Info Sehat

Nyeri Tak Tertahan di Dada? Ini Dia Gejala Angina yang Perlu Diwaspadai!

September 27, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Gejala angina umumnya akan mengakibatkan ketidaknyamanan di dada, namun bukan kondisi yang mengancam jiwa jika penanganannya tepat. Nah, angina sendiri kemungkinan merupakan gejala penyakit arteri koroner. 

Jika seseorang mengalami angina, maka bisa menjadi indikator kuat memiliki jenis penyakit jantung. Untuk penjelasan lebih lanjut, yuk simak beberapa gejala angina yang perlu kamu ketahui.

Baca juga: Kenali Lebih Awal, Ini Dia Ciri-ciri Keracunan Ikan Tongkol yang Umum Dirasakan!

Apa saja gejala angina yang perlu diwaspadai?

Angina disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke otot jantung sehingga bisa mengakibatkan penyakit arteri koroner atau CAD. Arteri jantung dapat menyempit oleh timbunan lemak yang disebut dengan plak atau disebut juga ateroklerosis.

Dilansir dari Mayo Clinic, selama kebutuhan oksigen otot jantung mungkin masih bisa berfungsi dengan mengurangi jumlah aliran darah tanpa memicu gejala angina.

Namun, jika kamu meningkatkan kebutuhan oksigen dengan melakukan kegiatan fisik seperti berolahraga maka angina bisa terjadi. Gejala angina akan dirasakan di daerah dada, seperti tindihan, tekanan berat, dan rasa terbakar atau nyeri di dada.

Biasanya rasa nyeri akan menjalar ke leher, rahang, lengan, bahu, tenggorokan, punggung, atau bahkan gigi. Berdasarkan karakteristik gejala, angina dapat dibedakan menjadi 3 jenis yakni:

Stable angina

Stable angina biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, seperti menaiki tangga, berolahraga, atau berjalan. Selain aktivitas fisik, faktor lain bisa juga menjadi pemicu yakni stres emosional, suhu dingin, dan merokok.

Penderitanya mungkin akan mengalami gejala berupa sesak napas hingga berkeringat.

Gejala angina stabil ini umumnya memiliki pola stabil dan durasi yang singkat atau tidak lebih dari 5 menit. Karena itu, keluhan dapat dengan mudah diatasi dengan cukup istirahat dan mengonsumsi obat-obatan.

Unstable angina

Unstable angina terjadi jika terdapat timbunan lemak atau plak di pembuluh darah sehingga menyumbat aliran darah melalui arteri yang menyempit. Kondisi ini akan muncul secara tiba-tiba dan mengakibatkan penurunan aliran darah ke otot jantung dengan drastis. 

Aliran darah yang tidak kunjung membaik bisa memicu serangan jantung sehingga istirahat atau pengobatan biasa sulit meredakan gejala. Angina tidak stabil sangat berbahaya dan membutuhkan perawatan darurat segera jika gejalanya sudah muncul.

Prinzmetal’s angina

Jenis angina ini disebabkan oleh kejang tiba-tiba di arteri koroner, yang menyempitkan arteri untuk sementara.

Penyempitan ini dapat mengurangi aliran darah ke jantung sehingga mengakibatkan nyeri dada yang parah. Pemicu biasanya dikarenakan oleh stres emosional, merokok, dan obat-obatan tertentu.

Pengobatan tepat untuk gejala angina

Perawatan gejala angina tergantung pada seberapa banyak kerusakan jantung yang terjadi.

Untuk seseorang dengan angina ringan, pengobatan dan perubahan gaya hidup seringkali dapat membantu aliran darah lebih baik dan mengontrol gejala. Nah, beberapa pengobatan yang bisa dilakukan, antara lain:

Obat-obatan

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan, termasuk nitrat atau penghambat saluran kalsium, beta-blocker, obat pengencer darah, dan statin untuk mengontrol kadar kolesterol.

Jika obat-obatan tidak bisa menyembuhkan gejala angina, maka penderita mungkin memerlukan prosedur medis atau operasi.

Angioplasty atau stenting

Pada prosedur ini, dokter memasang selang kecil dengan balon di dalamnya yang akan mengembang sehingga membantu memperlebar dan memulihkan aliran darah. Prosedur ini biasanya akan memakan waktu kurang dari dua jam sehingga harus menginap di rumah sakit.

Cangkok bypass arteri koroner atau CABG

Prosedur satu ini dilakukan dengan mengambil arteri atau vena yang sehat dari bagian lain tubuh dan menggunakannya untuk mengelilingi pembuluh darah yang tersumbat atau menyempit. Penderitanya mungkin harus mendapatkan perawatan intensif setelah prosedur berhasil dilakukan.

Jika gejala angina masih sering dirasakan padahal sudah melakukan pengobatan dengan dokter, maka ada baiknya untuk mengubah gaya hidup. Perlu diketahui, pemicu angina bisa dikarenakan stres dan olahraga intens sehingga sebisa mungkin untuk sementara menghindarinya.

Bicarakan dengan dokter apabila sakit masih kerap dirasakan secara berulang. Dokter mungkin akan menyarankan beberapa pemeriksaan atau tes lain serta mengganti obat untuk mempercepat penyembuhan.

Baca juga: Sering Merasa Lelah? Yuk Kenali Beberapa Penyebab Anemia Secara Umum!

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference
  1. Webmd (2019), diakses 25 September 2020. Angina (Ischemic Chest Pain)
  2. Mayo Clinic (2020), diakses 25 September 2020. Angina
  3. Medical News Today (2017), diakses 25 September 2020. Everything you need to know about angina
    register-docotr