Info Sehat

Sering Tak Disadari! Ini Ciri-Ciri Gangguan Reproduksi yang Kamu Harus Tahu

August 12, 2020 | Muhammad Hanif S. | dr. Pitoyo Marbun
feature image

Organ reproduksi memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembuangan zat sisa hingga aktivitas seksual. Sangat penting untuk menyadari ciri-ciri gangguan reproduksi yang muncul, agar kamu bisa dengan mudah mengatasinya.

Jika gangguan pada sistem reproduksi tidak segera ditangani, hal ini dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih serius. Yuk, cari tahu apa saja ciri-ciri gangguan reproduksi pada pria dan wanita dengan ulasan berikut ini!

Baca juga: 7 Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria yang Perlu Kamu Ketahui

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada pria

Gangguan reproduksi pada pria dapat ditandai dengan beberapa hal, seperti perubahan ukuran testis, muncul rasa nyeri saat kencing, hingga sakit pinggang.

1. Pembesaran testis

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada pria yang pertama adalah pembesaran testis. Mengutip Healthline, kondisi ini bisa disebabkan sejumlah hal, seperti pembengkakan, penumpukan cairan, hingga pertumbuhan jaringan abnormal.

Testis yang membesar terkadang disertai rasa nyeri. Gangguan sistem reproduksi yang ditandai dengan kondisi ini di antaranya adalah:

  • Varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah balik atau vena yang disebabkan oleh tidak lancarnya sirkulasi.
  • Hidrokel, yaitu penumpukan cairan berlebih di sekitar testis hingga menyebabkan pembengkakan.
  • Kanker testis, yaitu tumbuhnya tumor atau jaringan baru yang bersifat ganas. Meski kasusnya relatif rendah, kanker ini bisa menimbulkan rasa sakit tak tertahankan.
  • Orkitis, yaitu peradangan pada satu atau seluruh bagian testis, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
  • Epididimitis, yaitu peradangan yang terjadi di epididimis, saluran sperma yang berada di bagian belakang testis.

2. Sakit saat kencing

Jika kamu sering merasakan sakit saat kencing, bisa jadi itu adalah ciri-ciri gangguan reproduksi. Kondisi ini dapat mengindikasikan sejumlah hal, yaitu:

  • Prostatitis, yaitu peradangan pada kelenjar prostat yang mengakibatkan adanya tekanan pada uretra atau selang saluran kencing.
  • Infeksi saluran kemih, yaitu peradangan akibat penumpukan bakteri di sekitar saluran kemih, yang terkadang disertai perdarahan saat buang air kecil.
  • Infeksi menular seksual (IMS), yaitu penyakit menular yang disebabkan oleh virus seperti herpes, klamidia, dan gonore.

3. Sakit pinggang

Selain disebabkan oleh otot yang menegang, sakit pinggang ternyata bisa menjadi ciri-ciri gangguan reproduksi, lho. Kondisi ini dapat menandakan adanya masalah seperti:

  • Benign prostatic hyperplasia (BPH), yaitu pembesaran prostat yang disebabkan oleh beberapa hal, seperti ketidakseimbangan hormon, infeksi bakteri, hingga gangguan kesehatan seperti diabetes dan kolesterol.
  • Hernia, yaitu kondisi saat organ di sekitar perut menekan jaringan ikat di bawahnya, sehingga menimbulkan rasa sakit di sekitar pinggang.
  • Prostatitis, yaitu peradangan pada kelenjar prostat yang disebabkan oleh bakteri. Prostat yang berada di perut bagian bawah mampu menimbulkan rasa sakit di pinggang.

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada wanita

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada wanita hampir tak berbeda dengan pria. Kondisi yang membuatnya tak sama hanyalah siklus menstruasi. Adanya masalah pada sistem reproduksi pada wanita bisa ditandai dengan:

1. Nyeri saat menstruasi

Nyeri saat menstruasi adalah ciri-ciri gangguan reproduksi yang paling sering terjadi. Pada dasarnya, setiap siklus menstruasi hampir pasti disertai rasa sakit, kram, dan ketidaknyamanan lainnya.

Hanya saja, jika nyeri yang muncul terasa sangat menyakitkan dan tak kunjung mereda, bisa jadi itu adalah tanda beberapa gangguan, seperti:

  • Sindrom pra-menstruasi atau PMS, disebabkan oleh perubahan hormonal yang terjadi satu hingga 14 hari sebelum haid dimulai. Rasa nyeri biasanya cenderung berkurang saat sudah memasuki menstruasi.
  • Endometriosis, yaitu kondisi saat jaringan bagian dalam rahim tumbuh di luar uterus. Penyakit ini terasa sangat menyakitkan dan berisiko menyebabkan kemandulan.
  • Pelvic inflamantory disease (PID), yaitu peradangan di panggul yang disebabkan oleh bakteri menular.
  • Stenosis serviks, yaitu kondisi langka saat mulut rahim mengecil dan menyempit, sehingga memperlambat aliran darah menstruasi. Akibatnya, tekanan di uterus menjadi bertambah dan menimbulkan rasa sakit.

2. Sakit saat buang air kecil

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada wanita selanjutnya adalah muncul rasa sakit saat buang air kecil. Kondisi ini disebut dengan disuria, bisa mengindikasikan sejumlah masalah pada sistem reproduksi, seperti:

  • Kista ovarium. Mirip seperti batu ginjal, kista ovarium dapat menimbulkan tekanan pada area di dekat kandung kemih, tempat urine disimpan sebelum dikeluarkan. Tekanan ini yang menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil.
  • Vaginitis, yaitu infeksi yang disebabkan oleh pertumbuhan jamur atau bakteri di area vagina. Tidak hanya rasa sakit, sensasi terbakar biasanya muncul di area vulva.
  • Infeksi menular seksual (IMS), yaitu penyakit yang ditularkan oleh virus berupa munculnya luka atau lepuhan di sekitar organ genital. Sakit saat buang air kencing bisa menjadi tanda dari IMS seperti klamidia, herpes, dan gonore.

Baca juga: Sering Sakit Saat BAB? Bisa Jadi Kamu Terkena Penyakit Anal Fistula

3. Ciri-ciri gangguan reproduksi berupa sakit perut

Kehamilan ektopik ditandai dengan sakit perut. Sumber foto: www.stlukeshealth.org

Ciri-ciri gangguan reproduksi pada wanita yang terakhir adalah sakit perut bagian bawah. Berbeda dengan kembung yang disebabkan oleh gas berlebih, rasa sakit pada perut bagian bawah bisa mengindikasikan beberapa hal berikut:

  • Fibroid atau miom, yaitu tumbuhnya jaringan baru di sekitar rahim yang menyebabkan nyeri tidak biasa. Penyakit ini juga disebut dengan tumor jinak.
  • Kehamilan ektopik, yaitu kondisi yang disebabkan oleh proses pembuahan sel telur oleh sperma di luar uterus. Ektopik juga biasanya disebut dengan istilah hamil di luar kandungan.
  • Dismenore, yaitu kondisi saat perut bagian bawah terasa kram saat menstruasi, disebabkan oleh pelepasan prostaglandin pada proses peluruhan dinding rahim yang menebal.

Nah, itulah ciri-ciri gangguan reproduksi pada pria dan wanita yang perlu kamu tahu. Jika kondisinya tak kunjung membaik, tak perlu pikir panjang untuk segera periksa ke dokter, ya!

Jangan pernah ragu untuk konsultasikan masalah kesehatanmu bersama dokter terpercaya di Good Doctor. Mitra dokter kami siap memberi solusi. Yuk, download aplikasi Good Doctor di sini!

Reference

  1. Healthline, diakses 10 Agustus 2020, What You Need to Know About Scrotal Swelling.
  2. Healthline, diakses 10 Agustus 2020, What’s Causing Your Abdominal Pain and How to Treat It.
  3. Medical News Today, diakses 10 Agustus 2020, What can make urination painful?
  4. Medical News Today, diakses 10 Agustus 2020, What Causes Pelvic Pain in Males and How to Treat It.
  5. PlannedParenthood.org, diakses 10 Agustus 2020, What causes painful urination in men?
  6. Cleveland Clinic, diakses 10 Agustus 2020, Vaginitis.
  7. Cleveland Clinic, diakses 10 Agustus 2020, Dysmenorrhea.
  8. RACGP.org.au, diakses 10 Agustus 2020, The male reproductive system.
  9. Centers for Disease Control and Prevention, diakses 10 Agustus 2020, Common Reproductive Health Concerns for Women.

    register-docotr