatkan keluhan seperti mulas, sakit perut, dan bersendawa. Maka dari itu, beberapa orang dengan kondisi ini bisa merasakan makanan seperti tersangkut di dada.

Heartburn

Heartburn merupakan sensasi terbakar di dada yang sering terjadi dengan disertai rasa pahit di tenggorokan atau mulut. Selain itu, penderita heartburn terkadang juga akan merasakan makanan seperti tersangkut di dada sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Epiglottitis

Epiglottitis ditandai dengan jaringan yang meradang pada epiglotis dalam tubuh. Biasanya, penderita juga akan merasakan makanan seperti tersangkut di dada dan merupakan kondisi yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Kanker perut

Kanker perut atau adenokarsinoma lambung terjadi ketika sel kanker terbentuk di lapisan perut. Karena sulit dideteksi, kanker perut seringkali tidak didiagnosis lebih lanjut. Namun, jika makanan sering terasa nyangkut di dada, maka periksakan ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan.

Herpes esophagitis

Herpes esophagitis disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau HSV-1. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa nyeri di dada dan kesulitan menelan. Untuk mencegah penyakit semakin berbahaya, segera periksakan dengan dokter ahli.

Nodul tiroid

Nodul tiroid merupakan benjolan yang dapat berkembang di kelenjar tiroid di mana akan terasa padat atau diisi dengan cairan. Biasanya, penderita akan memiliki satu bintil atau muncul secara bergerombol sehingga menyebabkan ketidaknyamanan.

Penanganan tepat yang bisa dilakukan

Terdapat beberapa cara pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa nyeri di dada akibat disfagia. Dokter medis dan ahli patologi mungkin akan melakukan berbagai tes untuk melihat proses menelan.

Setelah evaluasi selesai, dokter ahli mungkin merekomendasikan beberapa penanganan tepat terhadap disfagia. Penanganan yang bisa dilakukan adalah modifikasi diet, latihan menelan, oropharyngeal untuk memperkuat otot, strategi menelan, dan postur tubuh yang harus diikuti saat makan.

Jika masalah menelan terus berlanjut, maka bisa menyebabkan malnutrisi dan dehidrasi terutama pada usia sangat muda atau orang dewasa yang lebih tua.

Selain itu, semua komplikasi serius dan mengancam jiwa juga mungkin terjadi, seperti infeksi pernapasan berulang dan pneumonia aspirasi.

Seseorang yang mengalami tukak lambung mungkin akan diberi obat resep untuk mengobatinya. Apabila terdapat pertumbuhan abnormal di kerongkongan, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan parut.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang, Hilangkan Stres hingga Tingkatkan Daya Ingat!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. National Institute on Deafness and Other Communication Disorder (2017), diakses 3 November 2020. Dysphagi
  2. NHS (2018), diakses 3 November 2020. Dysphagia (swallowing problems)
  3. Healthline (2020), diakses 3 November 2020. What Causes Difficulty in Swallowing?
    register-docotr