Info Sehat

Sering Kesemutan? Bisa Jadi Ciri-Ciri Kekurangan Kalium dalam Tubuh

August 27, 2020 | Putri Prima Soraya | dr. Debby Deriyanthi
feature image

Apakah kamu sering mengalami kesemutan belakangan ini? Jika iya, jangan diabaikan karena bisa jadi itu adalah ciri-ciri kekurangan kalium dalam tubuh kamu.

Kalium punya peran penting apalagi untuk otot jantung. Kekurangan kalium yang diabaikan dapat mendatangkan masalah kesehatan jantung yang serius.

Baca Juga: Demi Kesehatan, Tangkal Radikal Bebas dengan 6 Makanan Kaya Antioksidan Ini!

Kalium berperan jaga keseimbangan cairan tubuh

Kalium adalah mineral dalam tubuh yang mempunyai fungsi mengendalikan sel saraf dan juga otot, terutama otot jantung. Selain itu, kalium juga berperan menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mengatur tekanan darah.

Saat seseorang kekurangan kalium, dapat dipastikan bahwa tubuhnya kehilangan cairan terlalu banyak. Jika dibiarkan, kekurangan kalium bisa menyebabkan kram hingga gangguan irama jantung.

Ciri-ciri kekurangan kalium dari kesemutan hingga mood berubah drastis

Kekurangan kalium ditandai dengan tingkat kalium darah yang berada di bawah 3,5 mmol per liter. Namun, ciri-ciri kekurangan kalium juga bisa kamu kenali tanpa pemeriksaan dokter.

Penting untuk mengetahui apa saja ciri kekurangan kalium. Ketika kadar kalium dalam tubuh berkurang, berbagai gejala gangguan kesehatan akan muncul. 

Berikut ciri-ciri kekurangan kalium:

1. Lemas dan kelelahan

Merasa lemas dan kelelahan menjadi ciri-ciri kekurangan kalium yang pertama. Ada beberapa alasan kenapa tubuh akan lemas dan kelelahan saat kekurangan kalium.

Penting untuk diketahui bahwa kalium membantu mengatur kontraksi otot. Ketika kadar kalium darah rendah, otot akan menghasilkan kontraksi lebih lemah.

Kekurangan kalium juga dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan nutrisi. Akibatnya, tubuh mudah merasa kelelahan.

2. Kram dan kejang otot

Kram otot adalah kontraksi otot yang tiba-tiba dan tidak terkontrol. Hal ini dapat terjadi ketika kadar kalium rendah dalam darah.

Di dalam sel otot, kalium membantu menyampaikan sinyal dari otak yang merangsang kontraksi. Kalium juga membantu mengakhiri kontraksi dengan keluar dari sel otot.

Ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal ini secara efektif. Akibatnya, kontraksi terjadi yang lebih lama hingga menimbulkan kram otot.

3. Ciri-ciri kekurangan kalium yakni gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan juga menjadi salah satu ciri-ciri kekurangan kalium. Seseorang yang memiliki kadar kalium rendah, maka sistem pencernaannya bekerja lebih lambat.

Dalam sistem pencernaan, kalium membantu menyampaikan sinyal dari otak ke otot. Sinyal-sinyal ini merangsang kontraksi yang membantu sistem pencernaan mengaduk dan mendorong makanan.

Ketika kadar kalium darah rendah, otak tidak dapat menyampaikan sinyal secara efektif. Maka, kontraksi dalam sistem pencernaan bisa menjadi lebih lambat. 

Kondisi seperti ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung dan sembelit.

4. Detak jantung tak beraturan

Dalam istilah medis, detak jantung yang tidak beraturan disebut juga palpitasi jantung. Kelainan ini juga termasuk menandakan tubuh kekurangan kalium.

Aliran kalium yang keluar masuk sel jantung membantu mengatur detak jantung. Kadar kalium yang rendah dapat mengacaukan aliran tersebut dan memengaruhi irama detak jantung.

Detak jantung yang tidak beraturan bisa berirama lebih cepat atau lebih lambat.

5. Nyeri otot

Nyeri otot bisa menjadi ciri-ciri kekurangan kalium yang parah. Selain itu nyeri otot juga mengindikasikan adanya kerusakan otot.

Kadar kalium dalam darah membantu mengatur aliran darah ke otot. Ketika kadarnya sangat rendah, pembuluh darah dapat berkontraksi dan membatasi aliran darah ke otot-otot.

6. Ciri-ciri kekurangan kalium termasuk kesemutan dan mati rasa

Seseorang yang mengalami kekurangan kalium mudah merasa kesemutan dan mati rasa yang terus-menerus. Kondisi ini biasanya terjadi di tangan, lengan dan kaki.

Kalium penting untuk fungsi saraf yang sehat. Kadar kalium yang rendah dalam darah dapat melemahkan sinyal saraf hingga menimbulkan kesemutan dan mati rasa.

7. Kesulitan bernapas

Ciri-ciri kekurangan kalium yang juga parah adalah kesulitan bernapas. 

Kalium membantu menyampaikan sinyal yang merangsang paru-paru untuk berkontraksi dan mengembang. Ketika kadar kalium darah sangat rendah, paru-paru mungkin tidak mengembang dan berkontraksi dengan baik.

Gangguan pernapasan ini juga bisa mengakibatkan sesak napas karena jantung tidak berdetak normal. Kekurangan kalium yang parah juga dapat membuat paru-paru berhenti bekerja.

8. Mood berubah drastis menjadi ciri-ciri kekurangan kalium

Perubahan mood atau suasana hati sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental. Namun, kondisi ini juga bisa menjadi pertanda tubuh kekurangan kalium.

Kekurangan kalium dapat mengganggu sinyal yang menjaga fungsi otak agar tetap optimal. Sistem otak yang terganggu inilah yang membuat seseorang mengalami perubahan mood tiba-tiba.

Baca Juga: Manfaat Buah Plum untuk Kesehatan, Atasi Sembelit sampai Cegah Osteoporosis

Apakah suplemen dapat meningkatkan kalium?

Suplemen kalium yang dijual bebas sama sekali tidak dianjurkan. Di Amerika, pemerintah membatasi penjualan suplemen.

Mengonsumsi terlalu banyak suplemen kalium dapat menyebabkan kelebihan kadar kalium. Bahkan, membuat kalium menumpuk dalam darah. 

Konsultasikan masalah kesehatan Anda dan keluarga melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

Healthline (2018). Diakses pada 25 Agustus 2020. 8 Signs and Symptoms of Potassium Deficiency (Hypokalemia)

Medical News Today (2019). Diakses pada 25 Agustus 2020. What to know about potassium deficiency symptoms

    register-docotr