Info Sehat

Mengapa Kita Perlu Mengenal Golongan Darah? Ini Penjelasannya

June 4, 2020 | Nanda Hadiyanti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Setiap orang memiliki golongan darah berbeda-beda. Karena itu, kamu perlu mengetahui pembagian golongan darah manusia, dan perlu mengetahui golongan darahmu sendiri. 

Golongan darah manusia dikelompokkan menjadi empat golongan utama dan delapan golongan darah berbeda. Dokter menyebutnya sebagai sistem golongan darah ABO. 

Perbedaan golongan darah manusia

Penggolongan jenis darah dikenal dengan nama sistem golongan darah ABO. (Foto: Shutterstock)

Dari sistem golongan darah ABO, kamu perlu mengetahui empat jenis golongan darah yang berbeda, yaitu A, B, AB dan O.

  • Golongan darah AB memiliki antigen A dan B pada sel darah merah, namun tidak memiliki antibodi A dan B pada plasma darah.
  • Golongan darah A memiliki antigen A pada sel darah merah dan memproduksi antibodi B dalam plasma darah.
  • Golongan darah B memiliki antigen B pada sel darah merah dan memproduksi antibodi A dalam plasma darah.
  • Golongan darah O tidak memiliki antigen A atau B pada sel darah merah, namun memproduksi antibodi A dan B di plasma darah.

Dari empat jenis golongan itu, kemudian terbagi lagi berdasarkan status rhesus (Rh). Rh ini terbagi menjadi dua, yaitu positif dan negatif.  Dengan begitu, maka golongan darah dibedakan menjadi:

  • A positif dan A negatif.
  • B positif dan B negatif.
  • AB positif dan AB negatif.
  • O positif dan O negatif.

Apakah ada golongan darah yang dianggap paling langka dan paling umum? Sebenarnya sulit menentukan golongan darah, karena golongan darah akan menurun sesuai dengan genetik orang tuanya. Itu berarti golongan darah di dunia bisa bervariasi persentasenya. 

Tapi di Amerika Serikat (AS), AB negatif dianggap sebagai golongan darah paling langka. Sementara golongan darah O positif disebut sebagai yang paling umum. Berdasarkan Stanford School of Medicine Blood Center, berikut pembagian persentase golongan darah manusia di Amerika:

  • AB-negatif (0,6 persen).
  • B-negatif (1,5 persen).
  • AB-positif (3,4 persen).
  • A-negatif (6,3 persen).
  • O-negatif (6,6 persen).
  • B-positif (8,5 persen).
  • A-positif (35,7 persen).
  • O-positif (37,4 persen).

Jumlah tersebut tidak berlaku universal, karena tiap negara mungkin memiliki persentase berbeda. Seperti di India, misalnya, golongan darah yang paling umum adalah B-positif, sedangkan di Denmark A-positif.

Perbedaan etnis dan genetik memengaruhi presentasi golongan darah. Seperti anak yang lahir dari orang tua Asia dan Amerika lebih mungkin memiliki golongan darah B-positif daripada orang Amerika Latin dan Kaukasia.

Mengapa perlu tahu golongan darah?

Mengetahui jenis golongan darah penting untuk keperluan transfusi darah. Sebelum dikelompokkan seperti sekarang, para dokter mengira semua darah sama. Karena itu, jaman dulu banyak orang yang meninggal karena transfusi darah. 

Baru pada 1901, seorang ilmuwan bernama Karl Landsteiner menemukan golongan darah. Dari sana diketahui jika mencampur darah dengan tipe yang berbeda, darah dapat menggumpal dan berakibat fatal.

Hal ini terjadi sebagai reaksi antibodi saat membaca darah hasil transfusi sebagai “benda asing” dalam tubuh. Antibodi akan melawan sel-sel darah donor yang menyebabkan reaksi toksik. 

Karena itu, agar transfusi darah aman dilakukan, penting untuk mengetahui golongan darah manusia. Donor dan penerima harus memiliki golongan darah yang cocok. 

Namun, ada hal unik yang perlu diketahui mengenai transfusi darah. Dalam dunia medis dikenal dengan istilah donor dan penerima darah universal.

Istilah itu digunakan untuk golongan darah O negatif. Di mana jenis golongan darah ini dapat ditransfusikan ke hampir semua golongan darah. Hal ini terjadi karena golongan darah O negatif tidak mengandung antigen A atau B atau Rh. 

Selain untuk keperluan transfusi darah, mengetahui golongan darah penting bagi ibu sedang hamil. Jika ibu memiliki Rh negatif yang bayinya memiliki Rh positif yang diwarisi dari ayahnya, maka bisa menyebabkan terjadinya komplikasi jika tidak segera ditangani. 

Kondisi perbedaan rhesus antara ibu dan janin yang dikandungnya itu dikenal dengan istilah penyakit rhesus. Jika tidak ditangani maka antibodi dalam darah sang ibu akan menghancurkan sel darah janinnya sendiri. 

Meskipun jarang, namun kemungkinannya tetap ada. Karena itu dunia medis menemukan cara untuk mengatasi kondisi penyakit rhesus. Jika terdeteksi sejak dini dapat diatasi dengan suntikan obat imunoglobulin anti-D. 

Sementara itu, pada bayi yang telah lahir, perawatan penyakit rhesus ini bisa dengan cara fototerapi, transfusi darah atau injeksi larutan antibodi.

Bagaimana mengetahui golongan darah manusia?

Pembagian golongan darah dibagi berdasarkan ada tidaknya protein tertentu pada sel darah merah. Protein ini disebut antigen. Antigen sendiri adalah zat yang dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk perlawanan. 

Maka cara untuk mengetahui golongan darah seseorang adalah dengan melihat reaksi sampel darah yang dicampur dengan antibodi terhadap masing-masing tipe darah. 

Biasanya pengecekan golongan darah ini dilakukan dalam waktu singkat. Petugas kesehatan akan mengambil sampel darah dari ujung jari menggunakan jarum khusus. 

Lalu sampel darah dicampur dengan antigen tipe A dan B. Jika sel darah saling menempel berarti darah bereaksi dengan salah satu antigen. Yang tandanya tidak cocok. 

Biasanya pemeriksaan rhesus dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan jenis golongan darah. Caranya pun sama, mencampurkan sampel darah dengan antigen dan petugas kesehatan bisa langsung menentukan jenis rhesus darah seseorang. 

Bagaimana jika seseorang telah mengetahui golongan darah? 

Jika seseorang telah mengetahui golongan darahnya, maka saat memerlukan transfusi darah, petugas kesehatan bisa langsung mencari darah yang sesuai. 

Berdasarkan hasil tes, berikut jenis transfusi yang bisa dilakukan dari golongan jenis darah yang ada:

  • Jika kamu memiliki darah tipe A, kamu hanya dapat menerima darah tipe A dan O.
  • Jika kamu memiliki darah tipe B, kamu hanya dapat menerima darah tipe B dan O.
  • Jika kamu memiliki darah tipe AB, kamu dapat menerima darah tipe A, B, AB, dan O.
  • Jika kamu memiliki darah tipe O, kamu hanya dapat menerima darah tipe O.
  • Jika kamu Rh +, kamu dapat menerima Rh + atau Rh-.
  • Jika kamu Rh-, kamu hanya dapat menerima Rh-.

Sementara itu, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, untuk golongan darah O negatif dapat diberikan kepada siapa saja, karena O negatif adalah golongan darah universal. 

Mengapa seseorang membutuhkan transfusi darah?

Orang memerlukan transfusi darah jika kehilangan banyak darah karena kondisi medis tertentu. Bisa karena penyakit kronis seperti kanker, gangguan pendarahan, atau orang yang kehilangan banyak darah karena melakukan operasi. 

Siapa yang bisa mendonorkan darahnya?

Secara umum beberapa syarat yang harus dipenuhi pendonor darah antara lain:

  • Sehat dan bugar.
  • Memiliki berat badan antara 50 hingga 158 kg.
  • Berusia antara 17 hingga 66 tahun. Atau hingga 70 tahun, jika sebelumnya sudah pernah mendonorkan darah. 
  • Berusia 70 tahun, dengan kondisi dalam dua tahun terakhir pernah melakukan donor darah lengkap.

Selain persyaratan umum tersebut, menurut Palang Merah Indonesia (PMI) seseorang bisa melakukan donor darah jika:

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Berusia 17-60 tahun (usia 17 tahun diperbolehkan menjadi pendonor bila mendapatkan izin tertulis dari orang tua).
  • Berat badan minimal 45 kg.
  • Temperatur tubuh 36,6 – 37,5 derajat celcius.
  • Tekanan darah baik, yaitu sistole 110-160 mmHg, diastole 70-100 mmHg.
  • Denyut nadi teratur, berada sekitar 50-100 kali/menit.
  • Memiliki hemoglobin minimal 12 gram untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki 12,5 gram.
  • Jumlah melakukan donor darah per tahun paling banyak 5 kali dengan jarak penyumbangan sekurang-kurangnya 3 bulan.
  • Calon donor dapat mendaftar dan menjalani pemeriksaan pendahuluan, seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.

Jika kamu berniat untuk mendonorkan darah, maka kamu telah membantu menyelamatkan hidup orang lain. Darah akan digunakan untuk berbagai keperluan medis, termasuk untuk kondisi penting, seperti untuk pasien dengan cedera, luka bakar parah atau penyakit darah.

Apakah transfusi dengan golongan darah yang cocok aman dilakukan?

Tentunya aman, karena tubuh akan menerimanya. Tubuh tidak akan membacanya sebagai benda asing atau ancaman penyakit berbahaya. Namun, tetap ada risiko yang mungkin terjadi pada penerima transfusi seperti:

  • Demam. Jika demam terjadi satu atau enam jam setelah transfusi, bukanlah hal serius. Kondisi akan membaik dengan sendirinya. Namun jika merasa kondisi semakin buruk hingga menyebabkan nyeri dada, kamu bisa segera menghubungi dokter.
  • Reaksi alergi. Meski mendapat darah dengan golongan yang cocok, reaksi bisa terjadi berupa gatal pada kulit. Reaksi ini akan muncul begitu transfusi selesai dilakukan. 
  • Reaksi hemolitik imun. Kondisi saat tubuh menyerang sel darah merah yang baru saja kamu terima dari proses transfusi. Namun, ini sangat jarang terjadi. 

Apa yang menentukan golongan darah manusia?

Golongan darah manusia diwarisi oleh orang tuanya. Sama seperti warna mata, golongan darah diturunkan secara genetik dari ibu dan ayah. 

Berikut kemungkinan golongan darah seorang anak, jika dilihat dari golongan darah kedua orang tuanya. 

  • Jika orang tua memiliki golongan darah AB dan AB maka anak mungkin akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah AB dan B maka anak mungkin akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah AB dan A maka anak mungkin akan memiliki golongan darah A, B, atau AB.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah AB dan O maka anak mungkin akan memiliki golongan darah A atau B.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah B dan B maka anak mungkin akan memiliki golongan darah O atau B.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah A dan B maka anak mungkin akan memiliki golongan darah O, A, B atau AB.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah A dan A maka anak mungkin akan memiliki golongan darah O atau A.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah O dan B maka anak mungkin akan memiliki golongan darah O atau B.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah O dan A maka anak mungkin akan memiliki golongan darah O atau A.
  • Jika orang tua memiliki golongan darah O dan A maka anak akan memiliki golongan darah O.

Itu tadi penjelasan mengenai golongan darah manusia. Apakah kamu sudah mengetahui golongan darahmu sendiri? 

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Redcrossblood.org diakses 3 Juni 2020 Facts About Blood and Blood Types 
  2. Healthline diakses 3 Juni 2020 What’s the Rarest Blood Type? 
  3. Medlineplus.gov diakses 3 Juni 2020 Blood typing 
  4. nhs.uk diakses 3 Juni 2020 Blood groups 
    register-docotr