Info Sehat

Cabut Bulu Hidung Sembarangan Bisa Berbahaya, Apa Saja Risikonya?

July 22, 2020 | Husni Efendi
feature image

Bulu hidung adalah bagian alami dan normal dari tubuh manusia. Meski demikian, sebagian orang menganggap bulu hidung yang sering keluar dan terlihat justru membuat malu. Cabut bulu hidung pun kerap dijadikan solusi.

Nyatanya, seringkali jika dilakukan sembarangan cabut bulu hidung justru bisa berisiko, lho. Berikut ulasan lengkapnya!

Fungsi bulu hidung

Bulu hidung menjadi bagian penting dari sistem pertahanan tubuh, yang membantu mencegah debu, alergen, dan partikel kecil lainnya memasuki lubang hidung.

Bulu hidung berfungsi sebagai filter untuk sistem pernapasan, menahan atau menghilangkan serpihan-serpihan asing sebelum masuk ke hidung, yang mana bisa berakhir ke paru-paru. Bulu hidung juga membantu menjaga udara tetap lembap dengan masuk ke saluran hidung.

Baca juga: Kuku Jari Tumbuh ke Dalam dan Bikin Nyeri? Waspada Penyakit Cantengan!

Apakah cabut bulu hidung diperbolehkan?

Secara umum, cabut bulu hidung tidak direkomendasikan, karena dapat menyebabkan dampak merusak di dalam lubang hidung, dengan beberapa dampaknya sebagai berikut:

Bulu tumbuh ke dalam

Bulu yang tumbuh ke dalam adalah komplikasi umum dari penghilangan bulu (hair removal), dan itu terjadi ketika bulu yang dihilangkan kemudian tumbuh kembali ke kulit dan tidak muncul dari folikelnya.

Bulu tumbuh ke dalam terjadi paling sering di daerah di mana bulu sering dihilangkan, seperti pada wajah, ketiak, dan daerah kemaluan.

Gejala umum bulu hidung yang tumbuh ke dalam meliputi pembentukan benjolan, seperti jerawat, kulit sensitif, iritasi, nyeri, dan gatal. Bulu yang tumbuh ke dalam biasanya sembuh sendiri, namun jika ini menjadi masalah kronis, kamu perlu berkonsultasi dengan dokter.

Nasal vestibulitis

Nasal vestibulitis adalah infeksi pada bagian hidung, di mana ruang hidung menjadi bagian dalam hidung yang menonjol dari wajah. Nasal vestibulitis paling sering berkembang sebagai akibat dari infeksi, ketika bakteri Staphylococcus memasuki luka di hidung kamu.

Sejumlah jenis cedera ringan dapat menyebabkan infeksi jenis ini. Beberapa penyebab umum di antaranya karena mencabut bulu hidung, menusuk hidung atau meniup hidung secara berlebihan.

Gejala yang paling umum di antaranya adalah kemerahan di dalam dan di luar lubang hidung, benjolan seperti jerawat di pangkal bulu hidung, kerak di sekitar lubang hidung akibat penumpukan bakteri, rasa sakit di hidung, dan benjolan atau bisul di hidung.

Nasal furunculosis

Nasal furunculosis adalah infeksi yang dalam dari folikel bulu di hidung, dan ini umum terjadi pada orang yang memiliki defisiensi imun. Nasal furunculosis biasanya menyebabkan nyeri, bengkak, kemerahan, dan sensitif.

Dalam kasus yang jarang, nasal furunculosis juga dapat menyebabkan komplikasi serius jika infeksi menyebar ke pembuluh darah yang mengarah ke otak.

Komplikasi termasuk Cavernous sinus thrombosis (gumpalan darah di bagian otak di belakang mata), Cellulitis (infeksi bakteri memengaruhi kulit dan jaringan di bawahnya), dan Acute bacterial meningitis (peradangan jaringan menutupi otak dan sumsum tulang belakang).

Peningkatan risiko terkena asma dari alergi

Bulu hidung membantu menghalangi debu dan alergen melewati rongga hidung, dan menghilangkan terlalu banyak bulu bisa memungkinkan lebih banyak partikel melewati hidung dan masuk ke paru-paru, dan bagi sebagian orang, ini dapat meningkatkan risiko terserang asma.

Apa cara teraman untuk menghilangkan bulu hidung?

Di luar cabut bulu hidung yang tidak direkomendasikan, berikut adalah cara-cara yang tergolong aman jika kamu perlu menghilangkan bulu hidung:

Menggunakan pemangkas bulu hidung

Pemangkas bulu hidung bisa berbentuk manual atau elektrik, dan alatnya biasanya telah dirancang agar pas dengan lubang hidung, sehingga aman digunakan tanpa merusak jaringan sensitif di dalamnya.

Pemangkas rambut hidung manual adalah gunting kecil dengan ujung tumpul atau bundar, sedangkan pemangkas elektrik adalah perangkat genggam dengan bilah pemotong kecil yang berputar di salah satu ujungnya.

Kelemahan dari pemangkas seperti ini adalah bulu akan tumbuh kembali, dan ketika ini terjadi, kamu harus memotongnya lagi.

Laser hair removal

Laser hair removal adalah pilihan aman lainnya untuk menghilangkan bulu hidung, meskipun ini merupakan pilihan yang cukup mahal.

Laser hair removal bekerja dengan memanaskan dan menghancurkan folikel bulu pada akar bulu. Tidak seperti pemangkasan, laser hair removal menawarkan solusi lebih permanen untuk bulu hidung yang bermasalah.

Namun, kamu biasanya memerlukan setidaknya minimal 6 sesi agar bulu berhenti tumbuh kembali, dan pastikan kamu mendapatkan dokter kulit bersertifikat atau ahli bedah kosmetik terpercaya untuk melakukan laser hair removal, ya.

Pastikan untuk mengecek kesehatan Anda dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Download di sini untuk berkonsultasi dengan mitra dokter kami.

Reference
  • Healthline, Is It Dangerous to Pull Out or Pluck Your Nose Hair? https://www.healthline.com/health/plucking-nose-hairs, diakses 17 Juli 2020
  • I Cliniq, Is plucking nose hair a dangerous habit? https://www.icliniq.com/qa/plucking-nasal-hair/is-plucking-nose-hair-a-dangerous-habit, diakses 17 Juli 2020
  • Medical News Today, What are the best ways to remove nose hair? https://www.medicalnewstoday.com/articles/326920#what-to-avoid, diakses 17 Juli 2020
  • Wexner Medical, Should I trim my nose hair? https://wexnermedical.osu.edu/blog/should-i-trim-nose-hair, diakses 17 Juli 2020
    register-docotr