Info Sehat

Wajib Tahu! Ini 4 Jenis Nyamuk Mematikan dan Bahayanya bagi Tubuh

September 5, 2020 | Arianti Khairina
feature image

Tanpa kamu sadari ada beberapa jenis nyamuk yang dapat membawa penyakit bagi tubuh jika tidak segera dihindari. Sudah tahukah kamu jenis nyamuk dan bahayanya bagi kesehatan tubuh?

Yuk simak ulasannya berikut ini!

Macam-macam nyamuk dan bahayanya bagi tubuh

Dilansir Healthline, nyamuk telah menjadi hewan pengganggu manusia selama berabad-abad. Mereka menyebarkan berbagai macam penyakit hingga menimbulkan kematian kepada jutaan orang.

Saat ini, wabah terbaru dari nyamuk yang memengaruhi manusia adalah virus Zika.

Menurut keterangan dari WHO yang dikutip dari laman Healthline, lebih dari 50 persen populasi dunia saat ini berisiko terkena penyakit yang ditularkan oleh nyamuk.

Berikut ini beberapa nyamuk yang perlu diwaspadai, seperti dilansir dari DW

1. Leishmaniasis

jenis nyamuk dan bahayanya
Nyamuk sandflies. Sumber gambar: nzgeo.com

Saat kamu mendapatkan gigitan dari nyamuk jenis ini, terkadang efeknya baru muncul setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan sesudahnya. Biasanya dimulai dengan demam dan sakit kepala.

Selain itu kelenjar getah bening membengkak, serta orang yang terinfeksi merasa lelah dan kehilangan banyak berat badan.

Leishmaniasis memengaruhi berbagai bagian tubuh. Bentuk mukokutan dari penyakit ini memengaruhi area hidung dan tenggorokan.

Pada awalnya akan timbul tukak kulit. Lalu lebih berbahayanya lagi, jika penyakit ini tidak diobati dapat dengan cepat menyebar ke tulang rawan dan jaringan ikat. 

Tapi itu bisa menjadi lebih buruk karena dapat menyerang organ dalam yang penting seperti hati dan limpa. Terutama jika kamu tidak segera mendapatkan pengobatan.

2. Culex

jenis nyamuk dan bahayanya
Nyamuk culex. Sumber gambar: shutterstock.com

Nyamuk nokturnal dari genus Culex dapat menularkan virus Sindbis. Nyamuk jenis ini paling umum berada di wilayah Afrika, tetapi para ilmuwan juga menemukannya di negara-negara Eropa.

Pada awalnya, orang yang terkena virus ini akan mengalami gejala mirip flu dan demam. Dalam beberapa kasus suhu tubuh dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celcius.

Peradangan otak pun bisa berkembang. Setelah fase pertama, persendian menjadi meradang. Peradangan semakin kuat selama penyakit berlangsung. Peradangan paling parah akan terjadi pada bagian pergelangan tangan, sendi jari dan pergelangan kaki, kemudian disertai dengan ruam kulit.

Jika penyakitnya tidak ditangani dengan baik, maka bisa menjadi kronis. Hal ini menyebabkan nyeri sendi yang konstan. Tetapi itu hanya terjadi pada kasus yang paling ekstrim.

Biasanya sistem imun manusia sudah mampu menanggulangi virus. Gejala penyakit mereda setelah beberapa minggu tanpa efek samping dan tidak ada vaksinnya.

Baca juga: Gejala DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai

3. Aedes aegypti

jenis nyamuk dan bahayanya
Jenis aedes aegypti. Sumber gambar: shutterstock.com

Nyamuk jenis ini mampu membawa penyakit demam berdarah. Ketika digigit dan terinfeksi, gejalanya berkisar dari nyeri otot dan sendi hingga sakit kepala serta demam.

Bahkan orang yang selamat dari infeksi demam berdarah pun tidak aman. Hal itu disebabkan karena infeksi kedua jauh lebih buruk daripada infeksi awal.

4. Aedes albopictus

jenis nyamuk dan bahayanya
Jenis aedes albopictus. Sumber gambar: shutterstock.com

Nyamuk demam kuning (aedes aegypti) dan nyamuk macan asia (aedes albopictus), diketahui dapat menularkan virus Zika.

Orang yang terinfeksi infeksi dari nyamuk jenis ini umumnya mengalami gejala seperti ruam, konjungtivitis, nyeri sendi dan demam. 

Demikian informasi tentang jenis nyamuk yang perlu kamu waspadai. Jangan lupa selalu jaga kebersihan lingkungan supaya tidak menjadi sarang nyamuk, ya!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Healthline.com (2016) diakses 2 September 2020. Mosquitoes: The Most Dangerous Animal on Earth?
  2. Dw.com (2020) diakses 2 September 2020. The most dangerous mosquito-borne diseases 
    register-docotr