Info Sehat

Serba-serbi Kutu Kelamin, Benarkah Bisa Menyebabkan Penyakit?

July 15, 2020 | Fitri Chaeroni
feature image

Pernahkah kamu mendengar soal kutu kelamin? Kutu kelamin ini memang sering disebut bisa menjadi penyebab ketidaknyamanan pada area organ intim. Tapi apakah benar bahwa kutu kelamin penyebab penyakit tertentu?

Untuk mengetahui apa saja gejala kutu kelamin, cara mendiagnosis, dan bagaimana cara menghilangkannya, kamu bisa simak ulasan di bawah ini.

Mengenal tentang kutu kelamin

Kutu kemaluan atau juga dikenal sebagai crabs adalah serangga yang sangat kecil yang menyerang daerah genital. Ada tiga jenis kutu yang menyerang manusia yakni:

  • Pediculus humanus capitis: kutu kepala
  • Pediculus humanus corporis: kutu tubuh
  • Phthirus pubis: kutu kemaluan

Phthirus pubis alias kutu kelamin berbeda dari kutu kepala dan kutu tubuh. Mereka berukuran 1/16 inci (1,6 milimeter) atau kurang. Kutu kemaluan disebut crabs karena tubuhnya menyerupai kepiting kecil.

Kutu menyebabkan gatal-gatal hebat di daerah yang terkena dan biasanya hidup pada rambut kemaluan.

Cara penularan kutu kelamin

Kutu kelamin ini bisa berpindah dari satu orang ke orang lain lewat beberapa cara. Mulai dari kontak intim hingga penggunaan barang pribadi secara bergantian dengan orang lain.

Misalnya seperti menggunakan selimut, handuk, seprai, atau pakaian berbarengan dengan orang yang memiliki kutu kemaluan. Perlu diketahui bahwa kutu kelamin tidak menular melalui kursi toilet atau barang furnitur.

Selain itu, kutu kelamin juga tidak bisa melompat dari satu orang ke orang lain seperti kutu kepala.

Gejala saat memiliki kutu kelamin

Orang-orang yang memiliki kutu kemaluan sering mengalami gatal-gatal di daerah genital atau anus mereka sekitar 5 hari setelah terinfeksi.

Rasa gatal ini biasanya akan semakin parah di malam hari. Berikut beberapa gejala umum kutu kelamin:

  • Rasa gatal yang hebat di daerah kemaluan
  • Terlihat kutu atau telur yang sangat kecil di rambut kemaluan (mungkin perlu menggunakan kaca pembesar)
  • Demam ringan
  • Terasa tidak nyaman di area organ intim
  • Bintik-bintik kebiruan pucat di dekat area gigitan

Gatal yang berlebihan dapat menyebabkan luka atau infeksi di daerah yang terkena. Kutu kemaluan juga dapat menyebar ke area lain dengan rambut tubuh kasar, termasuk:

  • Kaki
  • Dada
  • Ketiak
  • Jenggot atau kumis
  • Bulu mata atau alis (lebih sering pada anak-anak)

Apakah kutu kelamin bisa menjadi penyebab penyakit tertentu?

Jika kamu memiliki kutu kelamin, jangan takut. Pada dasarnya, kutu kelamin bukanlah kondisi yang berbahaya atau bisa jadi penyebab penyakit serius.

Kutu kelamin bisa disembuhkan dengan losion atau obat pembunuh kutu. Meski begitu, saat memiliki kutu kelamin kamu memiliki risiko terkena beberapa komplikasi berikut ini:

  • Kulit berubah warna. Bintik-bintik biru pucat dapat berkembang di mana kutu kemaluan terus-menerus menggigit
  • Infeksi sekunder. Gatal hebat pada area genital bisa mendorong kamu untuk terus menggaruk area tersebut. Aktivitas menggaruk ini bisa sebabkan luka infeksi
  • Iritasi mata. Anak-anak yang memiliki kutu kemaluan pada bulu mata mereka dapat mengembangkan gejala mata merah (konjungtivitis)

Cara mengetahui keberadaan infeksi kutu kelamin

Kebanyakan penderita kutu kelamin menyadari adanya crabs di area genital mereka. Kamu mungkin bisa melihat kutu di daerah genital atau telurnya menempel di pangkal rambut kemaluan.

Mungkin sulit menemukan kutu atau telurnya, karena jumlahnya tidak banyak dan sangat kecil. Menggunakan kaca pembesar dapat membantu atau kamu bisa langsung berkonsultasi ke dokter.

Jika kamu berpikir mungkin memiliki kutu kemaluan, cobalah untuk tidak panik. Kutu kelamin tidak berbahaya dan sangat mudah disembuhkan bahkan dengan perawatan tanpa resep.

Cara menghilangkan kutu kelamin

Perawatan untuk kutu kelamin terdiri dari dekontaminasi diri, pakaian, dan juga tempat tidur. Losion topikal dan sampo dapat digunakan untuk menghilangkan kutu kemaluan dari tubuh kamu.

1. Bersihkan semua barang-barang pribadi

Bersihkan seluruh rumah dan bersihkan kamar mandi dengan larutan pemutih. Cuci semua handuk, selimut, dan pakaian dalam dengan air panas.

Keringkan dengan seksama. Jika kamu tidak bisa mencuci atau mengeringkan pakaian sekaligus, tutuplah dalam kantong plastik kedap udara selama 72 jam.

2. Perawatan untuk kutu ringan

Jika kutu kelamin masih dalam kondisi ringan, mencuci rambut kemaluan dengan sampo khusus mungkin sudah sangat membantu.  

Baca instruksi pada kemasan secara seksama untuk tahu dengan tepat berapa banyak produk yang harus digunakan dan berapa lama kamu harus membiarkan produk bekerja di kulit. Obat resep juga mungkin diperlukan jika solusi topikal tidak bekerja.

3. Perawatan untuk menghilangkan sisa telur

Perawatan dengan obat kutu atau sampo kutu mungkin berhasil menghilangkan kutu dari area genital. Namun mereka bisa saja meninggalkan telur kutu yang membandel dan melekat pada rambut kemaluan.

Untuk menghilangkannya, kamu bisa menghilangkan telur kutu yang membandel menggunakan pinset. Obat rumahan seperti mencukur dan mandi air panas, tidak efektif untuk mengobati kutu kemaluan. Kutu dapat bertahan dari sabun dan air biasa.

4. Obat untuk kutu kelamin yang membandel

Jika kutu kelamin tetap bertahan dan membandel, kamu mungkin membutuhkan beberapa produk berikut ini:

  • Malathion (Ovide), losion topikal ini digunakan dengan cara mengoleskannya pada area yang terkena selama 8-12 jam
  • Ivermectin (Stromectol), ada baiknya kamu berkonsultasi dulu dengan dokter terkait dosis obat oral ini
  • Lindane, ini produk yang sangat kuat. Jangan gunakan produk ini pada bayi atau diri sendiri jika kamu sedang menyusui atau hamil

Ingat, untuk mencegah penularan kutu kemaluan, hindari kontak seksual atau berbagi tempat tidur atau pakaian dengan siapapun yang memiliki kutu kelamin, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Planned Parenthood. Diakses pada 12 Juli 2020. Pubic Lice

CDC. Diakses pada 12 Juli 2020. Pubic Crab Lice

Mayo Clinic. Diakses pada 12 Juli 2020. Pubic lice (crabs)

Healthline. Diakses pada 12 Juli 2020. Pubic Lice Infestation

    register-docotr