Info Sehat

Ini Dosis Vitamin C yang Dibutuhkan saat Batuk dan Pilek

November 3, 2020 | Anisya Fitrianti | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Memasuki musim hujan, risiko terkena penyakit seperti pilek dan batuk tentu lebih tinggi. Cuaca yang dingin serta kelembaban udara yang lebih rendah membuat virus dapat bertahan lebih lama sehingga lebih aktif menyerang tubuh. 

Ketika sedang mengalami batuk dan pilek, vitamin C seringkali disebut dapat membantu meredakannya. Namun tahukah kamu apa sebenarnya manfaat vitamin C dan berapa banyak yang harus dikonsumsi ketika sedang batuk dan pilek? Begini penjelasan ilmiahnya. 

Baca Juga: Tak Kunjung Sembuh, Ketahui Penyebab Pilek Berkepanjangan Berikut

Manfaat vitamin C

Vitamin C adalah vitamin dan antioksidan penting yang digunakan tubuh untuk menjaganya tetap kuat dan sehat.

Jenis vitamin yang satu ini berperan penting dalam pemeliharaan tulang, otot, serta pembuluh darah. Bukan hanya itu, vitamin C juga membantu pembentukan kolagen dan membantu tubuh menyerap zat besi.

Secara alami, kamu bisa mendapatkan asupan vitamin C dari sayuran dan buah-buahan. Terutama pada buah jeruk, strawberry, dan jenis buah jeruk lainnnya. Di samping itu, vitamin C juga bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen makanan seperti bentuk pil maupun tablet kunyah. 

Pengaruh konsumsi vitamin C saat batuk dan pilek 

Penelitian mengenai vitamin C untuk mengobati kondisi batuk dan pilek masih sudah banyak dilakukan. Namun, hasil penelitian cukup beragam.

Penemuan ini berawal dari Linus Pauling, orang yang memenangkan Nobel di tahun 1970-an, setelah menemukan bukti kuat bahwa vitamin C menurunkan pilek. 

Namun Linus Pauling menyarankan dosis sebesar 18 gram atau 18.000 mg setiap hari untuk meredakan batuk dan pilek. Tentu hal ini menjadi perdebatan karena dosis yang disebutkan terlalu tinggi. 

Dilansir dari situs Harvard, vitamin C dosis dalam besar dapat membantu mengurangi durasi lamanya pilek berlangsung.

Penelitian ini dilakukan pada orang-orang aktif seperti pelari maraton, pemain ski, dan pasukan Angkatan Darat yang melakukan latihan berat di wilayah dengan iklim dingin, yakni Sub-Arktik. 

Hasilnya, pada orang-orang aktif, konsumsi 200 mg vitamin C setiap hari diperkirakan dapat mengurangi risiko terkena flu hingga setengahnya. Namun bagi masyarakat umum, mengonsumsi vitamin C setiap hari tidak akan mengurangi risiko masuk angin.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa konsumsi setidaknya 200 mg vitamin C setiap hari dapat mengurangi gejala flu hingga 8 persen pada orang dewasa dan 14 persen pada anak-anak. 

Namun penelitian lain dari Universitas Helsinki, Finlandia menemukan hal yang berbeda. 

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa mengonsumsi vitamin C sebanyak 6 gram sehari dapat mengurangi durasi batuk dan pilek hingga 17 persen. Kemudian konsumsi vitamin C sebanyak 8 gram sehari dapat mengurangi durasi batuk dan pilek hingga 19 persen. 

Penelitinya juga menyarankan  bahwa konsumsi vitamin C harus dilakukan sesegera mungkin agar lebih efektif. Bila konsumsinya dilakukan setelah mengalami flu parah, vitamin C tidak akan berpengaruh pada tubuh. 

Baca juga: Panduan Pemberian Obat Batuk Pilek Anak yang Aman dan Efektif

Lalu, bagaimana dosis untuk minum vitamin C saat batuk dan pilek? 

Seperti yang tertera pada penelitian, dosis yang berbeda dapat menghasilkan efek yang berbeda juga. Kamu bisa konsumsi vitamin C mulai dari 200 mg hingga 8 gram per hari. 

Namun perlu diingat dosis vitamin C yang terlalu tinggi dapat menyebabkan efek samping pada tubuh.

Misalnya mual, diare, sakit perut, dan dapat mengganggu tes gula darah. Sehingga tidak perlu memaksakan diri mengonsumsi vitamin C dosis tinggi karena bukan vitamin C satu-satunya jalan untuk mengatasi batuk dan pilek. 

Secara umum, kekurangan vitamin C akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko infeksi. Inilah mengapa konsumsinya harus dilakukan rutin. 

Dilansir dari National Institute of Health, dosis vitamin C harian yang dianjurkan adalah 105,2 mg untuk pria dewasa dan 83,6 mg hari untuk wanita dewasa. Sementara untuk anak-anak dan remaja usia 1-18 tahun, dosisnya berkisar dari 75,6-100 mg per hari. 

Baca juga: 6 Cara Mudah Mencegah Batuk Pilek yang Efektif dan Praktis   

Makanan lain yang membantu saat batuk dan pilek 

Penyakit batuk dan pilek biasanya tidak membutuhkan obat karena dapat hilang dengan sendirinya. Namun ada beberapa makanan yang dapat membantu tubuh menghadapi batuk dan pilek, seperti:

  • Makanan dengan flavonoid. Flavonoid adalah senyawa antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Senyawa ini diketahui mengurangi risiko infeksi di saluran pernapasan sehingga baik dikonsumsi saat batuk dan pilek. 
  • Bawang putih. Bumbu dapur yang satu ini mengandung beberapa senyawa antimikroba yang dapat membantu melawan infeksi saluran pernapasan. Konsumsinya dianjurkan bagi kamu yang sedang mengalami batuk dan pilek. 
  • Zinc. Konsumsi tablet hisap zinc dalam 24 jam pertama setelah timbulnya batuk dan pilek lebih efektif mengurangi durasi sakit. Namun, zinc punya efek efek samping berupa rasa tidak enak di mulut. Dosisnya juga harus dipastikan. 

Mengonsumsi vitamin C sebaiknya dilakukan secara rutin. Bukan hanya saat terkena batuk dan pilek. Meski tidak akan mengurangi risiko terkena batuk dan pilek, tetapi konsumsi rutin vitamin C dapat mempercepat pemulihan dan mengurangi keparahan gejala flu yang kamu alami. 

Mengingat efek sampingnya yang tidak nyaman, berkonsultasilah dengan dokter untuk memastikan dosis vitamin C yang cocok untukmu saat menghadapi batuk dan pilek.

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
    register-docotr