Info Sehat

6 Kandungan Rokok dan Bahayanya yang Perlu Kamu Waspadai

June 26, 2020 | Putri Prima Soraya
feature image

Bukan hal baru lagi, kandungan rokok dapat membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, merokok dalam jangka panjang akan merusak hampir semua organ dalam tubuh.

Meski banyak informasi tentang bahaya kandungan rokok, masih saja banyak orang yang merokok. Bahaya rokok sendiri bukan hanya dirasakan oleh mereka yang merokok tapi juga orang sekitar yang menghirup asap rokok.

Kandungan rokok

Menurut data Kementerian Kesehatan seperti dikutip dari kemenkes.go.id, di dalam sebatang rokok setidaknya terkandung ribuan zat. Yaitu 4.000 jenis senyawa kimia, 400 zat berbahaya, dan 43 zat karsinogenik yang menyebabkan kanker. 

Bahan kimia yang terdapat dalam rokok juga digunakan dalam beberapa produk yang kita gunakan sehari-hari, lengkap dengan label peringatan beracun atau berbahaya.

Kandungan rokok dan bahayanya

Kandungan rokok yang berbahaya bisa menyebabkan kematian dini yang sebetulnya dapat dicegah. Harapan hidup perokok aktif setidaknya 10 tahun lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Supaya terhindar dari efek buruk merokok, kamu harus mengetahui apa saja yang terkandung dalam sebatang rokok. Berikut daftar kandungan rokok dan bahayanya bagi kesehatan:

1. Nikotin

Nikotin merupakan suatu zat yang dapat mempengaruhi sistem kerja otak. Ketika nikotin masuk ke dalam tubuh, aktivitas akan meningkat dan membuat tubuh seolah-olah merasa lebih berenergi.

Nikotin juga bersifat adiktif atau membuat tubuh menjadi kecanduan. Saat berhenti mengonsumsi nikotin, tubuh akan merasa sangat membutuhkannya karena otak tidak bekerja maksimal.

Pada dasarnya, nikotin mengubah sistem kerja otak. Hingga saat ini, bahaya nikotin masih menjadi perhatian medis dan organisasi kesehatan dunia.

2. Tar

Kandungan rokok berbahaya lainnya yaitu Tar. Dari ribuan zat kimia yang ada dalam sebatang rokok, 2.000 diantaranya terdapat pada tar.

Tar adalah cairan kental yang dihasilkan dari pembakaran rokok berbasis karbon. Ketika masuk ke dalam tubuh, tar akan berubah menjadi zat lengket berwarna cokelat. Karena lengket, tar bisa menempel di paru-paru dan memengaruhi sistem pernapasan.

Selain itu, tar juga dapat mengganggu fungsi paru-paru dalam menyaring kotoran kecil. Dalam kondisi normal, kotoran yang masuk ke dalam paru-paru dikeluarkan oleh jaringan silia.

Saat jaringan silia rusak akibat tar, kotoran kecil akan bergerak lebih cepat ke dalam paru-paru dan terbawa aliran darah.

3. Karbon monoksida

Pada umumnya, karbon monoksida ditemukan dalam asap gas kendaraan bermotor dari hasil pembakaran tidak sempurna. Namun, ternyata gas karbon monoksida juga ada di dalam asap rokok.

Kandungan rokok yang satu ini paling banyak dihirup oleh perokok pasif. Orang yang dekat dengan perokok aktif sudah pasti akan menghirup karbon monoksida.

Karbon monoksida adalah salah satu jenis gas beracun karena dapat mengganggu peredaran darah di dalam tubuh. Selain itu, karbon monoksida juga dapat menurunkan kadar oksigen sehingga memicu timbulnya penyakit berbahaya.

4. Arsenik

Arsenik yang terkandung dalam rokok adalah arsenik anorganik. Karena rokok terbuat dari tembakau, arsenik muncul dalam setiap asap yang dihasilkan rokok.

Tembakau yang berasal dari perkebunan mengandung arsenik lebih banyak karena terkontaminasi pestisida. Dimana pestisida juga mengandung timbal yang di dalamnya terdapat arsenik.

WHO mengungkapkan bahwa arsenik dapat menimbulkan efek keracunan seperti muntah-muntah, diare, dan sakit perut. Sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan diabetes, gangguan pernapasan, hingga kanker kulit

5. Amonia

Amonia adalah gas beracun tak berwarna dengan bau yang sangat tajam. Amonia biasanya digunakan dalam produk pembersih dan pupuk. Dalam sebatang rokok, amonia dimanfaatkan untuk meningkatkan efek nikotin.

Karena bersifat korosif dan mengiritasi, amonia yang masuk ke dalam tubuh perokok dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Hal ini disebabkan karena amonia merusak kerongkongan dan paru-paru.

6. Benzena

Benzena memiliki sifat mudah menguap. Dalam sebatang rokok, benzena dihasilkan dari tembakau yang terbakar. 

Paparan benzena pada tubuh dalam jangka panjang dapat mengurangi sel darah merah dan merusak sumsum tulang. Benzena juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena leukimia.

Menilik kandungan rokok yang membahayakan kesehatan, jangan sampai kita kecanduan merokok. Bagi yang sudah terbiasa merokok, sebaiknya dihentikan mulai dari sekarang juga.

Seorang ahli toksikologi asal Inggris, Prof. John Gorrod mengatakan merokok juga berbahaya jika sering dilakukan dengan tingkat asupan yang cukup tinggi.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2019). Diakses pada 22/06/20. How Much Nicotine Is in a Cigarette and Other Tobacco Products?

VeryWellMind (2020). Diakses pada 22/06/20. How Benzene in Cigarette Smoke Can Hurt You

BBC UK (n.d) Diakses pada 22/06/20. Tobacco Trial

Medical News Today (2020). Diakses pada 22/06/20. The reasons why smoking is bad for you

Kemenkes (n.d). Diakses pada 22/06/20. Kandungan dalam Sebatang Rokok

    register-docotr