Info Sehat

Klamidia pada Mata: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

November 15, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Klamidia pada mata atau disebut juga dengan trachoma (trakoma) merupakan salah satu jenis infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini bisa diderita berbagai kelompok usia yang memengaruhi baik pria maupun wanita.

Jika tidak diobati dengan segera, penyakit ini bisa mengakibatkan masalah serius termasuk kebutaan. Nah, untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai klamidia pada mata, yuk, simak penjelasannya berikut.

Baca juga: Kenapa Konsumsi Makanan Pedas Tidak Diperbolehkan Saat Perut dalam Keadaan Kosong?

Penyebab klamidia pada mata

Trakoma adalah infeksi yang umumnya memengaruhi mata dan disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada awalnya, klamidia pada mata dapat mengakibatkan gatal-gatal ringan dan iritasi pada mata atau kelopak.

Setelah itu, penderitanya mungkin akan mengalami pembengkakan pada kelopak dan nanah mengalir dari mata. Dilansir dari Healthline, Chlamydia trachomatis menjadi salah satu penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah di negara berkembang.

Klamidia pada mata dapat menyebar melalui kontak, baik secara langsung maupun tidak. Infeksi mungkin tampak mirip dengan gejala inflamasi awal trachoma, tetapi sebenarnya terkait dengan strain chlamydia trachomatis yang mengakibatkan infeksi genital.

Apa saja gejala klamidia pada mata?

Tanda dan gejala trakoma yang mungkin akan dirasakan penderitanya, antara lain kemerahan di mata, kelopak mata bengkak, keluarnya lendir, dan sensitif terhadap cahaya.

Organisasi kesehatan dunia atau WHO telah mengidentifikasi lima tahap dalam perkembangan trakoma, yakni:

Peradangan folikel

Infeksi awal bakteri penyebab trakoma memiliki lima atau lebih folikel. Folikel sendiri merupakan benjolan kecil yang mengandung limfosit atau sejenis sel darah putih.

Biasanya tahap awal ini akan ditandai dengan pembesaran pada permukaan bagian dalam kelopak mata atas atau konjungtiva.

Peradangan intens

Pada tahap ini, infeksi di mata sangat menular sehingga menyebabkan peradangan intens. Jika dibiarkan, peradangan akan berlanjut menjadi iritasi dengan penebalan atau pembengkakan pada kelopak mata bagian atas.

Jaringan parut kelopak mata

Infeksi yang terjadi secara berulang dapat menyebabkan munculnya jaringan parut pada kelopak mata bagian dalam. Bekas luka sering muncul sebagai garis putih jika diperiksa dengan menggunakan pembesar.

Hal ini juga bisa mengakibatkan kelopak mata terdistorsi dan mungkin berubah menjadi entropion.

Bulu mata terbalik atau trichiasis

Lapisan dalam kelopak mata yang memiliki bekas luka akan terus berubah bentuk. Hal ini dapat menyebabkan bulu mata membengkok sehingga menggesek dan menggores permukaan luar mata yang transparan atau kornea.

Pengaburan kornea atau opasitas

Kornea menjadi terpengaruh oleh peradangan dimana paling sering terlihat di bawah kelopak mata atas. Peradangan terus-menerus yang diperparah dengan garukan dari bulu mata terbalik akan mengakibatkan kornea menjadi kabur.

Biasanya, tanda trakoma lebih parah di kelopak mata atas daripada di kelopak mata bawah. Tanpa intervensi, proses penyakit yang dimulai pada masa kanak-kanak dapat terus berlanjut hingga dewasa.

Cara terbaik mencegah penularan klamidia

Meski ada tes untuk mengidentifikasi bakteri, dokter biasanya mendiagnosis trakoma dengan memeriksa mata dan kelopak. Tenaga medis akan membuat diagnosis dengan mengidentifikasi lima tahap trachoma dengan bantuan kaca pembesar yang ringan dan sederhana.

Bayi baru lahir dapat terkena klamidia pada mata karena bakteri mudah berpindah ke anak dari saluran vagina selama proses persalinan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 30 hingga 50 persen dari bayi yang ibunya menderita infeksi klamidia akan mengidap konjungtivitis neonatal.

Untuk mencegah penularan infeksi mata klamidia pada bayi, cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mendapatkan perawatan klamidia sebelum melahirkan. Biasanya, pengobatan infeksi klamidia pada mata dapat melalui pemberian antibiotik.

Deteksi dini juga sangat penting karena kondisi penderita dapat memburuk seiring waktu. Dokter mungkin akan menentukan kondisi kesehatan penderita klamidia dengan menggunakan tes laboratorium untuk jenis tertentu.

Konsultasi dengan dokter jika kamu mengalami gejala klamidia pada mata sebelum infeksi menyebabkan masalah kesehatan serius. Perawatan umumnya efektif dalam jangka waktu yang relatif singkat.

Baca juga: Makanan Sering Terasa Nyangkut di Dada? Ini Penyebab dan Cara Penanganannya!

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar info sehat lainnya? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline (2019), diakses 5 November 2020. Can You Get Chlamydia in Your Eye?
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 5 November 2020. Trachoma
  3. Medicinenet.com (2019), diakses 5 November 2020. Trachoma
    register-docotr