Info Sehat

Yuk Ketahui, Ini Dia Beberapa Jenis Gangguan Pendengaran yang Biasa Terjadi

August 5, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Gangguan pendengaran dapat terjadi secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia, lho! Nah, karena itu penuaan dan paparan kronis terhadap suara keras berkontribusi besar dalam munculnya masalah pada pendengaran.

Terdapat faktor-faktor lain yang bisa memengaruhi sehingga jenis gangguan pendengaran menjadi bervariasi. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak penjelasan mengenai gangguan pada pendengaran berikut ini.

Baca juga: Makanan yang Mengandung Omega 3 untuk Menunjang Kesehatan Tubuh dan Otak

Apa saja jenis gangguan pendengaran yang perlu diketahui?

Gangguan pendengaran, tuli, atau kehilangan kemampuan mendengar mengacu pada ketidakmampuan total atau bahkan sebagian untuk mendengar suara. Gejalanya mungkin ringan, sedang, hingga berat pada beberapa orang. 

Dilansir dari Medical News Today, seorang penderita gangguan pendengaran ringan mungkin memiliki masalah dalam memahami pembicaraan, terutama jika ada banyak kebisingan di sekitarnya.

Sementara untuk seseorang dengan kondisi tuli, mungkin membutuhkan alat bantu dengar. 

Beberapa orang dengan kondisi tuli bahkan bergantung pada gerakan bibir lawan bicara ketika berkomunikasi sehingga banyak memerlukan bahasa isyarat. Nah, beberapa jenis gangguan pendengaran yang perlu diketahui antara lain sebagai berikut:

Gangguan pendengaran konduktif

Gelombang suara memasuki telinga, bergerak ke bawah telinga atau saluran pendengaran, dan menekan gendang telinga yang bergetar. Getaran akan melewati ketiga tulang yang dikenal sebagai ossicles dan kemudian data dikirim melalui saraf pendengaran ke otak.

Nah, untuk jenis gangguan pendengaran satu ini berarti bahwa getaran tidak dapat melewati telinga luar ke telinga dalam, khususnya koklea.

Jenis ini dapat terjadi karena berbagai macam faktor, termasuk penumpukan kotoran telinga yang berlebihan, infeksi akibat peradangan, dan penumpukan cairan di gendang telinga.

Gangguan telinga bisa juga dikarenakan oleh infeksi yang meninggalkan jaringan parut sehingga mengurangi fungsi gendang telinga hingga kerusakan ossicles.

Ossicles dapat menjadi gangguan karena infeksi, trauma, atau gabungan keduanya yang dikenal sebagai ankylosis.

Gangguan pendengaran sensorineural

Kehilangan kemampuan mendengar bisa pula diakibatkan karena disfungsi telinga bagian dalam, koklea, saraf pendengaran, atau kerusakan otak. Gangguan pendengaran jenis ini biasanya disebabkan oleh sel-sel rambut yang rusak di koklea.

Seiring bertambahnya usia seseorang, sel-sel rambut akan kehilangan sebagian fungsinya sehingga pendengaran menjadi semakin memburuk. Kontak jangka panjang dengan suara keras, terutama jika berfrekuensi tinggi menjadi alasan utama lainnya untuk kerusakan sel rambut.

Perlu diketahui, sel-sel rambut yang rusak tidak bisa diganti sehingga kamu akan mengalami masalah pada pendengaran permanen. Namun, saat ini penelitian masih dilakukan untuk mencari cara menggunakan sel induk untuk menumbuhkan sel rambut baru.

Gangguan pendengaran campuran

Masalah pendengaran jenis ini merupakan kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural. Infeksi telinga jangka panjang ini dapat merusak gendang telinga dan ossicles sehingga termasuk masalah yang cukup serius.

Karena itu, masalah ini perlu mendapatkan penanganan medis yang tepat oleh dokter ahli. Bahkan, terkadang intervensi bedah dapat mengembalikan kemampuan mendengar namun tidak selalu efektif.

Untuk itu, kamu perlu mengetahui cara mencegah masalah pendengaran bisa terjadi dengan menghindari kebiasaan buruk seperti mendengar musik terlalu sering dan keras. Segera hubungi dokter jika sudah mulai merasakan tidak nyaman pada bagian telinga atau mengalami kesulitan mendengar.

Baca juga: Tidak Nyaman dan Sering Nyeri? Yuk, Intip Beberapa Cara Mengatasi Pinggang Sakit!

Penanganan terhadap gangguan pendengaran yang terjadi

Pengobatan masalah pendengaran biasanya tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Untuk masalah pada pendengaran sensorineural tidak dapat disembuhkan karena ketika sel-sel rambut di koklea rusak maka sulit diperbaiki.

Namun, berbagai perawatan bisa dilakukan untuk membantu mencegah masalah menjadi lebih serius.

Alat bantu dengar

Alat bantu dengar tidak dapat menyembuhkan masalah pendengaran, namun bisa membantu menguatkan suara yang masuk ke telinga sehingga bisa mendengar lebih jelas.

Alat jenis ini biasanya tidak cocok untuk orang dengan tuli berat, karena itu audiolog akan memasangkan perangkat yang sesuai dengan persyaratan pendengaran.

Implan koklea

Jika gendang telinga dan telinga tengah berfungsi dengan benar, seseorang mungkin akan mendapatkan manfaat dari implan koklea. Elektroda tipis ini dimasukkan ke dalam koklea dan akan merangsang listrik melalui mikroprosesor kecil yang ditempatkan di bawah kulit belakang telinga.

Pendengaran seringkali dapat memburuk seiring dengan bertambahnya usia, namun risiko dapat berkurang jika mengambil tindak pencegahan sejak dini. Konsultasikan juga bersama dokter jika masalah pendengaran semakin memburuk.

Jaga kesehatan Anda dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2018), diakses 3 Agustus 2020. What’s to know about deafness and hearing loss?
  2. Mayo Clinic (2019), diakses 3 Agustus 2020. Hearing loss
    register-docotr