Info Sehat

Keluar Keringat Dingin Jangan Anggap Remah, Kenali penyebabnya

December 3, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Berbeda dengan kondisi pada umumnya, keringat dingin adalah keadaan yang sebaiknya tak dianggap remeh. Sebab, keluar keringat dingin dapat mengindikasikan kondisi tertentu di dalam tubuh.

Lalu, apa saja hal yang bisa memicu tubuh untuk mengeluarkan keringat dingin? Yuk, cari tahu jawabannya dengan ulasan di bawah ini!

Apa itu keringat dingin?

Keringat dingin atau cold sweat adalah cairan tubuh yang keluar melalui pori-pori kulit secara mendadak. Keringat dingin merupakan respons tubuh terhadap kondisi tertentu, tapi bukan karena suhu panas atau aktivitas fisik.

Keadaannya berbeda dengan keringat pada umumnya, yang biasanya keluar ketika suhu tubuh mulai meningkat. Idealnya, keringat memang berfungsi untuk mendinginkan temperatur tubuh manusia.

Mekanismenya terjadi setelah sistem saraf mengirimkan sinyal ke otak lalu meneruskannya ke kelenjar keringat.

Baca juga: Mengenal Penyebab Munculnya Keringat dan Artinya bagi Kesehatan

Berbagai penyebab keluar keringat dingin

Ada banyak hal yang bisa memicu keluar keringat dingin dari dalam tubuh. Mulai dari kondisi yang ringan seperti stres atau banyak pikiran, hingga keadaan yang bisa membahayakan nyawa seperti tanda serangan jantung. Berikut enam penyebab tubuh mengeluarkan keringat dingin:

1. Infeksi atau penyakit

Infeksi bakteri maupun virus dapat menyebabkan keluar keringat dingin dari kulit. Dalam banyak kasus, infeksi memicu peradangan pada jaringan, karena sistem kekebalan sedang berusaha mencoba melawan virus atau bakteri.

Saat hal tersebut terjadi, darah akan menggumpal hingga mengganggu sirkulasi oksigen. Akibatnya, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat dingin. Pada kasus yang ringan, kondisi ini mungkin tidak terlalu berbahaya.

Tapi jika infeksi atau peradangan terjadi di hampir seluruh bagian tubuh, waspadai kondisi yang bernama sepsis. Sepsis dapat terjadi ketika infeksi menyerang sejumlah organ penting, seperti lambung, paru-paru, sistem saluran kemih, dan jaringan utama lainnya.

Sepsis bisa mengancam nyawa. Segera cari pertolongan medis jika kamu mengalami keringat dingin disertai salah satu dari gejala berikut:

  • Demam tinggi
  • Kedinginan dan menggigil
  • Kebingungan dan disorientasi
  • Pernapasan menjadi lebih cepat
  • Denyut nadi tidak normal atau lebih cepat
  • Sulit bernapas.

2. Keluar keringat dingin karena stres

Stres ternyata bisa menyebabkan keluar keringat dingin, lho. Kondisi tersebut dapat menghalangi oksigen masuk ke otak atau organ lain. Stres bisa terjadi karena faktor pikiran dan tekanan di rumah, kantor, atau lingkungan lain.

Keringat dingin karena stres biasanya disertai gejala:

  • Nyeri
  • Muntah
  • Otot menegang.

3. Sakit kepala

Gangguan di kepala dapat menjadi penyebab keluar keringat dingin. Migrain dan vertigo misalnya, memicu tubuh untuk memberikan respons terhadap rasa sakit dengan mengeluarkan keringat dingin. Keringat dingin yang disebabkan migrain dan vertigo biasanya disertai gejala:

  • Sulit bicara
  • Penglihatan kabur
  • Mati rasa di satu sisi
  • Mendengar suara yang tidak nyata
  • Sangat sensitif terhadap cahaya
  • Pusing hebat, bingung, dan disorientasi
  • Sulit berjalan.

4. Keluar keringat dingin karena hipotensi

Hipotensi adalah istilah medis yang mengacu pada kondisi turunnya tekanan darah ke tingkat yang lebih rendah dari biasanya, yaitu di bawah 90/60 mmHg. Tekanan darah rendah adalah hal yang normal ketika kamu sedang tidur atau melakukan sedikit aktivitas.

Hanya saja, keadaan tersebut bisa menjadi serius jika menyebabkan otak atau organ lain tak mendapatkan cukup oksigen. Gejala umum dari hipotensi meliputi:

  • Pusing dan kebingungan
  • Penglihatan kabur
  • Lelah dan mual.

Hipotensi tak boleh dianggap remeh. Sebab, tubuh bisa mengalami syok bahkan pingsan ketika tekanan darah terus-menerus berada di level rendah.

5. Faktor usia

Pada wanita di atas 40 tahun, keluar keringat dingin bisa mengindikasikan bahwa telah memasuki masa menopause. Menopause terjadi ketika kadar dua hormon kewanitaan seperti estrogen dan progesteron berubah atau menurun secara drastis, ditandai dengan berakhirnya siklus menstruasi.

Keringat dingin tanda menopause seringnya disertai beberapa gejala berikut:

  • Sulit mengontrol buang air kecil
  • Sulit tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Vagina menjadi lebih kering.

Baca Juga: Kenali Serangan Jantung ‘Widowmaker’ dan Cara Mengatasinya

6. Serangan jantung

Keringat dingin bisa menjadi salah satu tanda pertama dari serangan jantung, lho. Kamu perlu segera mencari pertolongan jika keringat dingin disertai gejala berikut:

  • Nyeri hebat di dada seperti ada yang menarik dan meremas
  • Sulit bernapas
  • Muncul rasa tidak nyaman atau nyeri di rahang, perut, leher, atau punggung
  • Pusing akut
  • Tubuh lemas dan merasa akan pingsan.

Nah, itulah berbagai penyebab keluar keringat dingin yang perlu kamu tahu. Jika mengalami keringat disertai beberapa gejala lain seperti yang telah dijelaskan, tak perlu pikir panjang untuk mencari bantuan medis, ya!

Jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 17 November 2020, What Causes Cold Sweats and What Can You Do About It?
  2. Verywell Health, diakses 17 November 2020, Causes and Treatment of Cold Sweats.
  3. Medical News Today, diakses 17 November 2020, What to do about cold sweats.

    register-docotr