Info Sehat

Bagi Penderita Darah Tinggi, Perhatikan Hal-Hal Berikut Sebelum Minum Kopi

August 4, 2020 | Nik Nik Fadlah
feature image

Kopi merupakan minuman yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Namun, penderita hipertensi seringkali mengindari konsumsi kopi karena dinilai dapat meningkatkan tekanan darah, benarkah demikian? Lantas, sebenarnya bagaimana pengaruh kopi untuk darah tinggi?

Meningkatkan performa fisik, menambah konsentrasi, serta mengurangi risiko kanker merupakan beberapa manfaat yang dimiliki oleh kopi. Hal ini tidak lepas dari kandungan yang dimilikinya. Untuk mengetahui efek kopi untuk darah tinggi, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Ada 10 Manfaat Kopi untuk Kesehatan, Sudahkah Kamu Mengetahuinya?

Bagaimana efek kopi untuk darah tinggi?

Kafein yang terkandung dalam kopi memang dapat menyebabkan peningkatan pada tekanan darah dalam jangka pendek, meskipun kamu tidak memiliki penyakit tekanan darah tinggi. Tidak jelas apa yang menyebabkan hal ini terjadi.

Dilansir dari Mayo Clinic, beberapa peneliti percaya bahwa kafein dapat memblokir hormon yang membantu menjaga arteri melebar.

Tak hanya itu saja, kafein juga dianggap menyebabkan kelenjar adrenalin untuk melepaskan lebih banyak adrenalin, yang mana hal ini dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

Sebuah tinjauan terhadap 34 studi menunjukkan bahwa 200-300 mg kafein dari kopi (1,5-2 cangkir kopi), menghasilkan peningkatan 8 mm Hg dan 6 mm Hg masing-masing dalam tekanan darah sistolik dan diastolik.

Efek kopi untuk darah tinggi tersebut diamati setelah 3 jam mengonsumsinys. Hasilnya, baik seseorang yang memiliki tekanan darah tinggi sebelumnya atau yang memiliki tekanan darah normal, keduanya memiliki kondisi yang sama.

Bagaimana efek jangka panjang kopi untuk darah tinggi?

Beberapa orang yang secara teratur minum minuman berkafein memiliki tekanan darah rata-rata yang lebih tinggi daripada mereka yang tidak minum.

Tetapi, seseorang yang secara teratur minum minuman berkafein juga mengembangkan toleransi terhadap kafein. Akibatnya, kafein tidak memiliki efek jangka panjang pada tekanan darah mereka.

Meskipun kopi dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara waktu, namun efek tersebut tidak meluas melampaui efek jangka pendek.

Dilansir dari Healthline, untuk orang-orang dengan tekanan darah tinggi, penelitian saat ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi harian tidak mungkin memiliki dampak yang signifikan pada tekanan darah atau risiko keseluruhan penyakit jantung.

Bagi seseorang yang tidak memiliki tekanan darah tinggi, penelitian menunjukkan bahwa minum 3-5 cangkir kopi setiap hari dikaitkan dengan penurunan 15 persen risiko penyakit jantung dan risiko kematian dini yang lebih rendah.

Kopi mengandung senyawa bioaktif yang diketahui memiliki efek antioksidan yang kuat dan dapat mengurangi stres oksidatif dalam tubuh.

Baca juga: Gemar Minum Kopi?Pahami Dulu Efek Kafein Bagi Tubuh Kamu

Kopi untuk darah tinggi, bolehkah penderita meminumnya?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kopi untuk darah tinggi memang dapat menyebabkan efek jangka pendek. Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi, sebaiknya tanyakanlah pada dokter apakah kamu harus membatasi atau berhenti minum minuman berkafein.

  • Jika kamu khawatir tentang efek kafein pada tekanan darah, cobalah untuk membatasi jumlah kafein yang kamu konsumsi hingga 200 ml sehari. Jumlah tersebut sama halnya seperti dua cangkir kopi yang diseduh, yakni 8 ons (237 ml)
  • Paparan kafein yang dikonsumsi secara berlebihan sangat tidak disarankan, terutama jika kamu sudah memiliki tekanan darah tinggi
  • Yang perlu diingat adalah mengonsumsi makanan maupun minuman apa pun dalam jumlah berlebih juga dapat memiliki efek negatif pada tubuh, bukan hanya kopi saja.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan untuk menghindari efek kopi untuk darah tinggi

Jumlah kafein dalam kopi dan minuman lain bervariasi berdasarkan metode dan persiapan. Ini merupakan hal lain yang perlu kamu ingat.

Di samping itu semua, terdapat beberapa hal lain yang harus selalu kamu perhatikan, seperti:

Hindari konsumsi kopi sebelum melakukan aktivitas fisik yang berat

Jika kamu memiliki tekanan darah tinggi dan ingin mengonsumsi kopi, sebaiknya hindarilah mengonsumsi minuman berkafein sebelum melakukan aktivitas yang secara alami dapat meningkatkan tekanan darah.

Seperti misalnya, olahraga, angkat beban, atau aktivitas fisik lainnya yang berat.

Selalu memeriksa tekanan darah

Untuk memastikan apakah kafein meningkatkan tekanan darah kamu, periksalah tekanan darah sebelum kamu mengonsumsi secangkir kopi atau minuman yang mengandung kafein lainnya, kemudian periksa kembali setelah 30 hingga 120 menit sesudahnya.

Jika tekanan darah meningkat sekitar 5 hingga 10 poin, kamu mungkin sensitif terhadap efek peningkatan tekanan darah dari kafein.

Jika ingin berhenti mengonsumsi kopi, lakukan secara bertahap

Jika kamu berencana untuk mengurangi konsumsi kafein, lakukanlah secara bertahap selama beberapa hari hingga satu minggu untuk menghindari efek samping putus kafein (caffeine withdrawal) yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Melakukan aktivitas fisik yang sehat dan diimbangi dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran, serta biji-bijian merupakan pilihan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan tubuh daripada terlalu khawatir dengan asupan kopi di dalam tubuh kamu.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 29 Juli 2020. How Does Coffee Affect Your Blood Pressure? 

Mayo Clinic (2019). Diakses pada 29 Juli 2020. Caffeine: How Does It Affect Blood Pressure?

Warrior Coffee (2016). Diakses pada 29 Juli 2020. 12 Health Benefits and Disadvantages of Coffee 

Chrysant, Steven G (2016). The Impact of Coffee Consumption on Blood Pressure, Cardiovascular Disease and Diabetes Mellitus.  Taylor and Francis Online (diakses pada 29 Juli 2020)

Rodriguez-Artalejo, Fernando, Esther Lopez-Garcia (2018). Coffee Consumption and Cardiovascular Disease: A Condensed Review of Epidemiological Evidence and Mechanisms. NIH (diakses pada 29 Juli 2020)

 

    register-docotr