Info Sehat

Jangan Mudah Percaya, 5 Informasi tentang Mata Merah Ini Ternyata Cuma Mitos!

April 16, 2020 | Santi Andriani | dr. Ghifara Huda
feature image

Ditulis oleh: dr. Ghifara Huda

Mata merah adalah penyakit mata yang sering kita jumpai. Kebanyakan orang menganggap mata merah adalah penyakit yang menakutkan, sangat menular, berdampak fatal, dan bisa menimbulkan kebutaan secara langsung.

Adanya anggapan mata merah adalah pecahnya pembuluh darah mata yang tidak bisa disembuhkan serta banyak mitos-mitos lainnya yang sebenarnya keliru dan tidak sesuai dengan ilmu medis yang ada. 

Baca Juga: Jangan Diabaikan, Kenali Gejala COVID-19 pada Anak

Penyebab mata merah, penggunaan gadget berlebih turut memberi andil

Kecanduan gadget turut andil menyebabkan mata merah. Sumber foto: https://yourdost.com/

Mata merah sebenarnya bisa disebabkan karena bakteri, virus, serta radiasi komputer (computer vision syndrome). Itulah sekumpulan gejala seperti yang sudah dilansir oleh Depkes RI.

Saat ini angka kejadian mata merah makin meningkat seiring pola hidup masyarakat yang makin gadget dependent, yakni ketergantungan pada gadget. Menggunakan gadget (handphone) terlalu lama mengakibatkan pancaran radiasi sinar handphone ke mata meningkat sehingga mata menjadi merah akibat iritasi. 

Kebiasaan menggosok mata saat gatal dengan tangan yang belum dicuci mengakibatkan bakteri yang menempel di tangan berpindah ke mata, sehingga terjadi infeksi mata (konjungtivitis).

Mitos mata merah yang harus diwaspadai

Berikut 5 mitos yang ada di masyarakat tentang mata merah yang harus kamu waspadai.

1. Mengucek mata saat gatal adalah hal yang wajar

Mengucek mata saat gatal adalah wajar? Sumber foto: https://www.shutterstock.com/

Mengucek atau menggosok mata dengan tangan yang belum dicuci berpotensi terkena konjungtivitis bakteri. Oleh karena itu, mitos ini salah dan tidak boleh mengucek mata dengan tangan yang tidak bersih.

2. Mata merah pasti karena bakteri

Tidak hanya karena bakteri, mata merah bisa disebabkan hal lain seperti terkena radiasi komputer, handphone dalam waktu yang lama.

3. Mata merah (konjungtivitis) adalah penyakit pada anak kecil

mata merah bisa menyerang siapa saja, bukan hanya bayi. Sumber foto: https://www.motherandbaby.co.id/

Konjungtivitis bisa menyerang semua umur karena penyebabnya adalah bakteri atau virus.

4. Mata merah pasti cuma sakit ringan

Mata merah bisa juga terjadi karena glaukoma (peningkatan tekanan bola mata) yang menekan saraf mata, jika tidak ditangani dengan benar maka akan menjadi kebutaan. Gejalanya mata merah yang diikuti mual muntah dan sakit kepala.

Baca Juga: 3 Tanaman Herbal untuk Wasir, Apakah Efektif?

5. Menyiram mata dengan air dapat menyembuhkan mata merah

Mencuci mata bisa menyembuhkan mata merah? Sumber Foto: https://www.greenguard.com/

Mata yang iritasi akibat berbagai hal seperti bakteri atau virus. Jika saat itu mata disiram dengan air biasa, ini tidaklah tepat karena air yang semestinya digunakan untuk tetes mata adalah air yang steril. 

Sedangkan air biasa tidak semuanya steril sehingga mata bisa makin merah karena adanya bakteri di air tersebut.

Nah jangan mudah percaya dengan informasi-informasi seputar mata merah yang ternyata hanya mitos semata ya. Sebaliknya tetap menjaga kesehatan dan kebersihan area mata serta melakukan kebiasaan sehat sehari-hari.

Lebih penting lagi, jika mengalami keluhan terkait mata sebaiknya segera berkonsultasi ke tenaga kesehatan serta tidak mengambil resiko menerapkan hal yang belum terbukti keefektifannya. 

Reference

X, Chen, et al. ” Dietary patterns and cognitive health in older adults: a systematic review Journal of Alzheimer’s Disease. 2019.” Dietary patterns and cognitive health in older adults: a systematic review Journal of Alzheimer’s Disease. 2019 (2019): 583-619. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/30689586 Green-Field Library owns.

    register-docotr