Info Sehat

Buang Air Kecil Berbusa Bisa Jadi Gejala Penyakit? Simak Penyebabnya!

December 10, 2020 | Ajeng Dwiri Banyu
feature image

Urine normalnya berwarna kuning pucat hingga kuning tua. Namun, beberapa faktor bisa menyebabkan perubahan. Faktor dari diet, obat-obatan, hingga penyakit dapat mengakibatkan berubahnya warna serta muncul busa pada urine.

Jika buang air kecil berbusa dan disertai dengan gejala lain, maka perlu berbicara dengan dokter. Nah, untuk mengetahui penyebab buang air besar berbusa lebih lengkap, yuk, simak penjelasan berikut.

Baca juga: Pasien Diabetes Boleh Lahap Makanan Manis? Boleh, Ini Sederet Menunya

Penyebab umum buang air kecil berbusa

Dilansir dari Healthline, penyebab paling jelas dari urine berbusa adalah kecepatan ketika buang air kecil. Seperti halnya air keran yang akan berbusa saat keluar, urine juga bisa berbusa jika dikeluarkan dengan cepat.

Namun, urine berbusa juga bisa menjadi pertanda kamu memiliki terlalu banyak protein seperti albumin. Protein dalam urine akan bereaksi dengan udara untuk menghasilkan busa.

Urine yang berbusa lebih mungkin menandakan adanya penyakit serius, terutama jika sering terjadi atau memburuk seiring berjalannya waktu.

Kondisi yang memburuk biasanya juga akan disertai dengan gejala. Gejala yang dimaksud, berupa pembengkakan, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah, kesulitan tidur, dan perubahan jumlah urine. Beberapa penyebab buang air kecil berbusa lainnya, antara lain:

Dehidrasi

Tidak memiliki cukup cairan yang beredar di dalam tubuh dapat diartikan jika ginjal lebih cenderung menahan air. Namun, mengeluarkan produk limbah. Saat tubuh kekurangan cairan, urine bisa menjadi sangat gelap dan pekat sehingga akan tampak berbusa.

Penyakit ginjal

Salah satu fungsi ginjal adalah menyaring protein di dalam darah. Protein ini menjalankan fungsi penting dalam tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan. Jika seseorang mengalami kerusakan ginjal, maka protein dapat bocor dari ginjal ke dalam urine.

Hasilnya, kondisi ini dikenal sebagai proteinuria yang berarti protein dalam urine. Protein ekstra mengurangi tegangan permukaan urine sehingga menyebabkannya berbusa atau mirip dengan efek sabun pada air.

Proteinuria bisa menjadi tanda awal penyakit ginjal. Beberapa gejala lain yang mungkin dirasakan, dapat berupa kulit gatal, mual, sesak napas, pembengkakan, kelelahan yang tidak bisa dijelaskan, dan sering buang air kecil.

Diabetes

Diabetes dan penyebab gula darah tinggi lainnya biasanya juga dapat mengakibatkan buang air kecil berbusa. Seseorang dengan diabetes yang tidak terkontrol akan memiliki lebih banyak molekul glukosa darah di dalam tubuh.

Jika kadar glukosa darah terlalu tinggi, ginjal mungkin kesulitan menyaring molekul dengan benar. Akibatnya, ginjal kemungkinan akan mengalami kelebihan glukosa dan protein keluar melalui urine.

Selain urine berbusa, penderita diabetes biasanya disertai dengan beberapa gejala umum. Gejala diabetes yang dimaksud adalah penglihatan kabur, mulut kering, perasaan haus yang konstan, sering buang air kecil, kelaparan yang tidak bisa dijelaskan, dan kulit gatal.

Cara mengatasi buang air kecil berbusa

Sebelum penanganan, dokter kemungkinan akan mengambil sampel urine untuk menguji kadar protein di dalamnya. Tes urine selama 24 jam ini akan membandingkan kadar albumin dengan kadar kreatinin.

Dokter akan merekomendasikan tes lain untuk menilai kadar glukosa darah atau indikasi fungsi ginjal lainnya. Tes pencitraan, seperti pemindaian MRI juga akan dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada masalah dengan struktur ginjal.

Jika diagnosis sudah dilakukan, dokter akan memberikan perawatan dengan mengonsumsi obat oral untuk mengatasi penyebab urine berbusa. Perlu diketahui, perawatan untuk urine berbusa tergantung pada penyebabnya.

Urine berbusa akibat dehidrasi bisa diatasi dengan memperbanyak konsumsi air minum sampai terjadi perubahan warna menjadi kuning pucat atau hampir transparan.

Apabila diabetes menjadi penyebabnya, dokter mungkin akan memberikan obat oral atau suntikan insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah. Dokter biasanya meresepkan obat untuk orang dengan penyakit ginjal fase awal.

Dokter juga bisa merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup, seperti konsumsi makanan sehat yang rendah natrium, kontrol tekanan darah tinggi, kelola kadar gula darah, berolahraga secara teratur, dan hentikan kebiasaan merokok.

Baca juga: Punya Banyak Manfaat bagi Kesehatan, Begini Cara Mudah Membuat Susu Kurma!

Pastikan untuk mengecek kesehatan kamu dan keluarga secara rutin melalui Good Doctor dalam layanan 24/7. Jaga kesehatan kamu dan keluarga dengan konsultasi rutin bersama mitra dokter kami. Download aplikasi Good Doctor sekarang, klik link ini, ya!

Reference
  1. Medical News Today (2018), diakses 8 Desember 2020. Why is my urine foamy?
  2. Healthline (2018), diakses 8 Desember 2020. Why Is My Urine Foamy?
    register-docotr